Berita

Ilustrasi/Net

Nusantara

ARUS BALIK LEBARAN

Tim Urai Siaga Di Terowongan Nagreg

SELASA, 19 JUNI 2018 | 22:25 WIB | LAPORAN:

Jajaran Kepolisian (Polres) Resor Bandung akan menyiapkan tim urai untuk ditempatkan di sepanjang terowongan Nagreg selama arus balik 1439 Hijriah. Hal itu seiring banyaknya pemudik motor yang berhenti mendadak di jalur tersebut.

Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Bandung AKP Dony Eko Wicaksono mengatakan, tim urai ini penting selama arus balik karena pemasangan sejumlah spanduk larangan berhenti di terowongan Nagreg nampak kurang efektif sehingga perlu cara lain.

"Berhenti didalam terowongan ataupun sebelum terowongan itu sangat berbahaya sekali. Karena selain dapat menyebabkan perlambatan arus lalu lintas (lalin)  juga membahayakan bagi para pemudik itu sendiri," ujar Dony, seperti diberitakan RMOLJabar, Selasa (19/6).


Menurut dia, larangan berhenti sudah dilakukan sejak awal begitu momentum arus mudik. Mulai dari sosialisasi langsung ke pengendara maupun dengan membuat spanduk tepat dijalur lingkar Nagreg.

"Karena posisi terowongan yang dilewati itu berbelok, sehingga pandangan pengguna jalan dari arah barat ke timur agak berkurang, karena tertutup oleh belokan jadi bahaya diam diterowongan," katanya.

Selain rawan kecelakaan, lanjut Dony, melakukan aktifitas seperti berfoto di jalur mudik termasuk di terowongan Nagreg akan membuat kemacetan. Apalagi, saat puncak arus balik pasca Idul Fitri berlangsung.

"Makanya kami akan menempatkan tim urai massa (raimas) di sepanjang jalur lingkar Nagreg. Gunanya memberi himbauan ke pengendara tidak berhenti sembarangan tak terkecuali di terowongan," tandasnya. [sam]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

Pelaku Penembakan Rombongan Tito Karnavian Diringkus

Jumat, 03 April 2026 | 19:59

UPDATE

Kasus Viral Foto AI di Kalisari Cermin Lemahnya Pengawasan Aparatur

Rabu, 08 April 2026 | 00:14

MSP Raih Penghargaan Proper Emas dan Green Leadership Proper dari KLH

Rabu, 08 April 2026 | 00:04

Polri Ungkap Penyalahgunaan BBM dan LPG Subsidi, Kerugian Capai Rp1,26 Triliun

Selasa, 07 April 2026 | 23:27

Pengawasan Hutan Diperketat Antisipasi El Nino Ekstrem

Selasa, 07 April 2026 | 23:10

Demokrasi seharusnya Mengoreksi, bukan Meruntuhkan Legitimasi Negara

Selasa, 07 April 2026 | 23:00

HKTI Beri Pendampingan Peternak Lokal yang Dirugikan Perusahaan Besar

Selasa, 07 April 2026 | 22:58

Pulihkan Situasi Halmahera Tengah, Masyarakat Diminta Dukung TNI-Polri

Selasa, 07 April 2026 | 22:33

Dony Oskaria: 15 BUMN Logistik Digabung Bulan Depan

Selasa, 07 April 2026 | 22:19

GREAT Institute Dorong Prabowo Reshuffle 50 Persen Menteri di Kabinet

Selasa, 07 April 2026 | 21:59

Menko Yusril soal Kasasi Delpedro Dkk: Bisa Saja MA Putus NO

Selasa, 07 April 2026 | 21:42

Selengkapnya