Berita

Andri Yansyah/RMOL

Nusantara

Dishub Minta Kemenhub Paksa Perusahaan Otobus Masuk Sistem Online

SELASA, 12 JUNI 2018 | 17:07 WIB | LAPORAN:

Dinas Perhubungan meminta Kementrian Perhubungan memaksa semua Perusahaan Otobus (PO), dapat bergabung ke aplikasi pembelian tiket online agar mengurangi calo di terminal.

Menurut Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Andri Yansyah sistem pembelian tiket online sudah dilakukan oleh beberapa PO, namun masih ada sebagian PO yang masih belum bergabung sehingga memberi ruang bagi calo untuk beroperasi.

Andri mengatakan, pihaknya perlu berkordinasi dengan Kementrian Perhubungan untuk memaksa PO mengalihkan pembelian tiket ke sistem online.


"Tapi memang belom semua PO mau kita ajak. Makanya kita perlu berkordinasi atau minta bantuan daripada Kemenhub. Dari Kemenhub untuk memaksa PO masuk ke dalam sistem kita. Karna apa? Karna ini manfaatnya banyak," ujarnya di Terminal Terpadu Pulo Gebang, Jakarta Timur, Selasa (12/6).

Andri menjelaskan, akan ada banyak manfaat jika sistem pembelian tiket semuanya dialihkan ke sistem online. Yang pertama masyarakat akan punya banyak pilihan armada bus mana yang akan dipilih.

Yang kedua, masyarakat mendapat kepastian harga dan pelayanan. Dan yang ketiga adalah akan terjadi peningkatan kualitas PO karena sistem pembelian tiket sudah terbuka.

"Inilah sekarang saya minta nih, kita bekerja sama dengan Organda (Organisasi Angkutan Darat), bekerja sama dengan Kemenhub untuk memaksa, kenapa? Karna izinnya ada di Kemenhub. Kalau lu kaga masuk gue cabut, masuk nggak dia? Itu yang saya bilang tadi," paparnya.

"Karna ini semuanya untuk menigkatkan layanan kepada msyarakat seperti itu, mau tidak mau harus seperti itu. Sampai lindung berbulu nggak bakal beres jadi harus ada komitmen dari pemerintah, antara pemerintah pusat dengan pemerintah daerah," tukasnya. [fiq]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

UPDATE

Konsep Pasar Modern Tak Harus Identik Bangunan Mewah

Selasa, 07 April 2026 | 04:15

Jangan cuma Israel, Preman Kampung di Purwakarta Juga Wajib Dikutuk

Selasa, 07 April 2026 | 04:04

Tukang Ojek Ditembak Penumpang, Motor Dibawa Kabur

Selasa, 07 April 2026 | 03:38

Subsidi BBM Bocor Rp7 Triliun Gegara Kemacetan Jakarta

Selasa, 07 April 2026 | 03:15

KA Bangunkarta Anjlok di Bumiayu, Penumpang Dievakuasi 10 Bus

Selasa, 07 April 2026 | 03:00

Fahira Sodorkan Lima Strategi Pasar Tradisional Jadi Fondasi Jakarta Kota Global

Selasa, 07 April 2026 | 02:25

Waspada Politik Gunting dalam Lipatan di Lingkaran Istana

Selasa, 07 April 2026 | 02:11

Muslim Iran, Berjuanglah untuk Islam

Selasa, 07 April 2026 | 02:07

Viral Mobil Dinas di Kawasan Puncak, Pemprov DKI Minta Maaf

Selasa, 07 April 2026 | 01:36

Seruan Pemakzulan Prabowo Muncul dari Ketakutan Operasi Besar Berantas Korupsi

Selasa, 07 April 2026 | 01:12

Selengkapnya