Berita

Ridwan Kamil/Net

Politik

Pemilih Jabar Diingatkan, Ridwan Kamil Pernah Dua Kali Diperiksa Kejaksaan

Dorong Pemimpin Bersih Korupsi
SENIN, 04 JUNI 2018 | 22:59 WIB | LAPORAN:

Masyarakat Jawa Barat (Jabar) diimbau memilih pasangan calon yang bersih dari isu korupsi sebagai Gubernur maupun Wakil Gubernur Jawa Barat.

Pengamat Politik dari Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta, Adi Prayitno menjelaskan, sebelum memilih, masyarakat harus berlaku cerdas dengan mencari tahu rekam jejak calon pemimpin mereka, khususnya yang terkait dengan isu tersebut.

"Dia pernah terlibat atau pernah keseret kasus korupsi gak?" Katanya kepada wartawan, Senin (4/6).


Adi menyinggung soal adanya Cagub Jabar yang pernah memperoleh penghargaan atas program penanganan anti korupsi, namun di satu sisi, indeks persepsi korupsi di daerah yang dipimpinnya justru yang paling tinggi di Jawa Barat.

"Coba di tracking, ada kan salah satu cagub yang citra ke publik bagus, tapi anomali dengan realitanya; kan indeks persepsi korupsi di daerah yang dipimpinnya tertinggi di Jabar?" jelasnya.

Perlu diketahui, hasil survei Transparency International Indonesia (TII) pernah menyebutkan Indeks Persepsi Korupsi Kota Bandung berada di level paling rendah. Tak sedikit dari 1.100 responden yang semuanya pengusaha mengakui Kota Bandung menjadi kota paling korup dari 11 kota yang disurvei TII.

Informasi yang tak kalah pentingnya adalah Kejaksaan Tinggi Jawa Barat pernah melakukan penyelidikan kasus dugaan korupsi dana hibah Pemerintah Kota Bandung yang diterima Bandung Creative City Forum (BCCF) pada 2012.

Kasus yang mencuat pada tahun 2015 ini sempat menyeret Wali Kota Bandung, Ridwan Kamil karena diduga terjadi semasa dia menjabat sebagai Ketua BCCF.

Yang mana ketika itu, Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Barat Ferri Wibisono mengatakan, ada dugaan korupsi dana bansos yang berjumlah Rp1,3 miliar yang diterima BCCF.

Ridwan Kamil pun sempat dua kali diperiksa oleh Kejaksaan.

"Jadi publik jangan hanya melihat publik jangan hanya lihat popularitas calon Gubernur yang akan dipilih, tetapi harus cermat melihat rekam jejak calon berdasarkan data runtun waktu dalam beberapa tahun sebelumnya," tandas Adi. [sam]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Konversi LPG Ke CNG Jangan Sampai Jadi "Luka Baru" Indonesia

Rabu, 13 Mei 2026 | 20:11

Apa Itu Love Scamming? Waspada Ciri-Cirinya

Rabu, 13 Mei 2026 | 20:04

Rano Karno Ingin JIS Sekelas San Siro

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:49

Prabowo Geram Devisa Hasil Ekspor Sawit-Batu Bara Tak Disimpan di Indonesia

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:42

KPK Didesak Tetapkan Tersangka Baru Kasus Korupsi DJKA

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:38

Ini Strategi OJK Jaga Bursa usai 18 Saham RI Dicoret MSCI

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:35

Cot Girek dan Ujian Menjaga Kepastian Hukum

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:27

Prabowo Bakal Renovasi 5 Ribu Puskesmas dari Duit Sitaan Satgas PKH

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:25

Prabowo Siapkan Satgas Deregulasi demi Pangkas Keruwetan Izin Usaha

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:11

Kementerian PU Bangun Akses Tol, Maksimalkan Konektivitas Kota Salatiga

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:02

Selengkapnya