Arus mudik lebaran tahun 2018 berjalan lancar ternyata hanya gembar-gembor pemerintah dan atau relawan pendukung pemerintah.
“Alhamdulillah bisa mengarungi arus mudik dan arus balik tahun 2018 dalam suasana bermacet ria seperti tahun-tahun sebelumnya," kata Ketua Presidium Perhimpunan Masyarakat Madani (Prima) Sya'roni di akun Facebooknya, Kamis (21/6).
"Awalnya kaget, ketika diberitakan arus mudik lancar jaya, misalnya Jakarta-Jepara ditempuh hanya 12 Jam. Tapi setelah menjalani sendiri, macet masih ada," tulis dia lagi.
Sya'roni menceritakan bersama keluarga berangkat mudik pada H-2, Rabu (13/6), pukul 23.00 WIB dan tiba di kampung halaman Demak, Jawa Tengah pada Kamis (14/6) pukul 17.00 WIB. Jakarta-Demak ditempuh dalam tempo 17 jam.
Pada arus balik Sya'roni dan keluarga memilih H+4, atau Selasa (19/6). Berangkat dari Demak pukul 20.00 WIB dan tiba di Jakarta keesokan harinya, pukul 20.00 WIB. Arus balik Demak-Jakarta ditempuh dalam waktu 24 jam.
"Banyak cerita yang tertoreh. Misalnya, saat kami sakit perut dan tidak menemukan obat di toko/warung, akhirnya kami mendatangi posko kesehatan di rest area Tol Palikanci,
alhamdulillah mendapatkan pelayanan yang sangat baik," katanya.
"Penghargaan patut diberikan kepada pemerintah beserta aparat yang bertugas di lapangan, atas pelayanan yang diberikan mulai dari penggunaan tol fungsional, sistem buka tutup, contra-flow hingga one way. Tapi
alhamdulillah kami masih bisa menikmati bermacet ria," demikian Sya'roni.
[ian]