Berita

Joko Widodo/net

Politik

TwitPol RMOL: Jokowi Digembosi Bekas Pendukung

KAMIS, 07 JUNI 2018 | 21:05 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Menang tidaknya Joko Widodo sebagai calon incumbent di Pilpres 2019 sangat tergantung pada kepuasan para pemilihnya di Pilpres 2014.

53,15 persen suara yang diraihnya empat tahun lalu harus dipelihara begitu rupa agar tidak lari lalu menggembos.

Apalagi, sementara ini calon kuat lawan tanding Jokowi di Pilpres tahun depan adalah rival lamanya, Prabowo Subianto yang meraup 46,85 persen dari Pilpres 2014. Sentimen kekecewaan para bekas pendukung Jokowi pasti menjadi kejutan menyenangkan bagi Prabowo yang pasti sigap mengambil keuntungan politis darinya.


Maret lalu, suara kekecewaan terhadap pemerintahan Jokowi disuarakan lantang oleh sejumlah aktivis senior yang tergabung dalam wadah Pro Demokrasi atau Prodem. Jumat siang 16 Maret, para aktivis berkumpul dan menyampaikan penyesalan mereka karena pernah mendukung Jokowi sebagai Presiden RI.

Mereka membawa sejumlah spanduk yang berisi kecaman pada pemerintahan Jokowi. Antara lain berisi "Bersihkan NKRI dari Antek-antek Neolib", "Lindungi Buruh Indonesia, Stop Buruh Asing", juga "Trisakti dan Nawacita Omong Kosong".

"Tinggal satu tahun lagi. 2019 kita akan menyongsong presiden baru. Semua janji-janji Jokowi adalah janji-janji palsu," ungkap salah satu aktivis yang beraksi, Agus "Lenon" Edy Santoso.

Ada juga Komunitas Relawan Sadar (Korsa), yang dipimpin Amirullah Hidayat. Kelompok ini mengajak pihak-pihak yang sebelumnya mendukung dan kini kecewa pada Jokowi untuk menggagalkan upaya Jokowi menjadi presiden lagi lewat Pilpres 2019.  

"Kondisi negara mengalami kolaps atau hancur di semua bidang. Dapat dilihat dari utang yang telah mencapai Rp 4000 triliun lebih dan tidak punya kemampuan bayar. Menteri Keuangan Sri Mulyani malah mengatakan pemerintah akan menambah utang untuk membayar bunga utang yang jatuh tempo," kata Amirullah, sehari setelah aksi Prodem.

Ketidakpuasan terhadap Jokowi sudah terasa sejak awal pemerintahannya bergulir akibat kebijakan-kebijakan yang kontraproduktif, seperti menaikkan harga bahan bakar minyak di saat harga minyak dunia turun. Jokowi juga sempat dipertanyakan pendukungnya di awal pemerintahan ketika mencalonkan Budi Gunawan sebagai Kapolri yang pada akhirnya batal namun beralih ke kursi Kepala BIN.

Oktober tahun lalu, lembaga survei PolMark pernah merilis data penurunan pemilih Jokowi sebanyak 13,7 persen. Namun, gembosnya pendukung juga terjadi di kubu Prabowo turun sebanyak 6,3 persen. Pendiri Polmark, Eep Saefulloh, kala itu mengatakan bahwa hasil surveinya memberi peringatan kepada dua tokoh itu untuk lebih hati-hati karena ada kemungkinan muncul penantang baru di Pilpres yang akan datang.

Hari ini, akun twitter Kantor Berita Politik RMOL (@rmolco) membuat pertanyaan khusus kepada para pendukung Jokowi di Pilpres 2014, lewat polling twitter yang berdurasi 24 jam.

"Anda yang di Pilpres 2014 memilih Joko Widodo, apakah di Pilpres 2019 akan kembali memilihnya?"

TwitPol tersebut sudah berlangsung 10 jam terakhir dan sampai berita ini dilaporkan sudah mengumpulkan 8,919 votes. Sebanyak 9 persen peserta poling menjawab "ya". Sedangkan 88 persen menjawab "tidak". Sisanya 3 persen menjawab ragu-ragu.

Menarik juga menyimak komentar-komentar followers atas poling tersebut. "Tobat saya dl sy termakan pencitraan sekarang g mau masuk ke lobang yg sama.." tulis‏ @IrfanSkapa.

"Penyesalan terbesar gw sepanjang masa ya milih jokowi 2014 silam"‏ tulis @AriesPirlo.

Jika pembaca, terutama yang dulunya pendukung Jokowi, ingin berpartisipasi dalam poling tersebut, silakan klik link ini dan suarakan pilihan Anda. [ald]

Populer

Malaysia Jadi Negara Pertama yang Keluar dari Perjanjian Dagang AS

Selasa, 17 Maret 2026 | 12:18

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

TNI Tegas dalam Kasus Andrie Yunus, Beda dengan Polri

Sabtu, 21 Maret 2026 | 05:03

Pemudik Sebaiknya Perhatikan Enam Pesan Ini

Minggu, 15 Maret 2026 | 03:11

Polisi Diminta Profesional Tangani Kasus VCS Bupati Lima Puluh Kota

Jumat, 20 Maret 2026 | 00:50

Rismon Dituding Bohong soal Ijazah Jokowi

Minggu, 15 Maret 2026 | 05:04

Senator Apresiasi Program Kolaborasi Bedah Rumah di Jakarta

Selasa, 17 Maret 2026 | 18:32

UPDATE

Hindari Work From Home Jumat dan Senin

Kamis, 26 Maret 2026 | 02:13

Permainan Kubu Jokowi dalam Kasus Tuduhan Ijazah Palsu Makin Ngawur

Kamis, 26 Maret 2026 | 02:11

Prabowo Perintahkan Bahlil Cari Sumber Pendapatan Sektor Mineral

Kamis, 26 Maret 2026 | 01:37

RS Jiwa Dipenuhi Pecandu Game Online dan Judol

Kamis, 26 Maret 2026 | 01:14

Buntut Penangguhan Yaqut, Kasus Kuota Haji Bisa Berlarut-larut

Kamis, 26 Maret 2026 | 01:01

Tiket Taman Margasatwa Ragunan Tetap Dipatok Rp4 Ribu

Kamis, 26 Maret 2026 | 00:28

Prabowo Pacu Hilirisasi dan Ketahanan Energi

Kamis, 26 Maret 2026 | 00:19

Pelanggaran Personel BAIS TNI Tidak Berdiri Sendiri

Kamis, 26 Maret 2026 | 00:05

Satgas PRR Percepat Penyelesaian Hunian Tersisa

Rabu, 25 Maret 2026 | 23:25

MBG cuma 5 Hari Potensi Hemat Rp40 Triliun per Tahun

Rabu, 25 Maret 2026 | 23:22

Selengkapnya