Berita

Safaruddin/Net

Nusantara

Safaruddin: Insyaallah Kutai Kartanegara Berubah Dan Maju

SELASA, 12 JUNI 2018 | 03:47 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Kaya sumber daya alam seperti mineral, batubara, minyak dan gas bumi (migas) tidak lantas membuat masyarakat Kutai Kartanegara maju dan sejahtera. Buktinya, masih ada desa di sana yang belum mendapat penerangan listrik.

"Kutai Kartanegara dalam lima tahun ke depan harus berubah. Insyaallah jika kami yang memimpin (Kaltim) daerah ini akan maju," kata Cawagub Kaltim Safaruddin.

Janji itu disampaikan Safaruddin usai menerima kelompok ibu-ibu di sebuah warung di Jalan Poros Km 40, Tenggarong-Kota Bangun.


Safaruddin singgah di warung itu karena ingin beristirahat sebelum melanjutkan perjalanan ke Kota Bangun untuk bersilaturahmi dengan masyarakat di sana. Namun di warung itu ternyata terdapat sekelompok ibu-ibu yang memintanya 'bergabung' sambil mendengar aspirasi mereka.

Mereka mengenal wajah Safaruddin dari spanduk-spanduk yang dipasang menjelang Pilgub. Pada kesempatan itu mereka menyampaikan harapan agar Rusmadi-Safaruddin berjuang untuk mengatasi listrik di daerah mereka.

"Insyaallah jika kami diizinkan untuk memimpin Kaltim, permasalahan-permasalahan di daerah ini segera kita selesaikan dengan proses yang adil, bijaksana dan transparan," ucap mantan Kapolda Kaltim itu.

Sudah puluhan kali blusukan di desa-desa Kabupaten Kutai Kartanegara, Safaruddin mengakui menerima begitu banyak aspirasi dari masyarakat. Mulai kawasan pantai yang berpenghuni nelayan sampai ke pedalaman yang sebagian besar mata pencahariannya bertani dan berladang.

Safaruddin prihatin karena dengan sumber daya alam yang besar dan juga APBD terbesar dibanding APBD kabupaten/kota lain se-Kaltim, mestinya bisa membawa perubahan signifikan bagi pembangunan fisik maupun sumber daya manusia di Kutai Kartanegara. Salah satu penyebab yang disorot purnawirawan polisi bintang dua di pundak itu adalah prilaku korup pejabat.

"Kami janji tidak akan melakukan korupsi," ujar Safaruddin. [nes]


Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

2.241 ASN Resmi jadi Komcad Usai Latsarmil Gelombang Kedua Ditutup

Rabu, 30 September 2026 | 00:13

Sabar Tobing: AI Ubah Dunia Perpajakan, Talenta Digital Makin Dibutuhkan

Selasa, 29 September 2026 | 23:50

DPR Minta Pemerintah dan ASDP Tangani Kemacetan Horor Ketapang

Selasa, 29 September 2026 | 23:46

KPK Tegaskan Penyitaan Aset Silmy Karim Sah Usai Praperadilan Ditolak

Selasa, 29 September 2026 | 23:19

KPK Harus Transparan soal Kasus CSR BI-OJK yang Libatkan Dua Anggota DPR

Selasa, 29 September 2026 | 22:39

Kuasa Hukum Faizal Assegaf Apresiasi Polda Metro Periksa Jubir KPK

Selasa, 29 September 2026 | 22:32

Kantor PT Bela Parahiyangan Digeledah Buntut Dugaan Suap HGB ATR/BPN

Selasa, 29 September 2026 | 22:17

Apartemen Vinna Ledy yang Disita KPK Diduga Pemberian Pengusaha

Selasa, 29 September 2026 | 22:09

Membangun Ekosistem Keselamatan dan Perlindungan Korban

Selasa, 29 September 2026 | 22:08

Jokowi Masuk PSI Bisa Mengubah Konfigurasi Politik 2029

Selasa, 29 September 2026 | 22:04

Selengkapnya