Berita

Maman Imanulhaq/Humas BNPT

Pertahanan

Kembalikan Fungsi Masjid Untuk Pererat Hubungan Sesama Manusia!

JUMAT, 20 JULI 2018 | 14:38 WIB | LAPORAN:

Rumah ibadah adalah tempat untuk mendekatkan diri kepada sang Maha Pencipta. Maka siapapun yang berada di rumah ibadah, seharusnya orang yang meneladani sifat-sifat Tuhan yang penuh kasih sayang, pemaaf, penyayang, pemaaf, bukan pendendam, apalagi menebar kebencian dan kemungkaran.

"Saya prihatin bila ada rumah ibadah yang digunakan untuk menyebarkan hate speech, kebencian, kedengkian, atau permusuhan. Kalau benar, ini menjadi semacam peringatan bagi kita untuk mengembalikan tempat ibadah itu kepada fungsi utama yaitu mendekatkan diri pada sang maha kuasa, dan mempererat hubungan sesama manusia," ujar Ketua Lembaga Dakwah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama, KH. Maman Imanulhaq di Jakarta, Jumat (20/7).

Untuk mengembalikan fungsi rumah ibadah seperti masjid, lanjut Maman, masyarakat harus terus diberikan edukasi apa sebenarnya fungsi rumah ibadah tersebut. Edukasi ini sangat penting karena kalau masyarat sudah tercerahkan, mereka sendiri yang akan menghentikan bila ada oknum atau pemimpin agama yang menjadikan tempat ibadah untuk hate speech, kebencian, kedengkian, permusuhan.


Kedua perlu perbaikan manajemen masjid. Menurut Kang Maman, panggilan karibnya, langkah Itu sudah dilakukan oleh Dewan Masjid Indonesia (DMI) dan beberapa ormas, di mana masjid betul-betul berfungsi tidak hanya tempat ibadah, tetapi juga pemberdayaan masyarakat. Dalam hal ini, sangat penting untuk melibatkan anak muda dan masyarakat secara luas sehingga masjid tidak kosong. Pasalnya, masjid yang tidak ada pengelola itu biasanya mudah disusupi kelompok radikal.

Ketiga, kata Kang Maman, perlu dirumuskan kembali tema dalam khutbah Jumat atau Idul Fitri, agar berisi muatan agama yang menjadi spirit transformasi dan perdamaian. Dengan demikian diharapkan tidak ada orang yang memanfaatkan khutbah Jumat dan khutbah keagamaan lainnya yang berisi  ajakan menjauhkan umat dari nilai ketuhanan.
 
Terkait keberadaan kelompok radikal dan intoleran, Kang Maman menilai sebenarnya mayoritas umat Islam di Indonesia masih moderat dan toleran. Tapi kelemahannya umat Islam lebih memilih diam, sementara kelompok radikal yang jumlahnya sedikit, bisa masuk secara masif dan militan.

"Mereka menggunakan masjid, pengajian, sosmed, untuk menyebarkan kebencian itu. Maka saya mengajak agar kelompok moderat ini bangkit kita kembali ke masjid sebagai tempat untuk mencerdaskan, memberdayakan, dan menguatkan ukhuwah, baik itu islamiyah, wathoniyah (persaudaraan kebangsaan)," papar pimpinan Ponpel Al Mizal Majalengka ini.

Sebenarnya, lanjut Kang Maman, bicara apapun di masjid atau rumah ibadah lainnya, boleh saja seperti soal ekonomi, budaya, politik. Yang tidak boleh itu menjadikan masjid sebagai alat politik praktis, sektarian, politik identitas, gampang menyalahkan orang lain.

"Seperti politik, bila bicara tentang kriteria orang yang harus dipilih, orang yang tidak korupsi, tidak narkoba, kenapa tidak?" ujar mantan anggota Komisi VIII DPR ini. [wid]


Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

Kasus Bansos, Kabulog Jateng hingga Pejabat Pemkab Brebes dan Jember Diperiksa KPK

Rabu, 09 September 2026 | 14:28

Purbaya Bakal Tarik Dana Daerah yang Mengendap Rp100 Triliun di Bank

Rabu, 09 September 2026 | 14:26

Rumah Digeledah, Direktur PT CMC Diperiksa KPK Hari Ini

Rabu, 09 September 2026 | 14:06

Rugikan Negara Rp35,7 Miliar, KPK Panggil Direktur PT Brantas Abipraya

Rabu, 09 September 2026 | 13:49

Kata Bonjopi, Persib si Raja Comeback

Rabu, 09 September 2026 | 13:39

Punya 12 Pabrik Sawit, Legislator Nilai Sintang Cocok Jadi Basis Produksi B50

Rabu, 09 September 2026 | 13:29

Pakistan: Serangan Houthi ke Saudi Bisa Aktifkan Pakta Pertahanan Mekkah

Rabu, 09 September 2026 | 13:27

PISA 2025 Tak Banyak Bergerak, Indonesia Sedang Menormalisasi Krisis Pembelajaran

Rabu, 09 September 2026 | 13:02

Penyaluran B50 Tembus 3,4 Juta KL, 94 Persen SPBU Sudah Salurkan Biodiesel

Rabu, 09 September 2026 | 12:47

Tim SAR Diminta Maksimalkan Pencarian Lima Jurnalis Hilang Kontak di Anak Krakatau

Rabu, 09 September 2026 | 12:38

Selengkapnya