Berita

SBY dan Zulhas/Net

Politik

SBY: Zulhas Sepakat Tidak Recoki Penentuan Cawapres

KAMIS, 26 JULI 2018 | 02:11 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Partai Demokrat tidakmemaksakan kehendak untuk mengusung kader sebagai calon wakil presiden (cawapres) dalam koalisi.

Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) berpandangan bahwa kedaulatan dalam menentukan cawapres sepenuhnya ada di tangan capres. Atas alasan itu, Demokrat akan menyerahkan penentuan cawapres kepada capres yang nanti akan diusung di koalisi.

SBY bahkan mengaku sama sekali tidak mengharuskan Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto untuk menggandeng kader Demokrat. Jika koalisi dengan Prabowo sudah terjalin, SBY akan menyerahkan sepenuhnya kewenangan itu ke Prabowo.


“Saya tidak menawarkan, menyarankan kader Demokrat sebagai cawapres beliau (Prabowo), tidak. Dan pembicaraan saya di dalam (kemarin), Silakan kalau kita cocok, berjodoh untuk koalisi. Pak Prabowo sebagai capres yang menyampaikan ke kami-kami, siapa cawapres yang dipilih’,” terangnya.

SBY kemudian menceritakan bahwa pada dua pilpres yang diikuti, dia tidak pernah mendapat tekanan dari partai pendukung. Penentuan cawapres sepenuhnya ada ditangannya.

“Ketika dulu saya memilih Pak JK (Jusuf Kalla), itu sepenuhnya pilihan saya, tidak ada yang mendikte. Demikian pula pada 2009, memilih Pak Boediono, juga sepenuhnya pilihan saya," ujar SBY di kediamannya, Mega Kuningan, Jakarta, Rabu (25/7).

Dalam pertemuan dengan Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan (Zulhas), Rabu (25/7) malam, ada kesepahaman yang terjalin tentang pengusungan capres adn cawapres. Kata SBY, Zulhas sepakat untuk tidak memberikan tekanan nama cawapres kepada capres yang diusung bersama.

“Posisi kami, parpol, harus pasti itu. Tadi sama Pak Zulhas juga harus sepakat, jangan kita recoki capres (dalam) mengusung siapa, siapa (cawapresnya). Pak Zul sepakat," pungkas Presiden ke-6 RI tersebut. [ian]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

UPDATE

Ketua MPR: Peternak Sejahtera, Indonesia Makmur

Sabtu, 25 April 2026 | 22:13

PPN Tiket Pesawat Ekonomi Ditanggung Pemerintah Selama 60 Hari

Sabtu, 25 April 2026 | 21:55

Wapres Gibran Tunjukan Komitmen untuk Indonesia Timur

Sabtu, 25 April 2026 | 21:48

Babak Baru Kasus Hukum Rismon, Dilaporkan Gara-gara Buku "Gibran End Game"

Sabtu, 25 April 2026 | 21:25

Pengusaha Warteg Keberatan Zulhas Beri Sinyal Minyakita Bakal Naik

Sabtu, 25 April 2026 | 20:51

Bukan Soal PAN, Daya Beli juga Tertekan kalau Minyakita Naik

Sabtu, 25 April 2026 | 20:36

Prof Septiana Dwiputrianti Dikukuhkan Guru Besar Politeknik STIA LAN Bandung

Sabtu, 25 April 2026 | 19:52

Modus Ganjal ATM Terbongkar, Empat Pelaku Dicokok

Sabtu, 25 April 2026 | 19:39

The Impossible Journey, Kisah Perjalanan AS Kobalen

Sabtu, 25 April 2026 | 18:44

Kawal Distribusi Living Cost, BPKH Pastikan Efisiensi Dana Haji 2026

Sabtu, 25 April 2026 | 18:24

Selengkapnya