Berita

Foto: RMOL Jabar

Nusantara

Survei Membuktikan, Yossi-Aries Menang Di Pilkada Bandung

RABU, 20 JUNI 2018 | 15:29 WIB | LAPORAN:

Pasangan Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bandung nomor urut 2, Yossi Irianto-Aries Supriatna kembali unggul dalam riset yang dilakukan lembaga survei Indodata.

Dari survei terakhir yang dilakukan Juni 2018, paslon yang memiliki jargon Hebring (Hebat dan Ringkas) ini meraih elektabilitas (tingkat keterpilihan) sebesar 38,2 persen.

Perolehan tersebut semakin menegaskan paslon Yossi-Aries meninggalkan Oded M Danial-Yana Mulayana yang harus puas di posisi terakhir sebesar 21,4 persen.


Sementara itu, pasangan Nurul Arifin - Chairul Yaqin Hidayat akhirnya merebut posisi kedua setelah meraih elektabilitas sebesar 30,2 persen. Posisi kedua ini biasanya selalu diisi oleh pasangan Oded - Yana.

Indodata juga telah melakukan tiga kali survei terkait Pilkada Bandung. Dalam survei Februari 2018, pasangan Yossi-Aries mendapatkan 35,2 persen, sementara Oded-Yana berada di posisi kedua dengan 33,9 persen, dan Nurul-Chairul di posisi ketiga 18,2 persen.

Selanjutnya, survei kedua Indodata pada April 2018. Hasilnya pasangan Oded-Yana mulai mendekati pasangan Yossi-Aris dengan selisih tipis. Pada survei kedua itu, Oded-Yana meraih 35,4 persen dan Yossi-Aris 37,7 persen. Sementara Nurul-Chairul masih di posisi ketiga dengan 19,7 persen.

Kemudian, survei ketiga yang dilakukan Mei 2018, pasangan Yossi-Aries unggul telak dibandingkan paslon lainnya. Mereka meraih 38,2 persen dan Oded-Yana di posisi kedua 29,3 persen. Sementara Nurul-Chairul terpaut sedikit dari posisi kedua yakni 27,8 persen.

Direktur Eksekutif Indodata, Danis T Saputra mengatakan, unggulnya Yossi-Aries dikarenakan pasangan ini dianggap berpengalaman dan memiliki program yang riil untuk Kota Bandung 2018-2023. Pasangan ini juga mampu merangkul semua kalangan.

"Yossi - Aries bahkan berpeluang menguat menjadi 40-60 persen lantaran dipengaruhi dukungan Ridwan Kamil sebagai wali kota sebelumnya," kata Danis dalam pemaparan hasil survei di Pasar Cisangkuy, Bandung, Rabu (20/6).

Menguatnya elektabilitas Nurul-Chairul diprediksi bakal bertahan di posisi kedua menggantikan Oded - Yana. Sebab, penokohan Chairul sebagai cucu HOS Tjokroaminoto dianggap cukup berhasil.

"Image Ibu Risma di Surabaya sebagai pemimpin perempuan yang sukses juga cukup berpengaruh. Pasangan ini juga mampu merangkul aktivis ramah lingkungan," jelas Danis seperti diberitakan RMOLJabar.

Pasangan Oded-Yana yang melorot diposisi terakhir dikarenakan berbagai issu yang menerpa calon yang diusung PKS dan Gerindra Itu. Misalnya saja, isu PKS terkait radikalisme.

"Pasangan Oded-Yana melemah ke posisi ketiga lantaran isu PKS yang tidak mengakomodir kearifan lokal. Lemahnya kepuasan publik terhadap jawaban pada saat debat dan program-program yang dianggap tidak real ikut menjadi penyebab pasangan ini harus harus menyerahkan posisi kedua kepada Nurul-Chairul," ungkap Danis.

Jika hasil survei ini tidak berubah, pasangan Yossi-Aries akan tetap pada posisi pertama atau berpeluang besar menjadi Wali Kota Bandung pada Pilwalkot 27 Juni mendatang.

"Hasil survei ini membuktikan dan menguatkan prediksi dan hasil survei sebelumnya yang dirilis pada 8 Juni 2018 yang menyatakan pasangan Yossi-Aries merupakan pasangan yang cenderung menguat dan berpeluang menjadi pemenang. Sedangkan pasa posisi kedua akan ditempati pasangan Nurul-Chairul dan pasangan Oded-Yana turun pada posisi ketiga," pungkas Danis.

Survei Indodata menggunakan metode Mix Method, yakni menggabungkan informasi data terbuka dan informasi data tertutup.

Metode campuran ini, pada survei Februari melibatkan 1241 responden dan margin of error 2,78 persen. Selanjutnya April 2018 dengan 1241 responden dan margin error 2,78 persen. Sementara survei Mei dengan 1241 responden dan margin error 2,78 persen.

Sedangkan penelitian 11 hingga 18 Juni 2018 dilakukan dengan menggunakan metode survei pada 1241 responden dan margin of error 2,78 persen.

Kemudian, penelitian dilanjutkan dengan penelitian kualitatif pada Juni 2018 dengan melakukan analisa terhadap isu media dan wawancara masyarakat yang dilakukan secara purposive. [sam]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

Pelaku Penembakan Rombongan Tito Karnavian Diringkus

Jumat, 03 April 2026 | 19:59

UPDATE

Kasus Viral Foto AI di Kalisari Cermin Lemahnya Pengawasan Aparatur

Rabu, 08 April 2026 | 00:14

MSP Raih Penghargaan Proper Emas dan Green Leadership Proper dari KLH

Rabu, 08 April 2026 | 00:04

Polri Ungkap Penyalahgunaan BBM dan LPG Subsidi, Kerugian Capai Rp1,26 Triliun

Selasa, 07 April 2026 | 23:27

Pengawasan Hutan Diperketat Antisipasi El Nino Ekstrem

Selasa, 07 April 2026 | 23:10

Demokrasi seharusnya Mengoreksi, bukan Meruntuhkan Legitimasi Negara

Selasa, 07 April 2026 | 23:00

HKTI Beri Pendampingan Peternak Lokal yang Dirugikan Perusahaan Besar

Selasa, 07 April 2026 | 22:58

Pulihkan Situasi Halmahera Tengah, Masyarakat Diminta Dukung TNI-Polri

Selasa, 07 April 2026 | 22:33

Dony Oskaria: 15 BUMN Logistik Digabung Bulan Depan

Selasa, 07 April 2026 | 22:19

GREAT Institute Dorong Prabowo Reshuffle 50 Persen Menteri di Kabinet

Selasa, 07 April 2026 | 21:59

Menko Yusril soal Kasasi Delpedro Dkk: Bisa Saja MA Putus NO

Selasa, 07 April 2026 | 21:42

Selengkapnya