Berita

Foto: RMOL Jabar

Nusantara

PILKADA SERENTAK 2018

AHY: Demokrat Bangga Bersaing Dengan Cara Tidak Kotor

JUMAT, 22 JUNI 2018 | 15:57 WIB | LAPORAN:

Semua Paslon yang didukung Partai Demokrat harus waspada terhadap kemungkinan adanya kecurangan yang dilakukan pesaing di Pilkada Serentak.

Begitu dikatakan Komandan Kogasma Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) saat bersilaturahmi dengan awak media di seputaran Tamansari Kota Bandung.

"Di masa-masa akhir kampanye Pilkada biasa suka muncul hal-hal yang nggak masuk akal, dimana orang melakukan upaya di luar akal sehat dan menggunakan segala cara untuk jadi pemenang. Itu harus kita waspadai," katanya seperti diberitakan RMOLJabar, Jumat (22/6).


Paslon yang didukung Demokrat, masih kata AHY, juga harus bersaing dengan adil dan menghindari praktik-praktik politik kotor.

"Kita akan bangga jika bisa memenangkan Pilkada dengan cara-cara yang baik bukan dengan cara-cara yang kotor," ujarnya.

"Apa yang bisa diharapkan rakyat jika pemimpinnya penyebar hoax, tukang fitnah dan jadi pemecah belah bangsa? Jangan sampai penggalan sejarah yang singkat ini menjadi penyebab pecahnya keutuhan bangsa," sambung AHY.

Dia menegaskan, kader Partai Demokrat harus berani melaporkan setiap pelanggaran yang dilakukan oleh lawan politik untuk memastikan Pilkada berjalan fair.

"Jangan sampai kecurangan dianggap hal lumrah dan lama-lama dianggap suatu yang benar. Kita punya keyakainan yang benar adalah benar apalagi ada tuhan yang menyaksikan apa-apa yang terjadi di sekitar kita," demikian putra sulung Ketua Umum Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono ini. [sam]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

Pelaku Penembakan Rombongan Tito Karnavian Diringkus

Jumat, 03 April 2026 | 19:59

UPDATE

Kasus Viral Foto AI di Kalisari Cermin Lemahnya Pengawasan Aparatur

Rabu, 08 April 2026 | 00:14

MSP Raih Penghargaan Proper Emas dan Green Leadership Proper dari KLH

Rabu, 08 April 2026 | 00:04

Polri Ungkap Penyalahgunaan BBM dan LPG Subsidi, Kerugian Capai Rp1,26 Triliun

Selasa, 07 April 2026 | 23:27

Pengawasan Hutan Diperketat Antisipasi El Nino Ekstrem

Selasa, 07 April 2026 | 23:10

Demokrasi seharusnya Mengoreksi, bukan Meruntuhkan Legitimasi Negara

Selasa, 07 April 2026 | 23:00

HKTI Beri Pendampingan Peternak Lokal yang Dirugikan Perusahaan Besar

Selasa, 07 April 2026 | 22:58

Pulihkan Situasi Halmahera Tengah, Masyarakat Diminta Dukung TNI-Polri

Selasa, 07 April 2026 | 22:33

Dony Oskaria: 15 BUMN Logistik Digabung Bulan Depan

Selasa, 07 April 2026 | 22:19

GREAT Institute Dorong Prabowo Reshuffle 50 Persen Menteri di Kabinet

Selasa, 07 April 2026 | 21:59

Menko Yusril soal Kasasi Delpedro Dkk: Bisa Saja MA Putus NO

Selasa, 07 April 2026 | 21:42

Selengkapnya