Berita

Foto/Net

Politik

Harga BBM Naik, Jokowi Gali Kubur Sendiri

SENIN, 02 JULI 2018 | 16:39 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Presiden Joko Widodo (Jokowi) dinilai sedang menggali kuburnya sendiri. Kebijakan menaikan harga bahan bakar minyak (BBM) justru membuka pintu bagi hadirnya pemimpin selain Jokowi.

"Tentu rakyat ingin perubahan jika berbagai kebijakan pemerintah semakin mencekik leher rakyat," kata Ketua Majelis Jaringan Pro Demokrasi (ProDEM) Syafti "Ucok" Hidayat kepada Kantor Berita Politik RMOL, Senin (2/7).

Pendiri Barisan Relawan Jokowi Presiden (Bara JP) ini mengatakan kenaikan harga BBM akan memicu kenaikan harga berbagai kebutuhan rakyat. Di saat ekonomi sedang sulit sekarang ini kenaikan harga BBM akan semakin melemahkan daya beli rakyat.


"Kenaikan BBM juga akan memicu inflasi. Kondisi yang makin sulit ini akan mempengaruhi pilihan politik pada 2019 nanti," katanya.

Dia mengatakan tidak salah gerakan #2019GantiPresiden makin marak di berbagai daerah. Hal ini muncul karena pemerintahan Jokowi doyan membuat kebijakan yang merugikan rakyat.

"Jika berbagai kebijakan pemerintah semakin mencekik leher rakyat, ini akan membuka pintu bagi pemimpin baru yang mampu menyelesaikan berbagai masalah yang terjadi saat ini," tukas dia.

Harga BBM naik per Minggu, 1 Juli 2018. Jenis Pertamax dijual Rp 9.500/liter atau naik Rp 600. Pertamax Turbo Rp 10.700/liter atau naik Rp 600. Sementara Pertamina Dex Rp 10.500/liter atau naik Rp 500.

Tidak ada pejabat yang mengumumkan kenaikan BBM ini termasuk Jokowi. Pihak lain menuding pemerintah ingkar janji karena sebelumnya menjanjikan selama 2018 harga BBM, elpiji dan listrik tidak naik sebagaimana disampaikan Menkeu Sri Mulyani.

"Tidak ada kenaikan BBM, elpiji dan listrik, itu sudah sesuai," kata Sri Mulyani Indrawati di Gedung Djuanda, Kementerian Keuangan, Jakarta, Senin (21/8), tahun lalu.[dem]

Populer

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Saat Konglomerat Tan Kian Diamankan Polisi

Sabtu, 11 Juli 2026 | 21:50

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Permainan Kejagung Terlalu Kasar soal Penghentian Pengumpulan Data Program MBG

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:14

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

UPDATE

Megawati: Kudatuli adalah Simbol Ketidakadilan!

Selasa, 21 Juli 2026 | 23:38

Densus 88 Ciduk Dua Pria Terlibat Jaringan Terorisme di Ciamis dan Lampung

Selasa, 21 Juli 2026 | 23:11

PDIP Sebut Babinsa Awasi Wajib Pajak Salahi Wewenang

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:47

Purbaya Buka Peluang Ubah Status KEK di Bali untuk PFII

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:39

Megawati Minta Pramono dan Doel Kembalikan TIM jadi Tempat Seniman

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:30

Warga Kwini 8 Minta Sengketa Diselesaikan Lewat Jalur Hukum

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:28

PPP Dukung Tindakan Tegas Polri Jaga Kamtibmas di Jakarta

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:14

KPK Terbitkan Dua Sprindik Pengembangan Kasus Bea Cukai, Sudah Ada Tersangka

Selasa, 21 Juli 2026 | 21:31

Pakar Soroti Modus Dugaan TPPU Febrie dari Safe House hingga Temuan Emas Batangan

Selasa, 21 Juli 2026 | 21:24

Kiprah Mantri BRI Menjadi Penggerak Pertumbuhan Ekonomi Kerakyatan

Selasa, 21 Juli 2026 | 21:14

Selengkapnya