Berita

Ferdinand Hutahean/RMOL

Politik

Ketum PPP Sebut JK-AHY Tidak Ada Prospek, Demokrat: Itu Kegenitan Politik!

SABTU, 07 JULI 2018 | 07:36 WIB | LAPORAN:

. Partai Demokrat mengakui jika duet Jusuf Kalla (JK)-Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) masih sebatas wacana dan aspirasi kader. Artinya, hal itu belum menjadi sikap partai.

"Kalau ada yang menanggapi berlebihan, kami berpikir itu cuma bentuk kegenitan politik," kata Kepala Divisi Advokasi dan Bantuan Hukum DPP Demokrat, Ferdinand Hutahean kepada wartawan, Sabtu (7/7).

Meski demikian, wacana tersebut sempat ditanggapi oleh Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP), M. Romahurmuzy (Rommy). Menurut Romy, jika benar terwujud, pasangan calon JK-AHY tidak memiliki prospek di Pilpres 2019 mendatang.


"Kasihan Rommy. Dia tidak paham apa yang sedang terjadi. Ketum partai yang terlalu menurunkan dirinya. Menanggapi sesuatu yang baru masih wacana," kata Ferdinand.

Ferdinand menyarankan agar Rommy fokus mengurus PPP yang terancam tidak lolos Parliament Threshold (PT). "Ketimbang terlalu genit mengomentari urusan Partai Demokrat," imbaunya.

Sebelumnya, Rommy menilai wacana Partai Demokrat yang mengusulkan duet JK-AHY untuk Pilpres 2019 tidak mempunyai prospek. "Jadi saya kira wacana soal duet JK-AHY tidak mempunyai prospek untuk Pilpres 2019," kata Romy, Selasa (3/7).

Menurut Romy, ada dua alasan penting paslon tersebut tidak mempunyai landasan kuat untuk dapat terwujud. Salah satunya karena Demokrat tidak memiliki cukup suara untuk mengusung calon sendirian. [rus]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Koreksi Tata-Kelola MBG: Ekspektasi Publik dan Komitmen Presiden

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:56

Bank Dunia Soroti Penyusutan Jumlah Pekerja Kelas Menengah RI

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:30

Literasi Perpajakan Diharapkan jadi Jantung Kepercayaan Masyarakat

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:04

Menkomdigi: Aksi Damai dan Ruang Digital Sehat Harus Dijaga

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:40

Pesan Arief Budiman di Balik #SellIndonesia Lawan #SellSingapura

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:20

MUI Dorong Fatwa Perlindungan Al-Quds dari Upaya Yahudinisasi Israel

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:05

Pembelaan Terakhir John Field Cs: Kami Tidak Lari dan Hilangkan Bukti

Sabtu, 13 Juni 2026 | 23:41

Legislator PDIP Sebut Kenaikan BBM Ancam Daya Beli Kelas Menengah

Sabtu, 13 Juni 2026 | 23:14

Golkar: Mahasiswa Punya Hak untuk Menyampaikan Pendapat

Sabtu, 13 Juni 2026 | 22:52

Gagalkan Peredaran Ribuan Pil Terlarang, Satu Pengedar Ditangkap di Blora

Sabtu, 13 Juni 2026 | 22:27

Selengkapnya