Berita

Foto: Net

Politik

PPP Jakarta Memanas Dengar Isu Lulung "Ganti Perahu"

SELASA, 19 JUNI 2018 | 22:15 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Politisi PPP DKI Jakarta, Riano P Ahmad menanggapi pernyataan Ketua DPW PPP Abdul Aziz yang mengaku tak pernah memecat Abraham Lunggana (Haji Lulung) karena menolak mendukung Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) pada Pilkada DKI Jakarta 2017 lalu.

Riano meminta Aziz kreatif jika ingin merilis sebuah berita tanpa mendompleng pernyataan Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Uno.

"Kalau Aziz mau bikin berita, saya minta Aziz punya ide sendiri mengomentari Haji Lulung, jangan mbonceng pak Wagub dong," kata Riano kepada wartawan di Jakarta, Selasa malam (19/6).


Riano menegaskan, bantahan apapun yang dilontarkan Aziz mustahil bisa menghapus ingatan publik perihal dukungan PPP baik kubu Djan Farid, kubu Romahurmuzy dan PPP Aziz yang pada Pilkada DKI 2017 lalu kompak mendukung penista agama, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).

"Tentu Aziz tidak akan lupa, soal pemecatan terhadap Haji Lulung oleh Djan Farid dilakukan sehari setelah Haji Lulung mendeklarasikan diri mendukung Anies-Sandi. Haji Lulung deklasi 12 Maret 2017, dan langsung dipecat keesokan harinya pada 13 Maret," beber dia.

"Nah, saat PPP Djan memecat Haji Lulung, Romy dan Aziz kan diam. Diamnya Romy-Aziz bisa diartikan juga mengamini pemecatan Haji Lulung. Karena saat itu mereka (Djan, Romy dan Aziz) semuanya mendukung Ahok," ungkapnya.

Selain itu, klaim Aziz yang menyebut Romy tak pernah memecat Haji Lulung juga tidak sepenuhnya benar. Dalam catatan Riano, Ketua DPP PPP kubu Romahurmuzy yang saat itu masih dualisme, juga pernah memecat Haji Lulung dengan alasan tak disiplin.

"Bahkan, Romy lebih dulu memecat HL (panggilan akrab Haji Lulung) dari pada Djan Farid. Karena saat itu HL tidak di gerbong dia. Alasannya, tidak disiplin," ungkapnya.

Saat itu, masih kata Riano, posisi Ketua DPW PPP DKI pengganti Haji Lulung adalah Joko Krismiantoro.

"Haji Lulung dipecat Romy tepatnya pada 30 Oktober 2014, waktu masih dualisme. Bahkan, bukan cuma HL, karena di tanggal dan tahun yang sama beberapa Anggota DPRD DKI kubu Djan Farid juga dipecat Romy. Diantaranya, saya sendiri, Belly Bilalusalam, Haji Maman, Nina Lubena Samsudin dan Randhika. Lain kali jangan asal ngaku-ngaku tidak pernah memecat deh," ujar Ketua Komisi A DPRD DKI yang dikenal sebagai loyalis Haji Lulung ini.

"Tapi, Aziz tidak usah panik apalagi baper. Setahu saya Haji Lulung belum pindah kok dari PPP. Itu kemaren sama Pak Zulkifli (Ketum PAN) cuma silaturrahmi antar dua sahabat saja. Jangan dikira acara mudik bersama di Masjid At Tiin, Minggu (17/6/2018) kemarin itu acaranya PAN atau PPP."

"Kemarin kan ada Fadli Zon, Rizal Ramli, dan beberapa tokoh lainnya. Masak kalau HL besok bareng SBY dianggapnya pindah ke Demokrat? hehe. Sudah lah, jangan gunda gulana, biasa-biasa saja," sambung Riano.

Dia menambahkan, yang tidak akan dilupakan oleh warga Jakarta adalah posisi Aziz sebagai Ahokers.

"Sayangnya jejak, dokumen, digital dan medsos tidak akan pernah bisa ditutupi dengan bantahan apapun," demikian Riano.

Ketua DPW PPP DKI Jakarta, Abdul Aziz sempat angkat suara perihal santernya kabar tentang bakal hengkangnya Abraham 'Lulung' Lunggana dari partai Ka'bah.

Dia mengaku, bahwa selama ini pihaknya tak pernah melakukan pemecatan terhadap Haji Lulung karena menolak mendukung Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) pada Pilkada DKI Jakarta 2017 lalu.

"Dalam catatan kami, pemecatan dilakukan oleh Sdr Djan Faridz, sebagaimana pernah diberitakan media beberapa waktu lalu," kata Aziz dalam keterangan rilisnya yang tersebar di kalangan awak media, beberapa saat tadi. [dem]

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Kasus MBG Melebar, Tersangka Sebut 30 Tokoh Besar Terlibat

Sabtu, 06 Juni 2026 | 23:39

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

iPhone Raffi Ahmad Dikirim dari AS Tanpa Disebut dalam Dokumen

Selasa, 09 Juni 2026 | 00:01

UPDATE

Membaca Manuver Gibran Terima Mahasiswa Pendemo

Rabu, 17 Juni 2026 | 00:23

Bamus Betawi Siapkan Program Strategis Menuju Lima Abad Jakarta

Rabu, 17 Juni 2026 | 00:18

BEM Bersatu Ungkap Tiyo Ardianto Dekat dengan Jaringan PDIP dan Eks Timses Ganjar

Rabu, 17 Juni 2026 | 00:08

Nasabah BRImo Bisa Beli Reksa Dana USD Batavia

Rabu, 17 Juni 2026 | 00:04

BEM Bersatu: Mobil Tiyo Ardianto Diduga Milik Besan Andhika Perkasa

Rabu, 17 Juni 2026 | 00:01

Tahun Baru Tanpa Kembang Api

Selasa, 16 Juni 2026 | 23:30

Haikal Hassan Dianugerahi Gelar Profesor Kehormatan dari Silla University Korsel

Selasa, 16 Juni 2026 | 23:14

Rp35 Triliun Anggaran MBG Berubah Jadi Sampah

Selasa, 16 Juni 2026 | 23:00

Kemensos Genjot Sentra Terpadu jadi Pusat Pemberdayaan Masyarakat

Selasa, 16 Juni 2026 | 22:57

Pola Kenaikan Tidak Biasa Kekayaan Menko Pangan Zulkifli Hasan

Selasa, 16 Juni 2026 | 22:43

Selengkapnya