Berita

Rakhmat Husein/Net

Nusantara

PILGUB LAMPUNG

Jubir Herman-Sutono: Bawaslu Dan Polisi, Kok Nggak Bisa OTT Politik Uang?

SENIN, 25 JUNI 2018 | 22:20 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Pasangan Herman HN-Sutono tak puas kinerja Bawaslu dan kepolisian. Meski politik uang yang melibatkan kandidat tertentu sangat terang benderang, personel di dua institusi itu tidak melakukan penindakan.

"Rakyat seperti berjibaku sendiri, tidak tidur, ronda, dan mempertaruhkan nyawa untuk menangkap pelaku politik uang," ujar Ralhmat Juseon DC, jurubicara Herman-Sutono, Senin (25/6).

Dia menyesalkan Bawaslu dan Polda Lampung selama ini gembar-gembor kampanye antipolitik uang dan akan menindak tegas pelaku. Sementara, politik uang jelang pencoblosan Pilgub yang terjadi makin terang benderang dan masif melibatkan paslon tertentu hingga kabupaten/kota tidak ditindak.


"Personel banyak bahkan sampai pelosok desa, tapi kok nggak bisa OTT (operasi tangkap tangan) politik uang," keluh Husein.

Rakhmat mencontohkan praktik politik uang hingga ratusan juta di Tanggamus, Lampung Tengah dan Bandar Lampung sudah dilaporkan masyarakat tapi tidak ada kejelasan. Alih-alih itu, kata dia, Bawaslu dan jajaran Polda Lampung semestinya bisa menangkap pelaku tanpa menunggu laporan.

"Bawaslu dan Polda Lampung seharusnya bergerak melakukan OTT politik uang di seluruh Lampung," katanya.
 
"Kemana Bawaslu dan Polda Lampung? Kalau begini terus bukan tidak mungkin terjadi konflik antarpendukung paslon di lapangan. Kemana teriakan pilgub jurdil, aman, dan bermartabat tanpa politik uang?" sambung dia.

Husein menegaskan politik uang dalam Pilgub Lampung 2018 adalah kecurangan serius. Dalam peraturan perundang-undangannya jelas disebutkan politik uang bukan delik aduan tapi pelanggaran dengan sanksi diskualifikasi.

"Jangan tebang pilih. Siapa pun calon yang terbukti melakukan politik uang harus ditangkap dan didiskualifikasi," kata Rakhmat Husein seperti dilansir Kantor Berita RMOL Lampung.[dem]
 

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

2.241 ASN Resmi jadi Komcad Usai Latsarmil Gelombang Kedua Ditutup

Rabu, 30 September 2026 | 00:13

Sabar Tobing: AI Ubah Dunia Perpajakan, Talenta Digital Makin Dibutuhkan

Selasa, 29 September 2026 | 23:50

DPR Minta Pemerintah dan ASDP Tangani Kemacetan Horor Ketapang

Selasa, 29 September 2026 | 23:46

KPK Tegaskan Penyitaan Aset Silmy Karim Sah Usai Praperadilan Ditolak

Selasa, 29 September 2026 | 23:19

KPK Harus Transparan soal Kasus CSR BI-OJK yang Libatkan Dua Anggota DPR

Selasa, 29 September 2026 | 22:39

Kuasa Hukum Faizal Assegaf Apresiasi Polda Metro Periksa Jubir KPK

Selasa, 29 September 2026 | 22:32

Kantor PT Bela Parahiyangan Digeledah Buntut Dugaan Suap HGB ATR/BPN

Selasa, 29 September 2026 | 22:17

Apartemen Vinna Ledy yang Disita KPK Diduga Pemberian Pengusaha

Selasa, 29 September 2026 | 22:09

Membangun Ekosistem Keselamatan dan Perlindungan Korban

Selasa, 29 September 2026 | 22:08

Jokowi Masuk PSI Bisa Mengubah Konfigurasi Politik 2029

Selasa, 29 September 2026 | 22:04

Selengkapnya