Berita

TGB/Net

Politik

Gerindra: Sebelum Dukung Jokowi, TGB Diperiksa KPK

SABTU, 07 JULI 2018 | 19:37 WIB | LAPORAN:

Motivasi setiap orang menyatakan dukungan kepada pihak tertentu sangat beragam. Ada yang didasarkan pada keikhlasan, paksaaan, dan intimidasi kesalahaannya diungkit.

Begitu kata Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Ferry Juliantono menanggapi sikap Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), TGH Zainul Majdi alias Tuan Guru Bajang (TGB) yang menyatakan sikap mendukung Jokowi dua periode.

Ferry mengaku tidak tahu persis alasan ulama muda itu mendukung Jokowi. Dia hanya menjelaskan bahwa motivasi dukungan kepada seseorang bisa berbeda. Mulai dari ikhlas, dipaksa, diintimidasi kasus hukum, hingga ada masalah diinternal yang menghambat ambisi pribadi.


"Meskipun dia (TGB) baik dan sholeh tapi itu ambisi pribadi dan seseorang nggak ada kaitannya dengan tingkat kesalehan dan kejujuran seseorang. Saya nggak tahu, yang tahu Pak TGB,” ujarnya kepada wartawan di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (7/7).

Menurutnya, masyarakat sudah bisa melihat secara gamblang apa yang melatari TGB mendukung Jokowi. Apalagi, saat ini Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tengah membuka penyelidikan terkait divestasi saham PT Newmont Nusa Tenggara (NNT) yang kini berubah nama menjadi PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT).

Dalam kasus ini, nama TGB dikaitkan sebagai pihak yang meminta agar melepas saham enam persen PT Newmonth Nusa Tenggara yang dimiliki tiga daerah, yakni Pemprov NTB, Pemkab Sumbawa dan Pemkab Sumbawa Barat di PT Daerah Maju Bersaing (DMB).

“Tapi kalau masyarakat melihat, sebelum dukung Jokowi, belakangan ini kan Pak TGB diperiksa di KPK. Masyarakat lihat dan kemudian menilai nah apakah pengaruhnya besar, saya nggak tahu," tukasnya.

Pada bulan Mei lalu, TGB pernah menjalani pemeriksaan di KPK. Namun demikian, tidak dijelaskan asalan TGB diperiksa. [ian]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Koreksi Tata-Kelola MBG: Ekspektasi Publik dan Komitmen Presiden

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:56

Bank Dunia Soroti Penyusutan Jumlah Pekerja Kelas Menengah RI

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:30

Literasi Perpajakan Diharapkan jadi Jantung Kepercayaan Masyarakat

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:04

Menkomdigi: Aksi Damai dan Ruang Digital Sehat Harus Dijaga

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:40

Pesan Arief Budiman di Balik #SellIndonesia Lawan #SellSingapura

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:20

MUI Dorong Fatwa Perlindungan Al-Quds dari Upaya Yahudinisasi Israel

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:05

Pembelaan Terakhir John Field Cs: Kami Tidak Lari dan Hilangkan Bukti

Sabtu, 13 Juni 2026 | 23:41

Legislator PDIP Sebut Kenaikan BBM Ancam Daya Beli Kelas Menengah

Sabtu, 13 Juni 2026 | 23:14

Golkar: Mahasiswa Punya Hak untuk Menyampaikan Pendapat

Sabtu, 13 Juni 2026 | 22:52

Gagalkan Peredaran Ribuan Pil Terlarang, Satu Pengedar Ditangkap di Blora

Sabtu, 13 Juni 2026 | 22:27

Selengkapnya