Berita

Foto/Net

Olahraga

Yamaha Gandeng Monster Energy

Motogp
KAMIS, 19 JULI 2018 | 08:42 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Yamaha memutuskan mengakhiri kerja sama dengan Movistar sebagai sponsor utama yang telah terjalin sejak 2014. Selanjutnya, pada MotoGP 2019 Tim Garputala akan menggandeng produsen minuman, Monster Energy.

Dengan adanyanya kerjasama ini, tim asal Iwata ini bakal memakai nama "Monster Energy Yamaha MotoGP Team" pada 2019. Tak hanya nama, livery atau warna motor pun bisa berubah.

"Kami senang bisa mencapai kesepakatan dengan Monster Energy sebagai sponsor utama di tim MotoGP musim depan," kata bos Yamaha MotoGP, Lin Jarvis.


Kalau sebelumnya Yamaha menggunakan warna biru tua untuk livery, Yamaha nantinya bakal menggunakan warna hitam sebagai warna utama seperti yang dipakai Tech3 musim ini.

Sementara itu, Chairman dan CEO Monster Energy, Rodney Sack mengaku sangat bangga bisa berkolaborasi dengan Yamaha. "Ini jadi sebuah kebanggaan besar bagi kami untuk mengumumkan babak selanjutnya bagi parti­sipasi Monster Energy di MotoGP yang kali ini dikaitkan dengan tim pabrikan Yamaha," ujar Sacks.

Produsen minuman energi yang sejak 2009 menjadi sponsor utama tim satelit Yamaha, Tech3, telah menjalin kesepakatan dengan Yamaha sebagai sponsor utama mulai MotoGP 2019. Bagi Rossi dan Vinales, kerjasama ini bu­kan sesuatu yang baru. Soalnya, kedua pebalap memang disponsori Monster Energy selama ini.

Sementara itu, tim satelit Yamaha akan disponsori peru­sahaan minyak dan gas Malaysia, Petronas. Adapun, Tech3 akan disponsori produsen minuman berenergi pesaing Monster Energy, yakni Red Bull. ***

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

Pelaku Penembakan Rombongan Tito Karnavian Diringkus

Jumat, 03 April 2026 | 19:59

UPDATE

Kasus Viral Foto AI di Kalisari Cermin Lemahnya Pengawasan Aparatur

Rabu, 08 April 2026 | 00:14

MSP Raih Penghargaan Proper Emas dan Green Leadership Proper dari KLH

Rabu, 08 April 2026 | 00:04

Polri Ungkap Penyalahgunaan BBM dan LPG Subsidi, Kerugian Capai Rp1,26 Triliun

Selasa, 07 April 2026 | 23:27

Pengawasan Hutan Diperketat Antisipasi El Nino Ekstrem

Selasa, 07 April 2026 | 23:10

Demokrasi seharusnya Mengoreksi, bukan Meruntuhkan Legitimasi Negara

Selasa, 07 April 2026 | 23:00

HKTI Beri Pendampingan Peternak Lokal yang Dirugikan Perusahaan Besar

Selasa, 07 April 2026 | 22:58

Pulihkan Situasi Halmahera Tengah, Masyarakat Diminta Dukung TNI-Polri

Selasa, 07 April 2026 | 22:33

Dony Oskaria: 15 BUMN Logistik Digabung Bulan Depan

Selasa, 07 April 2026 | 22:19

GREAT Institute Dorong Prabowo Reshuffle 50 Persen Menteri di Kabinet

Selasa, 07 April 2026 | 21:59

Menko Yusril soal Kasasi Delpedro Dkk: Bisa Saja MA Putus NO

Selasa, 07 April 2026 | 21:42

Selengkapnya