Berita

Kesehatan

Jumlah Gangguan Jiwa Tertinggi Terdapat di Aceh dan Yogyakarta

JUMAT, 20 JULI 2018 | 06:17 WIB | LAPORAN:

Jumlah orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) di Indonesia tiap tahun bertambah. Tahun 2013 saja jumlahnya mencapai 14 juta orang untuk usia di atas 15 tahun.

 Sedangkan jumlah ini tidak seimbang dengan fasilitas rumah sakit jiwa (RSJ) yang ada. Menurut Ketua Dewan Pakar Bakeswa (Badan Kesehatan Jiwa) Indonesia Dr Novariyanti Yusuf SPKJ, sampai saat ini hanya ada 35 RSJ di Indonesia.

Sedangkan psikologis klinisnya hanya 451 orang (0,15 per 100 ribu penduduk), 773 psikiater (0,31 per 100 ribu orang), dan perawat jiwa 6.500 orang (2 per 100 ribu orang).


"Fasilitas ini sangat kurang dalam mengatasi orang yang terganggu kesehatan jiwanya," ujar Novariyanti.

Sementara itu, Rektor Universitas Paramadina Prof Firmanzah yang tampil sebagai pembicara menyatakan, persoalan kesehatan jiwa di Indonesia perlu diperhatikan karena bersentuhan dengan masyarakat. Isu kesehatan jiwa tidak bisa diabaikan tenggelam oleh masalah infrastruktur, kemiskinan, nilai mata uang, dan perang dagang.

"Butuh kerja sama sinergi dengan berbagai pihak termasuk akademisi, organisasi masyarakat, dan media massa untuk peduli isu kesehatan jiwa," terangnya.

Pada kesempatan sama, Dr Abdullah Antaria, fungsional perencana Direktorat Kesehatan Jiwa (Pencegahan Pengendalian Masalah Kesehatan jiwa dan Napza) Kemenkes mengungkapkan, tahun depan pihaknya menargetkan menyiapkan 250 puskesmas paripurna. Saat ini dari 10 ribu puskesmas yang ada, baru sedikit bisa melayani pasien gangguan jiwa.

"250 puskesmas paripurna ini sudah lengkap fasilitasnya. Ditempatkan di wilayah yang banyak gangguan kesehatan jiwa yaitu Aceh dan Yogyakarta," tuturnya. [rry]

Populer

Malaysia Jadi Negara Pertama yang Keluar dari Perjanjian Dagang AS

Selasa, 17 Maret 2026 | 12:18

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

TNI Tegas dalam Kasus Andrie Yunus, Beda dengan Polri

Sabtu, 21 Maret 2026 | 05:03

Pemudik Sebaiknya Perhatikan Enam Pesan Ini

Minggu, 15 Maret 2026 | 03:11

Polisi Diminta Profesional Tangani Kasus VCS Bupati Lima Puluh Kota

Jumat, 20 Maret 2026 | 00:50

Rismon Dituding Bohong soal Ijazah Jokowi

Minggu, 15 Maret 2026 | 05:04

Senator Apresiasi Program Kolaborasi Bedah Rumah di Jakarta

Selasa, 17 Maret 2026 | 18:32

UPDATE

34 Ribu Kendaraan Melintas Padalarang dan Lembang, Mayoritas Roda Dua

Rabu, 25 Maret 2026 | 15:55

Tinjau Terminal Pulo Gebang, Seskab Teddy Jamin Arus Balik Lancar

Rabu, 25 Maret 2026 | 15:38

Akui Coretax Bermasalah, Purbaya Perpanjang Deadline Lapor SPT hingga Akhir April 2026

Rabu, 25 Maret 2026 | 14:48

Energi Filipina Masuk Zona Waspada, Presiden Marcos Aktifkan Mode Siaga

Rabu, 25 Maret 2026 | 14:27

Dugaan Intervensi Politik Bayangi Penanganan Kasus Yaqut di KPK

Rabu, 25 Maret 2026 | 14:10

Emas Mulai Ditinggalkan, Investor Lirik Bitcoin sebagai Aset Aman

Rabu, 25 Maret 2026 | 14:06

Mendagri: Sumbar Capai 100 Persen Pemulihan Pascabencana, Sumut-Aceh Belum

Rabu, 25 Maret 2026 | 13:39

Tren Nikah Melonjak Usai Lebaran, Kemenag Pastikan KUA Siaga Meski WFA

Rabu, 25 Maret 2026 | 13:20

Ledakan Wisatawan Lebaran di Jabar, DPRD Ingatkan Waspada Bencana dan Pungli

Rabu, 25 Maret 2026 | 13:01

IHSG Menguat ke Level 7.199 di Sesi I Rabu Siang, Ratusan Saham Menghijau

Rabu, 25 Maret 2026 | 12:28

Selengkapnya