Berita

Nusantara

TRAGEDI SINAR BANGUN

350 Personel Gabungan Cari Korban Hilang KM Sinar Bangun Yang Jumlahnya Simpang Siur

RABU, 20 JUNI 2018 | 11:14 WIB | LAPORAN: IDHAM ANHARI

Mabes Polri menjelaskan, saat ini sebanyak 350 personel gabungan yang terdiri dari Basarnas, TNI, Polri dan relawan bergerak mencari lebih dari 160 korban Kapal Motor Sinar Bangun yang masih hilang di perairan Danau Toba.

Kepala Bagian Penerangan Satuan Divisi Humas Polri, Kombes Pol Yusri Yunus, mengatakan, pencarian dibagi dalam tiga zona yakni zona 1 tempat tenggelamnya kapal, zona 2 di 100 meter sebelah kanan dari tenggelamnya kapal dan zona 3 sekitar 100 meter sebelah kiri dari tenggelamnya kapal.

Namun, tambah Yusri, sampai pagi ini pencarian belum menemukan korban yang hilang.


“Melakukan penyelaman sampai dengan kedalaman 25 meter dan belum ditemukan korban,” kata Yusri kepada wartawan, Rabu (20/6).

Untuk itu, selain mengerahkan personel, tim gabungan juga menggunakan bantuan alat remotely operated underwater vehicle atau ROV untuk mendeteksi logam hingga kedalaman 200 meter.

Sejauh ini baru 19 orang korban yang ditemukan, 18 orang selamat dan satu orang dipastikan meninggal dunia.

“14 laki-laki, lima perempuan, sudah ditemukan. Satu orang meninggal atas nama SSW, mahasiswi,” jelasnya.

Dari data yang dihimpun di posko crisis center berdasarkan laporan dari masyarakat yang merasa kehilangan kerabat, jumlah total korban yang hilang ada 178 orang.

Jumlah ini bertambah 12 orang dari sebelumnya 166 orang yang dilaporkan menghilang dalam tragedi tenggelamnya KM Sinar Bangun. [ald]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

Pelaku Penembakan Rombongan Tito Karnavian Diringkus

Jumat, 03 April 2026 | 19:59

UPDATE

Kasus Viral Foto AI di Kalisari Cermin Lemahnya Pengawasan Aparatur

Rabu, 08 April 2026 | 00:14

MSP Raih Penghargaan Proper Emas dan Green Leadership Proper dari KLH

Rabu, 08 April 2026 | 00:04

Polri Ungkap Penyalahgunaan BBM dan LPG Subsidi, Kerugian Capai Rp1,26 Triliun

Selasa, 07 April 2026 | 23:27

Pengawasan Hutan Diperketat Antisipasi El Nino Ekstrem

Selasa, 07 April 2026 | 23:10

Demokrasi seharusnya Mengoreksi, bukan Meruntuhkan Legitimasi Negara

Selasa, 07 April 2026 | 23:00

HKTI Beri Pendampingan Peternak Lokal yang Dirugikan Perusahaan Besar

Selasa, 07 April 2026 | 22:58

Pulihkan Situasi Halmahera Tengah, Masyarakat Diminta Dukung TNI-Polri

Selasa, 07 April 2026 | 22:33

Dony Oskaria: 15 BUMN Logistik Digabung Bulan Depan

Selasa, 07 April 2026 | 22:19

GREAT Institute Dorong Prabowo Reshuffle 50 Persen Menteri di Kabinet

Selasa, 07 April 2026 | 21:59

Menko Yusril soal Kasasi Delpedro Dkk: Bisa Saja MA Putus NO

Selasa, 07 April 2026 | 21:42

Selengkapnya