Berita

Nusantara

Kadin: Program Rusmadi-Safaruddin Pro Dunia Usaha

SABTU, 26 MEI 2018 | 18:01 WIB | LAPORAN:

. Pemilihan Gubernur Kalimantan Timur bisa menjadi batu pijakan memilih pemimpin yang bisa mengelola pelaku UMKM untuk ikut berkontribusi terhadap pembangunan di Bumi Mulawarman.

"Kesalahan terbesar pemerintah daerah adalah lantaran sangat bertumpu pada sumber daya alam (SDA). Sementara potential income di sektor UMKM, misalnya, tak pernah serius dibangun dan hanya sekadar wacana dalam pidato serta sambutan," kata Ketua Kamar Dagang Indonesia (Kadin) Balikpapan, R. Rudi Prabowo ST, dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi, Sabtu (26/5).

Secara blak-blakang Rudi menyebut salah satu program pasangan nomor urut 4 Rusmadi-Safaruddin sangat pro terhadap perkembangan UMKM di Kaltim. Rudi menyebut program Kaltim Bermartabat yang beberapa hari ini ramai menjadi bahan perbincangan dan riset sejumlah pakar, praktisi, hingga kalangan akademisi tersebut, dianggap mampu mentransformasikan ekonomi Kaltim dalam 5 tahun mendatang.


Dia mencontohkan masyarakat Kaltim banyak yang mengkonsumsi kerupuk tapi tidak ada pabrik pembuat kerupuk.

"Laut kita luas dan banyak ikan. Tapi kenapa di sini tidak ada pabriknya? Saya lihat hal seperti ini yang coba diselesaikan sama beliau (Rusmadi-Safaruddin) berdua," kata dia.

Rudi pun mengutip hasil observasi data Pusat Studi ASEAN Unmul bersama Disperindag kota/kabupaten se-Kaltim, bahwa sejak 2013 jumlah UMKM di Kaltim terus menurun. Khusus untuk usaha mikro, turun rata-rata 46 persen setiap tahun, sedangkan usaha kecil berkurang 291 persen.

Tahun 2014, ada 15.866 usaha, dan kontribusi terhadap nasional turun jadi 0,49 persen. Masuk 2015, turun lagi jadi 11.084 usaha, dengan kontribusi yang hanya 0,33 persen terhadap jumlah usaha secara nasional.

Data tersebut, tutur Rudi, bisa jadi gambaran sederhana bagaimana kondisi UMKM di Kaltim yang kian suram lantaran tak mendapat support penuh pemerintah daerah.

"Kalau disimak, program Kaltim Bermartabat itu ada yang ingin memaksimalkan dana CSR lewat kerjasama pemerintah daerah dan perusahaan. Saya pikir ini bagus, karena ada banyak perusahaan skala nasional yang beroperasi di Kaltim. Sudah waktunya pemerintah daerah dan perusahaan sama-sama serius membangun daerah kita, jangan cuma mencari keuntungan saja," ulasnya.

Rudi juga optimistis dengan program Kaltim Swasembada Pangan yang akan dijalankan pasangan calon nomor urut 4 tersebut. Sebab, lahan pertanian di Kaltim masih cukup luas. Dikutip dari laman resmi Badan Litbang Pertanian, lahan pertanian yang tersedia untuk dikembangkan seluas 4.549.356 hektare. Sekitar 2.431.329 hektare (53,4 persen) diarahkan untuk komoditas tanaman tahunan, 1.886.264 hektare (41,5 persen) diperuntukkan untuk komoditas tanaman semusim, dan sisanya 5,1 persen untuk padi sawah.

"Program yang berkesinambungan itu bukan angan-angan saya rasa. Kalau beliau terpilih, saya yakin sektor ini akan masih digalkkan," bebernya.

Menurut Rudi, rencana Rusmadi-Safaruddin menerapkan kebijakan khusus untuk program Kaltim Kreatif menjadi jawaban bagi para pelaku home industry di Kota Minyak.

"Program itu sangat bisa terealisasi. Di negara-negara maju saja, home industry jadi salah satu andalan. Di daerah kita, UKM akan mendapat support penuh dari pemerintah," ujarnya.

Sepuluh program unggulan Dasacita dan konsepsi Kaltim Bermartabat, menurut Rudi, merupakan sebuah rangkaian agenda besar Kaltim 5 tahun mendatang. Antara satu program dengan program lain, disebutnya memiliki kaitan.

"Misalnya program Kaltim Membangun Desa, ternyata diikuti dengan kebijakan keberlanjutan pembangunan dengan Kaltim Mulus dan lain lain," sebutnya.

Seperti diketahui, 10 program unggulan Dasacita itu adalah Kaltim Aman & Tanpa Korupsi, Kaltim Religius, Kaltim Cerdas, Kaltim Sehat, Kaltim Membangun Desa, Kaltim Swasembada Pangan, Kaltim Kreatif, Kaltim Mulus, Kaltim Tanpa Banjir, dan Kaltim Lestari.[dem]

Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

KPK Panggil Bos Rokok HS di Kasus Suap Cukai

Kamis, 02 April 2026 | 10:39

UPDATE

SBY Desak PBB Investigasi Gugurnya Prajurit TNI di Lebanon

Minggu, 05 April 2026 | 12:15

Bansos Kunci Redam Gejolak Jika BBM Naik

Minggu, 05 April 2026 | 11:34

Episode Ijazah Jokowi Tak Kunjung Usai

Minggu, 05 April 2026 | 11:20

Indonesia Jangan Diam Atas Kebijakan Kejam Israel

Minggu, 05 April 2026 | 11:08

KPK Buka Peluang Panggil Forkopimda di Skandal THR Cilacap

Minggu, 05 April 2026 | 10:31

Drone Iran Hantam Kompleks Pemerintahan dan Energi Kuwait

Minggu, 05 April 2026 | 10:20

Krisis Global Momentum Perkuat Kemandirian Pangan Nasional

Minggu, 05 April 2026 | 10:14

UU Hukuman Mati Israel untuk Tahanan Palestina Mengarah ke Genosida

Minggu, 05 April 2026 | 09:43

Trump Ancam Iran Buka Selat Hormuz dalam 48 Jam atau Hadapi Konsekuensi

Minggu, 05 April 2026 | 09:33

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Selengkapnya