Berita

Foto: RMOL Jabar

Nusantara

H+3 LEBARAN

32 Wisatawan Terseret Ombak Di Pelabuhan Ratu

SENIN, 18 JUNI 2018 | 15:02 WIB | LAPORAN:

Sampai saat ini sudah 32 wisatawan menjadi korban tenggelam di Pantai Pelabuhan Ratu. Kejadian tersebut terjadi sejak H+1 hingga H+3 lebaran.

Data Balai Wisata Penyelemat Tirta (Balawista) Pelabuhan Ratu menyebutkan, korban tenggelam paling banyak terjadi pada H+1, yakni mencapai 21 orang. Sementara H+2 sebanyak 9 orang dan H+3 jumlahnya sebanyak 1 orang.

Ketua Harian Balawista Kabupaten Sukabumi, Yanyan Nuryanto mengatakan, dari seluruh korban tenggelam, terdapat dua orang yang meninggal.


"Satu orang tewas di Karang Naya, dan satu lagi di Pantai karanghawu. Sementara sisanya atau sebanyak 30 orang selamat," ujarnya saat ditemui di Pantai Istiqomah, Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, Senin (18/6).

Menurutnya, kejadian korban tenggelam tersebut tersebar di sejumlah pantai yang berbeda di Pelabuhan Ratu. Mulai dari Pantai Istiqomah, Cimaja, Karang Naya, Karang Hawu, Istana Presiden (IP), dan Kebon Kalapa.

"Dari semua tempat kejadian, di Pantai Istiqomah lah yang paling banyak kejadian," ucapnya seperti diberitakan RMOLJabar.

Yanyan mengatakan, banyak wisatawan yang tenggelam tersebut dipicu oleh kepanikan. Terutama ketika ada arus yang besar.

"Kebanyakan kejadiannya saat berenang dan terbawa arus. Lantaran panik, masyarakat jadi terseret arus," ungkapnya.

"Sekarang banyak wisatawan yang bergeser ke arah Geopark Ciletuh. Jadi tidak terfokus di Pelabuhan Ratu," terangnya.

Terlepas dari itu, Balawista telah memasang berbagai jenis rambu keselamatan di sekitar pantai. Para petugas juga bersiaga untuk memonitor setiap pergerakan wisata yang berenang di pantai.

"Sejumlah himbauan telah sudah kami buat dan lakukan. Baik secara lisan atuapun melalui berbagai rambu yang terpasang," pungkasnya. [sam]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

Pelaku Penembakan Rombongan Tito Karnavian Diringkus

Jumat, 03 April 2026 | 19:59

UPDATE

Kasus Viral Foto AI di Kalisari Cermin Lemahnya Pengawasan Aparatur

Rabu, 08 April 2026 | 00:14

MSP Raih Penghargaan Proper Emas dan Green Leadership Proper dari KLH

Rabu, 08 April 2026 | 00:04

Polri Ungkap Penyalahgunaan BBM dan LPG Subsidi, Kerugian Capai Rp1,26 Triliun

Selasa, 07 April 2026 | 23:27

Pengawasan Hutan Diperketat Antisipasi El Nino Ekstrem

Selasa, 07 April 2026 | 23:10

Demokrasi seharusnya Mengoreksi, bukan Meruntuhkan Legitimasi Negara

Selasa, 07 April 2026 | 23:00

HKTI Beri Pendampingan Peternak Lokal yang Dirugikan Perusahaan Besar

Selasa, 07 April 2026 | 22:58

Pulihkan Situasi Halmahera Tengah, Masyarakat Diminta Dukung TNI-Polri

Selasa, 07 April 2026 | 22:33

Dony Oskaria: 15 BUMN Logistik Digabung Bulan Depan

Selasa, 07 April 2026 | 22:19

GREAT Institute Dorong Prabowo Reshuffle 50 Persen Menteri di Kabinet

Selasa, 07 April 2026 | 21:59

Menko Yusril soal Kasasi Delpedro Dkk: Bisa Saja MA Putus NO

Selasa, 07 April 2026 | 21:42

Selengkapnya