Berita

Airlanga Hartarto dan Joko Widodo/RMOL

Politik

Ketua PPMIT: Jokowi Butuh Cawapres Teknokrat

SELASA, 17 JULI 2018 | 08:16 WIB | LAPORAN: DARMANSYAH

Indonesia jika mau dua langkah maju ke depan dan bersaing dengan negara-negara berkembang lainnya harus dipimpin presiden-wakil presiden dari kalangan teknokrat

Demikian dikatakan Ketua Presidium Poros Muda Indonesia Timur (PPMIT), Syamsul Rizal kepada wartawan, Senin (16/7).

Syamsul mengingatkan, fokus pembangunan pemerintahan Presiden Jokowi saat ini adalah infrastruktur tapi ke depan harus pembangunan industri. Sebab jumlah penduduk Indonesia 250 jutaan orang, namun hingga kini tidak punya mobil buatan negeri sendiri.


"Betapa besar devisa yang terbuang ke luar negeri. Bandingkan dengan negara-negara lain. Belanda, Perancis, Belgia dengan negeri sekecil itu saja, memiiki mobil produksi dalam negeri," jelasnya.

Oleh karena itu, Syamsul menyarankan kepada para pimpinan partai politik di era milenium ini, bukan lagi waktunya berpikir soal bagi-bagi kekuasaan. Tetapi bagaimana melahirkan pemimpin yang mau bekerja dan punya kompetensi membangun bangsa.

"Kalau ditanya kepada saya siapa yang layak menjadi presiden dan wakil presiden memimpin Indonesia ke depan. Maka untuk menjawab apa yang saya sampaikan di atas adalah Ir. Joko Widodo dan Ir. Airlangga Hartarto," kata Syamsul.

Menurutnya, Indonesia akan bisa terbang menjadi salah satu kekuatan ekonomi dunia dalam 10 tahun ke depan jika pemimpinnya punya visi dan punya teknologi untuk meraihnya.

Dia menambahkan, tidak bisa lagi Indonesia melahirkan pemimpin yang hanya sekedar mencari margin politik dagang semata.

"Oleh karena itu Ir. Joko Widodo sebagai Presiden RI saat ini dan Ir. Airlangga Hartarto yang juga Menteri Perindustrian RI saat ini adalah solusi yang tepat menjawab tantangan global ke depan," pungkasnya. [wid]

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

KPK Klaim Status Tahanan Rumah Yaqut Sesuai UU

Jumat, 27 Maret 2026 | 12:26

Kubu Jokowi Bergerak Senyap untuk Jatuhkan Prabowo

Rabu, 25 Maret 2026 | 06:15

UPDATE

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Dirgahayu Pandeglang ke-152, Gong Salaka!

Rabu, 01 April 2026 | 18:04

Klaim Nadiem Dipatahkan Jaksa: Rekomendasi JPN Tak Dilaksanakan

Rabu, 01 April 2026 | 18:03

Kasus Dugaan Pelecehan Seksual Macet, Legislator Golkar Koordinasi dengan APH

Rabu, 01 April 2026 | 17:40

Pariwisata Harus Serap Banyak Tenaga Kerja Lokal

Rabu, 01 April 2026 | 17:24

Harta Gibran Tembus Rp 27,9 Miliar di LHKPN 2025

Rabu, 01 April 2026 | 17:03

Purbaya Pede Defisit APBN 2026 di Bawah 3 Persen

Rabu, 01 April 2026 | 17:00

Kenaikan Harga BBM Nonsubsidi Sulit Dihindari

Rabu, 01 April 2026 | 16:51

Menaker Yassierli Imbau Swasta dan BUMN Terapkan WFH Sehari dalam Sepekan

Rabu, 01 April 2026 | 16:51

Selisih Harga BBM Nonsubsidi Ditanggung Pertamina

Rabu, 01 April 2026 | 16:44

Selengkapnya