Berita

Foto/RMOL

Politik

Diduga Kuat Ini Sebab Caleg Hanura Di Daerah Gaduh

SABTU, 07 JULI 2018 | 05:54 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Terjadi kegaduhan di kalangan kader Partai Hanura di daerah. Kegaduhan itu ditengarai terjadi akibat Komisi Pemilihan Umum (KPU) mengubah data sistem informasi politik yang biasa disingkat Sipol.

Hal itu dikatakan Ketua Bidang Hukum dan HAM DPP Hanura, Dodi S Abdulkadir, dalam jumpa pers di Gedung City Tower, Jakarta, Jumat (6/7).

“Kader-kader kita di daerah pada saat ingin memasukkan data caleg ke Sipol ternyata terkendala karena data Sipol telah berubah,” kata Dodi.

Menurutnya, data Sipol adalah data yang berdasarkan hasil verifikasi yang dilakukan oleh KPU sendiri terhadap Hanura. Perubahan terjadi pada data pengurus, ketua atau sekretaris dari DPD dan DPC.
Menurutnya, data Sipol adalah data yang berdasarkan hasil verifikasi yang dilakukan oleh KPU sendiri terhadap Hanura. Perubahan terjadi pada data pengurus, ketua atau sekretaris dari DPD dan DPC.

“Ini menimbulkan kebingungan. Nah ini kita nggak tahu siapa yang mengubah. Tapi yang jelas karena itu database yang ada di KPU, berarti KPU yang bisa menjawab,” ujarnya.

Dodi menambahkan, perubahan itu terjadi hampir di semua daerah. Sementara di pusat, ia mengaku belum menemukan perubahan itu.

“Seluruh daerah telah mennyampaikan komplainnya. Kami sedang mengumpulkan satu per satu detailnya. Sudah jelas hampir keseluruhan ada perubahan Sipol,” pungkasnya. [fiq]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Koreksi Tata-Kelola MBG: Ekspektasi Publik dan Komitmen Presiden

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:56

Bank Dunia Soroti Penyusutan Jumlah Pekerja Kelas Menengah RI

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:30

Literasi Perpajakan Diharapkan jadi Jantung Kepercayaan Masyarakat

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:04

Menkomdigi: Aksi Damai dan Ruang Digital Sehat Harus Dijaga

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:40

Pesan Arief Budiman di Balik #SellIndonesia Lawan #SellSingapura

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:20

MUI Dorong Fatwa Perlindungan Al-Quds dari Upaya Yahudinisasi Israel

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:05

Pembelaan Terakhir John Field Cs: Kami Tidak Lari dan Hilangkan Bukti

Sabtu, 13 Juni 2026 | 23:41

Legislator PDIP Sebut Kenaikan BBM Ancam Daya Beli Kelas Menengah

Sabtu, 13 Juni 2026 | 23:14

Golkar: Mahasiswa Punya Hak untuk Menyampaikan Pendapat

Sabtu, 13 Juni 2026 | 22:52

Gagalkan Peredaran Ribuan Pil Terlarang, Satu Pengedar Ditangkap di Blora

Sabtu, 13 Juni 2026 | 22:27

Selengkapnya