Berita

Megawati Soekarnoputri/Net

Politik

Megawati Lebih Baik Nyapres Daripada Dibully Soal Gaji

SENIN, 04 JUNI 2018 | 20:57 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Bukan level Megawati Soekarnoputri dibully hanya gara-gara soal gaji yang diterimanya sebagai ketua dewan pengarah di Badan Pembinaan Ideologi Pancasila atau BPIP.

Mega adalah ketua umum parpol terbesar, sehingga layak mendapat posisi terhormat dan tertinggi di negeri ini.

"Daripada dibully gara-gara gaji di BPIP, lebih baik Mbak Mega maju capres. Peluang menang sangat terbuka lebar," kata Ketua Presidium Perhimpunan Masyarakat Madani (Prima) Sya'roni kepada redaksi, Senin (4/6).


Sebagai ketum parpol terbesar di Indonesia, Mega tidak elok dibully hanya karena soal gaji. Sementara banyak pejabat lain yang level politiknya jauh di bawah Mega bisa menikmati dana operaional hingga miliaran rupiah.

"Gaji yang diterima Mbak Mega nggak ada apa-apanya dibandingkan dengan biaya operasional presiden yang mencapai miliaran rupiah per bulannya. Atau contohnya Ahok waktu menjabat gubernur Jakarta memiliki dana operasional hingga 2,1 miliar rupiah per bulannya," sambung dia.

Soal umur, Mega tidak usah dirisaukan. Mega saat ini berumur 71 tahun. Lebih muda dibandingkan Perdana Menteri Malaysia yang baru, Mahathir Muhammad yang berumur 92 tahun.

"Masak selevel Mbak Mega dibully soal gaji Rp 112 juta, tanggung banget. Lebih baik Mbak Mega maju capres 2019," tukas Sya'roni.[dem]

Populer

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Permainan Kejagung Terlalu Kasar soal Penghentian Pengumpulan Data Program MBG

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:14

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

KPK Periksa Pejabat Pemprov Jatim di Kasus Dana Hibah

Senin, 13 Juli 2026 | 14:40

Panen Raya TNI, Presiden Prabowo: Saya Bahagia Hari Ini

Jumat, 17 Juli 2026 | 22:57

UPDATE

Perjalanan Karier Nanik S Deyang dari Jurnalis hingga Pimpin Dewan Pengawas BGN

Rabu, 22 Juli 2026 | 10:23

Deklarasi Gus Kikin Maju Ketum PBNU Tuai Protes Sejumlah PCNU Jatim

Rabu, 22 Juli 2026 | 10:13

Pesan Menag di FABC: Sinodalitas Gereja Cermin Musyawarah dan Gotong Royong

Rabu, 22 Juli 2026 | 10:08

Prabowo Restui Pengunduran Diri Nanik dari BGN, Siapkan Dewan Pengawas Baru

Rabu, 22 Juli 2026 | 10:06

Emas Antam Mulai Naik, Harga Buyback Tembus Rp2,38 Juta per Gram

Rabu, 22 Juli 2026 | 09:51

Prabowo Puji Keterlibatan Perwira TNI-Polri dalam Penanganan Bencana Sumatera

Rabu, 22 Juli 2026 | 09:51

Saat Jakarta jadi Jembatan Persaudaraan Asia

Rabu, 22 Juli 2026 | 09:45

IHSG Menguat, Rupiah Tertekan Rp17.913 per Dolar AS Jelang Rilis Suku Bunga BI

Rabu, 22 Juli 2026 | 09:34

KPK Bongkar Dugaan Penyamaran Aset Bupati Lombok Barat, Pasal TPPU Disiapkan

Rabu, 22 Juli 2026 | 09:29

Ancaman Houthi Guncang Pasar, Harga Minyak Sentuh Level Tertinggi

Rabu, 22 Juli 2026 | 09:24

Selengkapnya