Berita

TGB/Net

Politik

Elektabilitas TGB Nyungsep Usai Dukung Jokowi

SELASA, 24 JULI 2018 | 01:33 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Tingkat elektabilitas Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), TGH Zainul Majdi atau yang akrab disapa Tuan Guru Bajang (TGB) sebagai capres maupun cawapres alternatif merosot drastis.

Hal itu sebagaimana hasil survei terbaru yang dirilis Media Survei Nasional (Median) yang dilakukan pada 6 Juli hingga 15 Juli tahun 2018.

Direktur Riset Median, Sudarto menjelaskan, tingkat elektabilitas TGB merosot disebabkan langkah politiknya sendiri yang menyatakan dukungan untuk petahana Joko Widodo (Jokowi) di Pilpres 2019. Padahal, dia merupakan salah satu sosok sentral di barisan oposisi.


"Tidak lain dan tidak bukan karena masyarakat relatif tidak suka dengan keputusan dengan Pak TGB yang menyebarang ke Pak Jokowi," katanya dalam konferensi pers di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Senin (23/7).

Pada rilis survei Median pada April lalu, TGB memiliki tingkat elektabilitas sebesar 2,5 persen. Namun hasil itu berubah drastis setelah dia menyatakan dukungan untuk Jokowi. Alih-alih meningkat, tingkat elektabilitas TGB sebagai capres pada survei Median di bulan Juli malah merosot hingga menyentuh angka 0,5 persen.

"Begitu Pak TGB menyeberang ke pak Jokowi ada banyak orang yang kecewa. Apalagi basis massa terbesarnya kalau menurut saya ada di kalangan Islam bukan di regional dalam hal NTB, tempat dia berkuasa," jelas Sudarto.

Hal serupa juga nampak nyata saat Median melakukan skenario memasangkan Jokowi sebagai capres dengan TGB sebagai cawapres. Hasilnya, pasangan tersebut hanya memperoleh 33,5 persen.

"Angka ini jauh lebih kecil jika dibandingkan skenario Joko Widodo berpasangan dengan Budi Gunawan yang mencapai angka 37,9 persen. Sementara yang tertinggi adalah duet Joko Widodo dengan Muhaimin Iskandar (Cak Imin) sebesar 42,6 persen," pungkasnya. [ian]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

UPDATE

Ketua MPR: Peternak Sejahtera, Indonesia Makmur

Sabtu, 25 April 2026 | 22:13

PPN Tiket Pesawat Ekonomi Ditanggung Pemerintah Selama 60 Hari

Sabtu, 25 April 2026 | 21:55

Wapres Gibran Tunjukan Komitmen untuk Indonesia Timur

Sabtu, 25 April 2026 | 21:48

Babak Baru Kasus Hukum Rismon, Dilaporkan Gara-gara Buku "Gibran End Game"

Sabtu, 25 April 2026 | 21:25

Pengusaha Warteg Keberatan Zulhas Beri Sinyal Minyakita Bakal Naik

Sabtu, 25 April 2026 | 20:51

Bukan Soal PAN, Daya Beli juga Tertekan kalau Minyakita Naik

Sabtu, 25 April 2026 | 20:36

Prof Septiana Dwiputrianti Dikukuhkan Guru Besar Politeknik STIA LAN Bandung

Sabtu, 25 April 2026 | 19:52

Modus Ganjal ATM Terbongkar, Empat Pelaku Dicokok

Sabtu, 25 April 2026 | 19:39

The Impossible Journey, Kisah Perjalanan AS Kobalen

Sabtu, 25 April 2026 | 18:44

Kawal Distribusi Living Cost, BPKH Pastikan Efisiensi Dana Haji 2026

Sabtu, 25 April 2026 | 18:24

Selengkapnya