Berita

Foto/Net

Nusantara

Iwan Bule Tak Bisa Genjot Elektabilitas Hasanah

RABU, 20 JUNI 2018 | 18:21 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Pelantikan Komjen Iriawan alias Iwan Bule sebagai penjabat gubernur Jawa Barat tidak berpengaruh apapun terhadap elektabilitas pasangan Hasanuddin-Anton Charliyan di Pilkada Jawa Barat 2018.

Demikian dikatakan pengamat politik Muhammad Qodari ketika di temui di Hotel Harris Suites FX Sudirman, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (20/6).

"Saya belum melihat soal adanya korelasi antara pelantikan Iwan Bule dengan pasangan Hasanah," ujar Qodari.


Anggapan penunjukkan Iwan Bule terkait kepentingan pilkada muncul karena penunjukan dilakukan jelang pilkada. Terkait kepentingan pemenangan Hasanah, pasangan yang diusung PDIP, karena Anton Charliyan berasal dari Polri.

Qodari justru memandang pelantikan perwira tinggi Polri itu malah mendatangkan kegaduhan baru dari tenangnya Pilkada di Jabar.

Pelantikan Iwan Bule, kata Qodari, menjadi sasaran tembak isu-isu bahwa pelantikan itu untuk memuluskan pasangan Hasanah di mana Anton Charliyan juga seorang polisi.

"Yang ada, justru politik di Jabar yang tadinya menurut saya sudah tenang justru malah jadi isu dan kontroversi baru," tukasnya.

Mayoritas lembaga survei menyebut elektabilitas pasangan Hasanah menempati posisi buncit. Terbaru, misalnya, survei Indobarometer.

Dalam survei yang dirilis hari ini disebutkan elektabilitas pasangan Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul Ulum lebih tinggi atas tiga pasangan calon gubernur dan wakil gubernur lainnya yang bertarung dalam Pilkada Jabar 2018. Pasangan Ridwan-Uu dipilih 36,9 persen responden. Di urutan kedua pasangan Deddy Mizwar-Dedi Mulyadi dengan elektabilitas 30,1 persen.

Adapun pasangan yang elektabilitasnya berada pada urutan ketiga dan keempat, yakni pasangan Sudrajat-Ahmad Syaikhu (6,1 persen) serta pasangan TB Hasanudin-Anton Charliyan (5 persen).[dem]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

Pelaku Penembakan Rombongan Tito Karnavian Diringkus

Jumat, 03 April 2026 | 19:59

UPDATE

Kasus Viral Foto AI di Kalisari Cermin Lemahnya Pengawasan Aparatur

Rabu, 08 April 2026 | 00:14

MSP Raih Penghargaan Proper Emas dan Green Leadership Proper dari KLH

Rabu, 08 April 2026 | 00:04

Polri Ungkap Penyalahgunaan BBM dan LPG Subsidi, Kerugian Capai Rp1,26 Triliun

Selasa, 07 April 2026 | 23:27

Pengawasan Hutan Diperketat Antisipasi El Nino Ekstrem

Selasa, 07 April 2026 | 23:10

Demokrasi seharusnya Mengoreksi, bukan Meruntuhkan Legitimasi Negara

Selasa, 07 April 2026 | 23:00

HKTI Beri Pendampingan Peternak Lokal yang Dirugikan Perusahaan Besar

Selasa, 07 April 2026 | 22:58

Pulihkan Situasi Halmahera Tengah, Masyarakat Diminta Dukung TNI-Polri

Selasa, 07 April 2026 | 22:33

Dony Oskaria: 15 BUMN Logistik Digabung Bulan Depan

Selasa, 07 April 2026 | 22:19

GREAT Institute Dorong Prabowo Reshuffle 50 Persen Menteri di Kabinet

Selasa, 07 April 2026 | 21:59

Menko Yusril soal Kasasi Delpedro Dkk: Bisa Saja MA Putus NO

Selasa, 07 April 2026 | 21:42

Selengkapnya