Anak usaha PT Kereta Api Indonesia/KAI (Persero), PT Kereta Commuter Indonesia/KCI melakukan penambahan fasilitas maupun petugas untuk mengantisipasi kemungkinan kepadatan pengguna jasa di sejumlah stasiun pada musim libur Lebaran 2018.
Direktur Utama KCI, WiÂwik Widayanti mengatakan, sebagai penyedia jasa angkuÂtan kereta komuter di JaboÂdetabek (Jakarta, Bogor, DeÂpok, Tangerang dan Bekasi), kepadatan penumpang saat Lebaran tidak hanya terkait kereta jarak jauh, tetapi juga kereta komuter, khususnya penumpang musiman yang datang untuk berlibur.
Karenanya, untuk kekuaÂtan pelayanan di 79 stasiun kelolaan KCI, pihaknya bakal menambah fasilitas seperti loket portabel dan penataan alur untuk keluar masuk penumpang di stasiun.
"Potensi kenaikan jumlah penumpang di stasiun Bogor ini selalu padat, makanya kami tambah loket portabel sebanyak sembilan unit, Bekasi dua unit, Jakarta Kota empat unit, dan Rangkasbitung sebanyak tiga unit," ujarnya, di Jakarta.
Secara keseluruhan, untuk memudahkan pengguna KRL dalam bertransaksi, pihaknya akan menyiapkan 38 loket porÂtabel, 233 unit
vending machine dan 92 loket manual selama angkutan Lebaran tahun ini.
Namun, untuk mengurangi antrean di loket maupun vending machine, pengguna jasa dapat membeli Tiket Harian Berjaminan (THB) yang dapat dibeli langsung untuk perÂjalanan pergi pulang.
Hanya saja, untuk THB ini PP ini hanya berlaku untuk pengguna yang stasiun tujuanÂnya saat berangkat sama denÂgan stasiun keberangkatannya saat kembali pulang.
Sedangkan untuk penumpang yang membeli Kartu Multi Trip (KMT) tetap disiagakan petugas yang menjualnya di luar loket di sejumlah stasiun besar.
"Kalau salah relasi atau saldo kurang, nggak usah khawatir, pengguna THB dan KMT cukup mengakses layanan penyelarasan tarif (fare adjusÂment) melalui mesin, loket atau dibantu petugas," katanya.
Menurutnya, pertumbuhan penumpang selama periode tersebut setiap tahunnya terÂcatat meningkat, seperti pada Tahun 2017 pada H-7 sampai H+7 pihaknya telah melayani 11.001.459 penumpang, naik 10,4 persen dibanding periode sama Tahun 2016 yakni sebanyak 9.957.739 penumpang.
"Jadi, kami lihat tren perÂtumbuhan penumpang musim Lebaran kali ini, diprediksi akan meningkat setidaknya 8 persen dari tahun lalu," katanya.
Hingga 14 Mei 2018, pihaknya mencatat rekor volume penumpang tertinggi sepanjang sejarah KRL Jabodetabek yakni mencapai 1.154.080 penumpang dalam satu hari.
Dengan pertumbuhan terseÂbut, rata-rata penumpang saat ini mencapai 1.001.438 penumpang per hari, tumbuh 132 persen dibanding tahun 2013 yang hanya 431.886 penumpang per harinya.
Karenanya, selain penambaÂhan fasilitas di stasiun-stasiun, pihaknya juga menambah perÂsonel pengamanan, pelayanan dan menyediakan posko angÂkutan Lebaran yang diikuti seluruh karyawan, termasuk rekayasa pola operasi, mengÂingat bertambahnya jadwal perjalanan kereta jarak jauh.
"Kami terus berkoordinasi dengan KAI Daop (Daerah Operasional) I Jakarta dalam rekayasa pola operasi yang ada dan kami tetap mengoperasikan 928 perjalanan KRL tiap harinya, tidak ada peÂrubahan dibanding hari biasa," tandasnya. ***