Berita

Kapitra Ampera/Net

Politik

PA 212: Kapitra Ampera Bukan Pembela Ulama Lagi

KAMIS, 19 JULI 2018 | 21:23 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Kapitra Ampera sudah bukan lagi anggota Gerakan Nasional Pembela Fatwa (GNPF) Ulama sejak empat bulan yang lalu.

Ketua Divisi Hukum Presidium Alumni (PA) 212 Damai Hari Lubis bahkan menyebut juga sudah tidak lagi tercatat sebagai tim pengacara Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab.

Penegasan itu disampaikan Damai untuk menanggapi langkah Kapitra yang masuk dalam daftar bakal calon anggota legislatif dari PDIP, partai yang selalu bersebrangan dengan PA 212.


“Hanya dirinya (Kapitra) masih suka mengatasnamakan anggota Tim GNPF Ulama dan selaku kuasa hukum Imam Besar Habib Rizieq Shihab yang sudah tidak berlaku lagi,” ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi, Kamis (18/7).

Damai menyayangkan sikap pihak-pihak yang selama ini memusuhi perjuangan ulama yang tetap acuh tentang keanggotaan Kapitra tersebut. Mereka tidak mempedulikan kebernaran bahwa Kapitra sudah dicopot dari GNPF Ulama dan masih menggunakan isu pencalegan Kapitra untuk menyudutkan pembela ulama.

“Sementara perihal klarifikasi Kapitra tentang dirinya masih menghendaki Habib Rizieq untuk calon presiden, maka itu menambah daftar kebohongan atau kelicikannya,” jelasnya.

Para ulama, sambung Damai, telah menginstruksikan untuk menjauhi dan memutus hubungan dengan partai-partai yang mendukung penista agama. Bahkan ada instruksi khusus untuk “menenggelamkan" suara PDIP.

“Para ulama mengimbau untuk bekerja keras mengalahkan partai-partai pembela penista agama di pemilu caleg-caleg di seluruh Indonesia di antaranya partai yang diusungnya saat ini, yakni PDIP dengan cara atau sesuai norma-norma hukum yang berlaku di negeri ini, Tidak melanggar UU Pemilu,” tukasnya. [ian]

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

UPDATE

Tertekan Lonjakan Minyak, Harga Emas Dunia Anjlok ke Level 4.254 Dolar AS

Senin, 28 September 2026 | 08:30

Iran Siap Hadapi "Perang Kiamat" dengan AS

Senin, 28 September 2026 | 08:12

Jalan Terbuka Bagi Dividen BEI: Proses Demutualisasi Masuki Tahap Pengkajian Saham

Senin, 28 September 2026 | 07:52

Halal Jangan Berhenti di Sertifikat

Senin, 28 September 2026 | 07:38

IAMI Lahir di Jakarta, Nasaruddin Umar Jadi Presiden Pertama

Senin, 28 September 2026 | 07:07

APH Harus Turun Tangan Tertibkan Tarif Parkir Tak Wajar

Senin, 28 September 2026 | 07:05

Kejagung Didesak Bongkar Mata Rantai Uang Chromebook

Senin, 28 September 2026 | 06:47

Pagar Nusa Kukuhkan 25 Kader Pasukan Inti di Taiwan

Senin, 28 September 2026 | 06:42

Indonesia Ikut Ajang WSC 2026 di Shanghai, Ini Manfaatnya

Senin, 28 September 2026 | 06:20

Ekosistem Logistik di Kawasan Timur Masih Penuh Tantangan

Senin, 28 September 2026 | 05:54

Selengkapnya