Berita

Ray Rangkuti/Net

Politik

Pengamat: Isu PKI Dan Kafir Tak Lagi Ampuh Serang Jokowi

SELASA, 29 MEI 2018 | 10:07 WIB | LAPORAN:

Isu PKI dan kafir sudah menjadi senjata kuno dan tidak lagi ampuh untuk memberikan tekanan terhadap elektabilitas petahana Presiden Joko Widodo.

"Isu bahwa Jokowi ini PKI, bahwa dia kafir ini sudah tidak menjual dan tidak berpengaruh banyak pada elektabilitas seorang Jokowi," kata pengamat politik  Lingkar Madani (Lima), Ray Rangkuti ketika berbincang dengan Kantor Berita Politik RMOL di Jakarta, Selasa (29/5).

Ray mengatakan, perlu kreatifitas dari lawan politik Jokowi, untuk mencari senjata baru dalam meredam popularitas caapres petahana tersebut yang masih unggul.


Dia sebutkan pula, saat ini sudah muncul dua persoalan yang memungkinkan dijadikan senjata baru. Yaitu isu soal hutang negara yang membengkak dan tenaga kerja asing yang makin masif masuk ke Indonesia.

Bukan tanpa alasan, menurutnya ketika dua isu itu dilempar pada publik. Maka respon pun langsung ramai dan kebanyakan respon itu mengkritik pemerintahan yang dipimpin Jokowi.

"Kalau mau meredam permainan Jokowi, maka isu tenaga kerja asing dan hutang negara ini yang lebih cepat menarik respon masyarakat. Kebanyakan respon itu adalah kritikan tajam yang menjadi suatu hal buruk bagi Jokowi," demikian Ray. [fiq]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

UPDATE

Bakom RI Gandeng Homeless Media Perluas Komunikasi Pemerintah

Kamis, 07 Mei 2026 | 14:17

Bakom Rangkul Homeless Media, Komisi I DPR: Layak Diapresiasi tetapi Tetap Harus Diawasi

Kamis, 07 Mei 2026 | 14:12

Israel Kucurkan Rp126 Triliun demi Pulihkan Citra Global yang Kian Terpuruk

Kamis, 07 Mei 2026 | 14:11

Teguh Santosa: Nuklir Jangan Dijadikan Alat Tawar Politik Global

Kamis, 07 Mei 2026 | 13:55

AS-Iran di Ambang Kesepakatan Damai

Kamis, 07 Mei 2026 | 13:34

LHKPN Prabowo dan Anggota Kabinet Merah Putih Masih Tahap Verifikasi

Kamis, 07 Mei 2026 | 13:22

Apa Itu Homeless Media Dan Mengapa Populer Di Era Digital Saat Ini

Kamis, 07 Mei 2026 | 13:13

Tangguh di Level 7.117, IHSG Menguat 0,36 Persen di Sesi I

Kamis, 07 Mei 2026 | 13:13

China dan Iran Gelar Pertemuan Penting Bahas Situasi Timur Tengah

Kamis, 07 Mei 2026 | 12:46

Industri Film Bisa jadi Sumber Pertumbuhan Ekonomi Baru

Kamis, 07 Mei 2026 | 12:15

Selengkapnya