Berita

Ali Mahsun dan Ridwan Hasjim/APKLI

Otomotif

2019, PKL Cari Presiden Yang Pro Rakyat Kecil

MINGGU, 15 JULI 2018 | 07:19 WIB | LAPORAN:

Para Pedagang Kaki Lima (PKL) diminta selektif memilih calon pemimpin di Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019.

Ketua Umum DPP Asosiasi Pedagang Kaki Lima Indonesia (APKLI) Ali Mahsun menyampaikan, dari sisi jumlah, PKL se-Indonesia tidak bisa dipandang sebelah mata. Dia pun setuju presiden-wakil presiden mendatang harus pro rakyat kecil, pemberdayaan PKL dan loyal kepada kepentingan rakyat Indonesia.

"Kita memang harus bersatu dan bergerak bersama untuk mencari pemimpin yang pro rakyat kecil," tutur Ali Mahsun dalam keterangannya.


Dia mengingatkan, para PKL, pelaku ekonomi kecil dan menengah tidak boleh hanya berdiam diri. Sebab, jika hanya pasrah tanpa memperjuangkan nasibnya, maka akan digilas oleh penguasa dan pengusaha yang zalim.

"Kalau diam kita akan mati sia-sia. Kalau berhenti kita akan ditindas dan dijajah di negeri sendiri. Apapun resiko dan yang akan terjadi,  kita di Poros Rakyat Kecil Indonesia harus di garda depan melepaskan Indonesia dari ujung tanduk kehancuran. Kita harus selamatkan merah putih dan NKRI," ujar Ali Mahsun.

Sementara itu, anggota Panitia Anggaran DPR dari Fraksi Partai Golkar, Ridwan Hisyam menghitung, jumlah PKL di Indonesia mencapai 25 juta jiwa lebih. Potensi ini sangat layak untuk menjadi penentu dalam pencarian calon presiden di 2019.

"Saat ini APKLI anggotanya 25 juta PKL, kalau ditambah isteri dan satu anak saja berarti punya suara 75 juta jiwa. Jangan anggap remeh, Ketua Umum APKLI dr Ali Mahsun pun bisa dicalonkan sebagai capres dengan jumlah suara itu,” tutur Ridwan Hisyam dalam orasi kebangsaannya di STIE IBMT Surabaya, belum lama ini.

Pada kesempatan itu, Ridwan Hisyam memberikan warning kepada perguruan tinggi, pemuda dan para  PKL serta pelaku ekonomi rakyat, untuk mempersiapkan diri sehingga unggul menghadapi revolusi industri ke-4.

Ali Mahsun menambahkan, apapun yang diupayakan STIE IBMT Surabaya, perguruan tinggi lain di Indonesia, pemuda dan pelaku usaha/ bisnis harus tetap bertitik tolak dan mengacu kepada Pembukaan UUD 1945.

Menurut Ali, kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi sedahsyat apapun harus membawa kemajuan bagi Indonesia secara bermartabat.

"APKLI sedang dan terus berupaya cetak generasi kedua PKL yang miliki kesempatan jauh lebih luas ke depan, bagian dari revolusi kaki lima Indonesia," tutur Ali. [wid]


Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

Menelusuri Perjalanan Baru Vision dalam Serial VisionQuest

Kamis, 15 Oktober 2026 | 10:29

Usai Mandek, Harga Emas Antam Langsung Anjlok Hari Ini

Kamis, 15 Oktober 2026 | 10:22

Polisi Rilis 13 Korban Ledakan Pertokoan Pasar Cimanggis Tangsel

Kamis, 15 Oktober 2026 | 10:17

COP31 Jadi Momentum Prabowo Percepat Transisi Energi

Kamis, 15 Oktober 2026 | 10:08

PM Baru Maroko Temui Raja, Bahas Pembentukan Pemerintahan Baru

Kamis, 15 Oktober 2026 | 10:03

Pertamina Kerahkan Armada Tambahan dan Terminal 24 Jam untuk Normalisasi BBM di Bal

Kamis, 15 Oktober 2026 | 09:54

4,4 Juta Sertifikat Halal Terbit Jelang Batas Akhir, Didominasi UMKM

Kamis, 15 Oktober 2026 | 09:46

Pengamat Dorong Percepatan Jargas dan CNG untuk Tekan Impor LPG

Kamis, 15 Oktober 2026 | 09:42

Rupiah Nyaris Tembus Rp18.000 per Dolar AS, BI Langsung Buka Suara

Kamis, 15 Oktober 2026 | 09:38

Badai PHK Melanda Netflix Saat Pertumbuhan Melambat

Kamis, 15 Oktober 2026 | 09:27

Selengkapnya