Berita

Politik

Bawaslu Temukan Ribuan Pelanggaran Dalam Pilkada 2018

MINGGU, 22 JULI 2018 | 00:32 WIB | LAPORAN: DARMANSYAH

Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) telah merekap data pelanggaran pasca Pilkada serentak 2018. Hasilnya, ada ribuan pelanggaran pemilu.

Anggota Bawaslu Ratna Dewi Pettalolo menjelaskan dalam catatan Bawaslu angka terakhir ada sebanyak 3567 pelanggaran.

"Angka tersebut ada yang sumbernya dari laporan, dan yang berasal dari temuan. Ada 2400 pelanggaran masih merupakan temuan," ujarnya dalam acara media gathering dengan tema "Evaluasi Penyelenggaraan Pilkada Serentak 2018" di Belitung, Sabtu (21/7).


Ratna menilai, temuan pelanggaran tersebut sebagai hal positif bahwa jajaran di bawah Bawaslu bekerja. Karena temuan itu hasil pengawasan aktif, termasuk hasil pelanggaran alat peraga kampanye (APK), politik uang, keterlibatan aparat desa, pejabat daerah yang membuat kebijakan yang menguntungkan atau merugikan. Jadi sebagian besar masih berasal dari temuan pengawas pemilu.

Menurut Ratna, dari 3567 pelanggaran, yang terindikasi pelanggaran pidana sejumlah 262. Dari angka ini, yang sampai pada proses di pengadilan dan memiliki kekuatan hukum tetap atau inkrah sebanyak 51 kasus, politik uang tiga kasus yang sudah inkrah, sisanya apa yang telah disampaikan tadi, lebih banyak pada pelanggaran pasal 187 dan 188 UU 10 2016.

"Memang tidak ada satu pun laporan terkait dengan pelanggaran terhadap politik identitas. Memang ada peristiwa yang terjadi di Sumut, misalnya pemasangan baliho berupa ajakan-ajakan agama tertentu untuk memilih calon dari agama tertentu, tapi kemudian dapat kami antisipasi," kata Ratna.

Dia menjelaskan, pelanggara yang paling banyak pada pilkada serentak adalah pada tahapan kampanye. Seperti pelanggaran terhadap APK. Selain itu netralitas Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam pelanggaran pilkada kali ini dalam catatan Bawaslu cukup tinggi, yaki 721 kasus.

"Memang kalau kita sandingkan dengan data peserta pilkada yang incumbent yang memang ada 300 sekian peserta. Paling tertinggi dari Sulawesi Selatan (Sulsel) untuk pelanggaran ASN. Politik identitas dan politik uang kita bersyukur turun, tapi yang meningkat itu ketelibatan ASN," jelasnya.

Ratna menambahkan, pihaknya percaya diri mengatakan seperti itu, sebab fungsi pencegahan Bawaslu berjalan baik. Seperti melakukan gerakan tolak politisasi SARA yang bekerjasama dengan tokoh lintas agama, dan buat buku tentang pengawasan lintas agama.

"Kedepan kami akan mengadakan pengawasan lintas agama. Jadi menurut saya kinerja kami di Bawaslu sudah sangat maksimal karena belajar dari pilkada DKI yang dampaknya sangat berbahaya. Karena dampaknya juga dirasa diuar DKI, hampir dirasakan seluruh wilayah NKRI," pungkasnya. [nes]

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

UPDATE

Denny Indrayana Optimistis MK Diskualifikasi Gibran

Senin, 05 Oktober 2026 | 10:05

Harga Minyak Dunia Membara, Rupiah Kembali Dekati Rp18.000 per Dolar AS

Senin, 05 Oktober 2026 | 10:03

Prabowo Pimpin Upacara HUT ke-81 TNI di Cilangkap

Senin, 05 Oktober 2026 | 09:55

Nonton Film ‘Istimewa’ Bareng Penyandang Disabilitas, Legislator PKS Dorong Kesetaraan

Senin, 05 Oktober 2026 | 09:49

Masuknya RG Jadi Wantimpres Pelajaran untuk Tak Terlalu Anti Kekuasaan

Senin, 05 Oktober 2026 | 09:43

Ribuan Prajurit Dikerahkan Dalam HUT ke-81 TNI di Cilangkap

Senin, 05 Oktober 2026 | 09:34

SBY dan Jokowi Kompak Hadir di Upacara HUT Ke-81 TNI

Senin, 05 Oktober 2026 | 09:33

IHSG Positif di Awal Perdagangan

Senin, 05 Oktober 2026 | 09:32

Profil Komandan Upacara HUT Ke-81 TNI Letjen TNI Lucky Avianto

Senin, 05 Oktober 2026 | 09:18

KPK Telusuri Dugaan Setoran dari Wajib Pajak Sektor Pertambangan di Banjarmasin

Senin, 05 Oktober 2026 | 09:17

Selengkapnya