Berita

Politik

Gerindra Tidak Habis Pikir Kenapa Istana Paksakan Presidential Threshold

SABTU, 07 JULI 2018 | 12:38 WIB | LAPORAN:

. Aturan ambang batas pencapresan alias presidential threshold (PT) yang ada dalam UU 7/2017 tentang Pemilu merupakan upaya Istana untuk menghalang-halangi lawan politik petahana Joko Widodo maju di Pilpres 2019.

"Presidential threshold yang diputuskan itu adalah utusan Istana di DPR dalam menghambat kekuatan yang ada di luar," kata Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Ferry Juliantono dalam diskusi bertajuk 'Meraba Pasangan Capres-Cawapres' di bilangan Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (7/7).

Padahal, lanjut Ferry, sebagian besar masyarakat sudah tidak setuju dengan aturan tersebut. Buktinya, elemen masyarakat sampai berkali-kali mengajukan uji materi ke Mahkamah Konstitusi (MK).


"Saya tidak tahu kenapa harus dipaksakan," ujarnya.

Ditekankannya, PT sebesar 20-25 persen adalah upaya untuk menjegal lawan Jokowi. Kalaupun lawannya masih bisa maju, hal itu bukanlah perkara gampang.

"Malah kalau bisa dengan calon tunggal, biar (Jokowi) bisa berhadapan dengan kotak kosong," seloroh Ferry.

Tapi pada kenyataannya yang terjadi ternyata tidak sesuai dengan harapan Istana. Sebab, Gerindra dan PKS malah berhasil menarik partai koalisi pemerintah PAN.

"Yang belakangan adalah dengan AHY, yaitu Syarif Hasan (waketum Demokrat) di Kartanegara (kediaman Prabowo) menunjukkan tanda-tanda kerjasama politik antara Gerindra dengan Demokrat," tutup Ferry. [rus]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

Pakai Jaket Gojek Mulyono di Sidang Pledoi, Nadiem Ingin Seret Jokowi?

Rabu, 03 Juni 2026 | 05:18

UPDATE

Koreksi Tata-Kelola MBG: Ekspektasi Publik dan Komitmen Presiden

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:56

Bank Dunia Soroti Penyusutan Jumlah Pekerja Kelas Menengah RI

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:30

Literasi Perpajakan Diharapkan jadi Jantung Kepercayaan Masyarakat

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:04

Menkomdigi: Aksi Damai dan Ruang Digital Sehat Harus Dijaga

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:40

Pesan Arief Budiman di Balik #SellIndonesia Lawan #SellSingapura

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:20

MUI Dorong Fatwa Perlindungan Al-Quds dari Upaya Yahudinisasi Israel

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:05

Pembelaan Terakhir John Field Cs: Kami Tidak Lari dan Hilangkan Bukti

Sabtu, 13 Juni 2026 | 23:41

Legislator PDIP Sebut Kenaikan BBM Ancam Daya Beli Kelas Menengah

Sabtu, 13 Juni 2026 | 23:14

Golkar: Mahasiswa Punya Hak untuk Menyampaikan Pendapat

Sabtu, 13 Juni 2026 | 22:52

Gagalkan Peredaran Ribuan Pil Terlarang, Satu Pengedar Ditangkap di Blora

Sabtu, 13 Juni 2026 | 22:27

Selengkapnya