Berita

Nusantara

Alasan Mardani Optimis Sudirman-Ida Bakal Salip Ganjar-Taj Yasin

JUMAT, 22 JUNI 2018 | 17:46 WIB | LAPORAN:

Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera memiliki keyakinan kuat pasangan Sudirman Said-Ida Fauziyah bakal unggul atas Ganjar Pranowo-Taj Yasin di hari pencoblosan Pilgub Jawa Tengah 2018.

Mardani mengakui bahwa saat ini elektabilitas Ganjar-Taj Yasin memang masih di atas. Namun begitu, dia yakin elektabilitas Sudirman-Ida terus merangkak hingga 27 Juni.

Mardani menilai isu korupsi yang menjadi konsen sebagian besar warga Jateng merupakan kunci elektabilitas Sudirman-Ida akan memimpin,   


"Tentu dengan adanya penangkapan kepala daerah di Jawa Tengah akhir-akhir ini akan berpengaruh," tegasnya dalam konferensi pers di kawasan Lebakbulus, Jakarta Selatan, Jumat (22/6).

Apalagi, Ganjar merupakan salah satu saksi yang selama ini bolak-balik dipanggil oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk dimintai keterangan atas kasus dugaan korupsi pengadaan KTP-el.

"Salah satu problem di Jawa Tengah adalah isu korupsi," tekan Mardani.

Tak hanya itu, dari survei internal PKS, perbedaan tingkat elektabilitas Sudirman-Ida dengan Ganjar-Taj tidak terpaut jauh.

"Terakhir survei internal kami hanya terpaut di bawah 10 persen. Mudah-mudahan dalam beberapa hari ke depan bisa berbalik," ungkap Mardani.

Sementara itu, dalam survei teranyar yang dirilis Roda Tiga Konsultan menunjukkan bahwa tingkat elektabilitas Ganjar-Taj masih unggul jauh dengan tingkat elektabilitas pasangan Sudirman-Ida.

Pasangan yang diusung PDIP, PPP, Demokrat, dan Nasdem itu memiliki tingkat elektabilitas sebesar 42,7 persen.

"Sementara pasangan Said-Ida Fauziyah hanya 11,9 persen, dan yang belum menentukan pilihan sebanyak 45 persen,” kata Direktur Riset RTK, Rikola Fedri.

Survei yang ini digelar pada tanggal 14 hingga 22 Mei dengan melibatkan 1.200 responden. Mereka dipilih dengan menggunakan metode stratified systemic random sampling. Margin of error survei adalah sebesar plus minus 2,9 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen. [ian]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

Pelaku Penembakan Rombongan Tito Karnavian Diringkus

Jumat, 03 April 2026 | 19:59

UPDATE

Kasus Viral Foto AI di Kalisari Cermin Lemahnya Pengawasan Aparatur

Rabu, 08 April 2026 | 00:14

MSP Raih Penghargaan Proper Emas dan Green Leadership Proper dari KLH

Rabu, 08 April 2026 | 00:04

Polri Ungkap Penyalahgunaan BBM dan LPG Subsidi, Kerugian Capai Rp1,26 Triliun

Selasa, 07 April 2026 | 23:27

Pengawasan Hutan Diperketat Antisipasi El Nino Ekstrem

Selasa, 07 April 2026 | 23:10

Demokrasi seharusnya Mengoreksi, bukan Meruntuhkan Legitimasi Negara

Selasa, 07 April 2026 | 23:00

HKTI Beri Pendampingan Peternak Lokal yang Dirugikan Perusahaan Besar

Selasa, 07 April 2026 | 22:58

Pulihkan Situasi Halmahera Tengah, Masyarakat Diminta Dukung TNI-Polri

Selasa, 07 April 2026 | 22:33

Dony Oskaria: 15 BUMN Logistik Digabung Bulan Depan

Selasa, 07 April 2026 | 22:19

GREAT Institute Dorong Prabowo Reshuffle 50 Persen Menteri di Kabinet

Selasa, 07 April 2026 | 21:59

Menko Yusril soal Kasasi Delpedro Dkk: Bisa Saja MA Putus NO

Selasa, 07 April 2026 | 21:42

Selengkapnya