Berita

Pertahanan

Polri: Paham Radikalisme Disebar Lewat Media Sosial

JUMAT, 08 JUNI 2018 | 15:14 WIB | LAPORAN: DARMANSYAH

Media sosial adalah sarana efektif yang digunakan kelompok radikal dalam penyebaran faham radikalisme dan terorisme.

Sejumlah cara pendekatan dilakukan melalui media sosial guna merekrut para calon pengikut.

Begitu dikatakan Komandan Satgas Nusantara Mabes Polri, Irjen Pol Dr Gatot Eddy Pramono saat menjadi keynote speech dalam seminar bertajuk "Peran Ilmu-ilmu Sosial Sebagai Pilar Pembangunan Manusia Era
Milenial" di Aula Gedung Sertifikasi Guru Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Rawamangun, Jakarta Timur, Kamis (7/6).

Milenial" di Aula Gedung Sertifikasi Guru Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Rawamangun, Jakarta Timur, Kamis (7/6).

"Media sosial menjadi wadah bagi orang-orang yang rentan terpapar paham radikalisme. Dan ini jadi tugas kita bersama, tentunya inilah peran utama ilmu sosial terutama ilmu komunikasi dalam memfilter berita-berita negatif tersebut," kata Gatot di depan ratusan dosen dan mahasiswa se-Jabotebek yang menjadi peserta seminar.

Menurut Gatot, dengan perkembangan informasi dan teknologi saat ini telah terjadi perang dengan media sosial. Apalagi berita-berita dari media sosial sangat sulit diverifikasi keabsahannya.

"Ironinya masyarakat kita sangat mudah terprovokasi oleh informasi hoaks," ujar Gatot.

Sementara, Guru Besar Sosiologi UNJ, Prof Muchlis R. Luddin mengungkapkan, mengacu pada buku teknologi for point zero, pada zaman milenial ini orang bebas melakukan pekerjaan tidak hanya mesti datang
ke kantor saja, tetapi lewat internet via rumah pun bisa dilakukan.

"Banyak pekerjaan yang dimudahkan dengan teknologi," cetus Muchlis.

Asisten Deputi Komunikasi dan Informatika Kementerian Polhukum, Marsekal DR Sigit Priyono juga mengingatkan publik Tanah Air agar bijak dalam menggunakan media sosial.

"Indonesia paling banyak mengkonsumsi  internet. Sebanyak 76 persen aktif menggunakan media sosial," kata Sigit.

Ketua Umum Ikatan Alumni Fakultas Ilmu Sosial UNJ, Rasminto menjelaskan,.kegiatan seminar yang mengangkat tema peran ilmu-ilmu sosial sebagai pilar pembangunan manusia era milenial merupakan
jawaban dari fenomena sosial di masyarakat.

Dimana saat ini dengan adanya arus global memungkinkan aktifitas manusia yang borderless
tanpa sekat dalam berhubungan dengan dunia luar, ditambah adanya revolusi industri generasi 4.0 membuat manusia dapat menikmati kecanggihan teknologi yang juga dapat dengan mudah merusak kreatifitasnya.

"Oleh karena itu, sangat diperlukan penguatan pemahaman yang komprehensif kembali tentang peran ilmu-ilmu sosial," kata Rasminto.

Sebab perannya dapat menjadi rujukan bagi pencarian berbagai solusi untuk beragam masalah sosial dalam masyarakat, sebagai legitimasi ilmiah terhadap berbagai analisis masalah sosial dalam masyarakat dan
tentunya sebagai sumber penciptaan sumber daya manusia yang berkompeten dan bertanggung jawab bagi kajian sosial atau kebudayaan masyarakat Indonesia.

Sejumlah narasumber lain yang hadiri dalam seminar itu diantaranya, Dr Muhammad Zid, M.Si (Dosen Geografi /Dekan FIS), Juri Ardiantoro, PhD (Ketum IKA UNJ), Dr Datep Purwa Saputra, MM (Dosen MSDM UNJ) dan Drs.Suhadi, M.Si (Korprodi PPKn UNJ). [sam]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

MAKI Heran KPK Tak Kunjung Tahan Tersangka Korupsi CSR BI

Selasa, 13 Januari 2026 | 20:11

Keadilan pada Demokrasi yang Direnggut

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:54

Program MBG Tetap Harus Diperketat Meski Kasus Keracunan Menurun

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:51

Oegroseno: Polisi Tidak Bisa Nyatakan Ijazah Jokowi Asli atau Palsu

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:48

Ketum PBMI Ngadep Menpora Persiapkan SEA Games Malaysia

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:41

Sekolah Rakyat Simbol Keadilan Sosial

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:41

110 Siswa Lemhannas Siap Digembleng Selama Lima Bulan

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:30

PBNU Bantah Terima Aliran Uang Korupsi Kuota Haji

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:08

Demokrat Tidak Ambil Pusing Sikap PDIP Tolak Pilkada Via DPRD

Selasa, 13 Januari 2026 | 18:57

Amankan BBE-Uang, Ini 2 Kantor DJP yang Digeledah KPK

Selasa, 13 Januari 2026 | 18:40

Selengkapnya