Berita

Qodari/Net

Nusantara

Meski Teratas, Elektabilitas Pasangan Rindu Alami Tren Menurun

RABU, 20 JUNI 2018 | 17:20 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Pasangan Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul Ulum masih unggul di Pilkada Jawa Barat 2018.

Berdasarkan survei terbaru yang dirilis Indobarometer bertajuk “Dinamika Pilgub dan Pilpres Di Jawa Barat, Jawa Tengah, Sumatera Utara dan Sulawesi Selatan”, elektabilitas pasangan Rindu masih berada di atas tiga pesaingnya.

"Pasangan Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul (Rindu) menjadi yang paling tinggi elektabilitasnya, yaitu 36,9 persen disusul pasangan Deddy Mizwar-Dedi Mulyadi (Duo DM) dengan 30,1 persen," ujar Direktur Eksekutif Indobarometer, Muhammad Qodari di Hotel Harris Suites FX Sudirman, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (20/6).


Sementara itu pasangan Sudrajat-Ahmad Syaikhu (Asyik) memperoleh elektabilitas 6,1 persen dan di posisi buncit ada pasangan Hasanuddin-Anton Charliyan (Hasanah) dengan 5 persen.

Meski masih unggul, elektabilitas pasangan Rindu berada dalam tren yang menurun. Pada Januari lalu, elektabilitas mereka 44,8 persen dan terkini menjadi 36,9 persen.

"Tiga pasangan lainnya lebih positif, pasangan Hasanah dalam periode yang sama dari 1 persen menjadi 5 persen. Pasangan Asyik dari 0,9 persen menjadi 6,1 persen dan Duo DM dari 27,9 persen menjadi 30,1 persen," jelasnya.

Survei Indobarometer tersebut dilakukan dalam periode 7 hingga 13 Juni 2018 dengan melibatkan 1200 responden di 27 kota/kabupaten di seluruh Jabar. Margin of error survei plus minus 2,83 persen dan tingkat kepercayaannya 95 persen. [ian]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

Pelaku Penembakan Rombongan Tito Karnavian Diringkus

Jumat, 03 April 2026 | 19:59

UPDATE

Kasus Viral Foto AI di Kalisari Cermin Lemahnya Pengawasan Aparatur

Rabu, 08 April 2026 | 00:14

MSP Raih Penghargaan Proper Emas dan Green Leadership Proper dari KLH

Rabu, 08 April 2026 | 00:04

Polri Ungkap Penyalahgunaan BBM dan LPG Subsidi, Kerugian Capai Rp1,26 Triliun

Selasa, 07 April 2026 | 23:27

Pengawasan Hutan Diperketat Antisipasi El Nino Ekstrem

Selasa, 07 April 2026 | 23:10

Demokrasi seharusnya Mengoreksi, bukan Meruntuhkan Legitimasi Negara

Selasa, 07 April 2026 | 23:00

HKTI Beri Pendampingan Peternak Lokal yang Dirugikan Perusahaan Besar

Selasa, 07 April 2026 | 22:58

Pulihkan Situasi Halmahera Tengah, Masyarakat Diminta Dukung TNI-Polri

Selasa, 07 April 2026 | 22:33

Dony Oskaria: 15 BUMN Logistik Digabung Bulan Depan

Selasa, 07 April 2026 | 22:19

GREAT Institute Dorong Prabowo Reshuffle 50 Persen Menteri di Kabinet

Selasa, 07 April 2026 | 21:59

Menko Yusril soal Kasasi Delpedro Dkk: Bisa Saja MA Putus NO

Selasa, 07 April 2026 | 21:42

Selengkapnya