Berita

Nusantara

PUPR: Kurangi Risiko Banjir Solo, Penanganan Kali Pepe Hulu Dan Hilir Rampung Akhir 2018

JUMAT, 22 JUNI 2018 | 09:38 WIB | LAPORAN:

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) tengah menyelesaikan normalisasi Kali Pepe sebagai salah satu upaya pengendalian banjir Kota Solo.

Kota Solo atau Surakarta merupakan dataran rendah dan menjadi pertemuan beberapa sungai, yakni Kali Pepe, Kali Gajah Putih, Kali Anyar, Kali Premulung dan Sungai Bengawan Solo.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan, di samping pembangunan infrastruktur fisik, juga diperlukan kepedulian masyarakat terhadap lingkungan dan kebersihan sungai dalam penanggulangan banjir. Selain itu, khusus untuk penanganan banjir di Kota Solo, harus dilakukan secara terpadu dari hulu hingga hilir yang sudah dimulai sejak 2016.


Penanganan Kali Pepe dilakukan oleh Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo Direktorat Jenderal (Ditjen) Sumber Daya Air (SDA) melalui dua paket pekerjaan yakni Kali Pepe Hulu dan Kali Pepe Hilir.
Penanganan Kali Pepe Hulu memberi manfaat mengurangi risiko banjir seluas kurang lebih 230 hektar di Kecamatan Pasar Kliwon dan Jebres. Sementara di daerah hilir akan mengurangi risiko genangan banjir seluas kurang lebih 80 hektar di Kecamatan Banjarsari, Pasar Kliwon, dan Laweyan.

Kegiatan yang dilakukan di Kali Pepe Hulu di antaranya yakni normalisasi dan revetment sepanjang 1.566 meter, rehabilitasi Bendung Karet Tirtonadi sepanjang 60 meter, pekerjaan rumah genset Bendung Tirtonadi, dan pembersihan hulu bendung (Manahan dan Nusukan), dan normalisasi Kali Gajah. Bendung Karet Tirtonadi merupakan sebuah long storage sepanjang 5.010 meter di mana setelah rehabilitasi kapasitas tampung akan bertambah menjadi 1 juta meter kubik.

Direktur Jenderal Sumber Daya Air Kementerian PUPR, Imam Santoso, mengatakan Bendung Karet Tirtonadi akan menggunakan teknologi gate panel yang pertama di Indonesia. Keunggulan teknologi tersebut di antaranya waktu pengoperasian singkat, mampu melindungi air blader dari material sungai, tahan terhadap perubahan suhu ekstrim dan vandalisme.

“Jika gate panel ini berhasil di Bendung Karet Tirtonadi, maka akan diterapkan juga di bendung-bendung lain di Indonesia. Terutama yang aliran sungainya dipenuhi batu. Ini untuk proteksi bendungnya. Batu-batu di sungai wilayah Indonesia Timur kan bisa merusak bendung. Adanya gate panel plat baja diharapkan bisa meminimalisir kerusakan,” kata Imam Santoso, diberitakan Biro Komunikasi Publik Kementerian PUPR.

Progres pekerjaan di Kali Pepe Hulu hingga awal Juni telah mencapai 82,83 persen atau lebih cepat dari rencana sebesar 79,83 persen. Konstruksi dilakukan oleh PT. Basuki Rahmanta Putra dengan nilai kontrak Rp 121,45 miliar dengan kontrak tahun jamak 2016-2018.

Untuk pekerjaan Kali Pepe Hilir diantaranya berupa pekerjaan tebing beton sepanjang 10.115 metermulai dari Pintu Air Demangan hingga Jalan Merak VI, perbaikan pagar dan pengerukan badan sungai.

Progres pekerjaan telah mencapai 92,55 persen atau lebih cepat dari rencana 87,56 persen. Kontraktor pelaksana adalah PT. Adhi Karya-PT. Minarta (Kerjasama Operasi) dengan nilai kontrak sebesar Rp 173,04 miliar dengan kontak tahun jamak 2016-2018.

Pengendalian banjir Kota Solo sangat penting karena sebagai Kota Pusaka, Kota Solo banyak memiliki peninggalan budaya sebagai daerah tujuan wisata dan cagar budaya seperti Keraton Kasunanan Surakarta dan Pura Mangkunegaran.

Destinasi wisata di Kota Solo juga akan semakin ramai dikunjungi wisatawan dengan terhubungnya tol Semarang ke Solo dan Surabaya ke Solo yang merupakan bagian dari Tol Trans Jawa. [ald]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

Pelaku Penembakan Rombongan Tito Karnavian Diringkus

Jumat, 03 April 2026 | 19:59

UPDATE

Kasus Viral Foto AI di Kalisari Cermin Lemahnya Pengawasan Aparatur

Rabu, 08 April 2026 | 00:14

MSP Raih Penghargaan Proper Emas dan Green Leadership Proper dari KLH

Rabu, 08 April 2026 | 00:04

Polri Ungkap Penyalahgunaan BBM dan LPG Subsidi, Kerugian Capai Rp1,26 Triliun

Selasa, 07 April 2026 | 23:27

Pengawasan Hutan Diperketat Antisipasi El Nino Ekstrem

Selasa, 07 April 2026 | 23:10

Demokrasi seharusnya Mengoreksi, bukan Meruntuhkan Legitimasi Negara

Selasa, 07 April 2026 | 23:00

HKTI Beri Pendampingan Peternak Lokal yang Dirugikan Perusahaan Besar

Selasa, 07 April 2026 | 22:58

Pulihkan Situasi Halmahera Tengah, Masyarakat Diminta Dukung TNI-Polri

Selasa, 07 April 2026 | 22:33

Dony Oskaria: 15 BUMN Logistik Digabung Bulan Depan

Selasa, 07 April 2026 | 22:19

GREAT Institute Dorong Prabowo Reshuffle 50 Persen Menteri di Kabinet

Selasa, 07 April 2026 | 21:59

Menko Yusril soal Kasasi Delpedro Dkk: Bisa Saja MA Putus NO

Selasa, 07 April 2026 | 21:42

Selengkapnya