Berita

Foto: Net

Kesehatan

Berhentilah Merokok, Rokok Menghentikan Hidupmu

KAMIS, 31 MEI 2018 | 09:44 WIB

SAMPAI saat ini masih banyak saja orang yang merokok di sekitar kita. Para perokok selalu saja mengatakan  bahwa belum ada yang bisa membuktikan rokok - merokok menjadi penyebab kematian bagi diri perokok dan orang di sekitarnya (perokok pasif).

Sering kali para perokok mengatakan orang tuanyalah atau kakeknya atau orang lain yang diketahuinya berumur panjang tapi tetap merokok. Kebodohan dan pembodohan pembenaran itulah yang menyebabkan terus bertumbuhnya angka perokok di Indonesia hingga menjadi bangsa perokok nomor tiga di dunia setelah Tiongkok dan India.

Sementara hasil riset menunjukan bahwa rokok di dalamnya mengandung setidaknya 4.000 zat  racun berbahaya mematikan.


Kandungan racun berbahaya mematikan itulah yang membuat tulisan dan gambar peringatan berbahaya  rokok dituliskan dalam setiap kemasan rokok. Artinya pihak industri rokok dan pemerintah saja mengakui bahwa rokok atau produksinya itu mengandung zat berbahaya racun mematikan.

Lalu mengapa pemerintah masih mendiamkan industri rokok  memproduksi, mengiklankan dan memperdagangkan rokom yang merupakan barang atau  produk yang mengandung zat  racun berbahaya mematikan?

Merokok akan mematikan diri sendiri  dan orang yang ada cintai di sekitar anda. "Siapa yang bisa membuktikan bahwa merokok mematikan?" demikian para perokok dan pejuang industri rokok selalu menyatakan dan menggugat kampanye bahaya merokok.  

Pada satu sisi industri rokok  dan pemerintah mengakui dan menuliskan bahwa rokok itu berbahaya  dan mematikan. Tetapi di sisi lain industri rokok terus berjuang untuk melemahkan upaya atau kampanye serta kebijakan pengendalian dampak penggunaan temabakau dalam.

Pihak industri rokok terus mempengaruhi dan melemahkan kebijakan pengendalian dampak penggunaan tembakau melalui lobby pada pemerintah,  para politisi dan para tokoh publik.

Semua upaya para pengusaha industri rokok menunjukan bahwa merokok adalah perilaku tidak normal dan mematikan. Merokok dapat disimpulkan sebagai tindakan bodoh dan membunuh diri sendiri serta orang di sekitarnya (perokok pasif).

Akhirnya kita dapat mengatakan bahwa hanya orang bodoh yang mengatakan rokok itu aman mengajak orang orang merokok. Ajakan atau iklan rokok adalah iklan pembodohan, kebohongan dan penipuan secara terbuka untuk kematian.

Hanya orang bodoh memang  yang masih merokok karena akan mematikan diri sendiri serta orang di sekitarnya.

Fakta menunjukan bahwa 70 persen perokok adalah orang miskin yang minim pendidikan dan informasi. Para perokok kebanyakan merokok karena mereka tidak mengetahui bahaya merokok, tidak mau tahu karena kebodohannya sendiri, tahu tapi membodohi dirinya sendiri karena belum mati dan terpaksa karena tidak memiliki hiburan bagi dirinya.

Masyarakat dunia pada setiap tanggal 31 Mei memperingatinya  sebagai Hari Tanpa Tembakau Sedunia (HTTS). Peringatan ini menunjukkan betapa dunia sangat konsen dan ikut berjuang terhadap dampak dari penggunaan tembakau semisalnya merokok.

Seharusnya pemerintah dan bangsa Indonesia, sebagai bagian masyarakat dunia memiliki perhatian dan konsen yang sama terhadap bahaya mematikan merokok. Adalah sebuah keharusan agar pemerintah berupaya mengendalikan dampak penggunaan tembakau  seperti merokok dengan:
1. Membuat kebijakan dan memperluas kebijakan Kawasan Tanpa Rokok.
2. Melarang segala bentuk iklan, promosi dan kerja sama dengan industri rokok.
3. Melakukan edukasi publik yang masif tentang bahaya merokok.
4. Menolak segala upaya industri rokok yang melemahkan wibawa negara dalam melindungi hak hidup warga negaranya.

Maka sekali lagi, marilah berhenti merokok. Perilaku merokok itu tidak normal karena membunuh diri sendiri dan orang di sekitarnya. Rokok itu nantikan sudah diakui oleh industri rokok itu sendiri. [***]


Azas Tigor Nainggolan

Ketua Forum Warga Kota Jakarta (FAKTA)

Populer

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

UPDATE

Awal Pekan, Harga Emas Antam Terpantau Turun ke Rp2.668.000 per Gram

Senin, 22 Juni 2026 | 10:21

Harta Zita Anjani Melonjak Rp100 Miliar, Hari Purwanto: Mungkin Menang Lotre

Senin, 22 Juni 2026 | 10:11

Emas Antam Mandek di Awal Pekan, Satu Gram Rp2,6 Juta

Senin, 22 Juni 2026 | 09:49

Bajak Kader Partai Lain, PSI Dinilai Tetap Berpotensi Jadi Partai Gurem

Senin, 22 Juni 2026 | 09:43

IHSG Menguat, Rupiah Tertekan Rp17.812 per Dolar AS

Senin, 22 Juni 2026 | 09:30

Dolar AS Menguat di Tengah Amblesnya Yen dan Poundsterling

Senin, 22 Juni 2026 | 09:20

Trump Sebut Starmer Gagal, Isu Pengunduran Diri PM Inggris Kian Menguat

Senin, 22 Juni 2026 | 09:11

Gibran Ingin Layanan Kesehatan di Wilayah 3T Diperkuat

Senin, 22 Juni 2026 | 09:00

Rayakan HUT ke-499, Jakarta Berikan Tarif Spesial Rp1 untuk MRT, LRT, dan TransJakarta Hari Ini

Senin, 22 Juni 2026 | 08:47

Bakal Turun Gunung Bareng PSI, Jokowi Dinilai Sulit Lepas dari Bayang-bayang Kekuasaan

Senin, 22 Juni 2026 | 08:46

Selengkapnya