Berita

Nusantara

Muhammadiyah Perlu Dirikan Pusat Dakwah Generasi Milenial

SABTU, 26 MEI 2018 | 06:55 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Muhammadiyah sebagai organisasi dakwah dinilai perlu mengembangkan pusat dakwah untuk segmen generasi milenial. Pengembangan ini mendesak karena tingginya aktivitas warganet dan semakin bertambahnya jumlah pengguna internet di Indonesia berdampak pada perubahan pola interaksi antara masyarakat dan para dai.

"Organisasi keagamaan seperti Muhammadiyah perlu meredisain strategi dakwahnya berbasis digital untuk segmen generasi milenial," kata pakar media UIN Sunan Kalijaga, Iswandi Syahputran pada acara Pengajian Ramadhan PP Muhammadiyah, di Kampus UMY Yogyakarta, Jumat (25/5).

Survei yang dilakukan Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) menunjukkan, setiap tahun pengguna internet terus meningkat. Saat ini pengguna internet sudah mencapai 143 juta atau 54 persen dari total penduduk Indonesia. Padahal tahun sebelumnya 132 juta. Dari jumlah tersebut rata-rata menghabiskan waktu untuk menggunakan internet tiga jam sehari. Selanjutnya 89 persen waktu tersebut digunakan untuk chating dan beraktivitas di media sosial.


Dijelaskannya, dalam sektor keagamaan, tingginya aktivitas warganet di media sosial dan besarnya pengguna internet pada era milenial tersebut dapat berdampak terjadinya penyimpangan pemahaman keagamaan seseorang.

"Genarasi milenial ini dapat ditandai dengan pola pikir merasa punya hak lebih tahu, suka dengan jalan pintas dan serba tertarik dengan segala hal yang viral. Dengan mudah mereka bisa menemukan apa saja prihal agama yang ingin mereka ketahui melalui internet. Padahal, konten keagamaan di internet tidak sepenuhnya mengajarkan Islam yang rahmatan lil 'alamin. Internet juga sering dipakai untuk menyebarkan ideologi tertentu berkedok agama. Dari sinilah mulai penyimpangan keagamaan itu terjadi. Jika dibiarkan, ini dapat mengarah pada berkembangnya paham radikalisme bahkan terorisme," papar Iswandi.

Karena itu jelasnya, media sosial dan internet menjadi ruang yang sangat terbuka untuk memperdebatkan, membenturkan, mempermainkan bahkan menghina ajaran keagamaan.

"Ini menjelaskan mengapa ajaran Islam sering mendapat pelecehan di internet. Ada jarak dan proses pemahaman atau pengetahuan keagamaan yang kosong dan tidak diisi oleh dakwah untuk kalangan mileneal berbasis internet atau media sosial tersebut," tutup Iswandi.

Pengajian Ramadhan yang diselenggarakan oleh PP Muhammadiyah tersebut berlangsung selama tiga hari sejak Kamis (24/5) hingga Sabtu (26/5). Pengajian dihadiri oleh sekitar 400 peserta dari seluruh Pengurus Wilayah Muhammadiyah se Indonesia dan utusan berbagai lembaga Muhammadiyah. [rus]

Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

Mapolda Metro Dijaga Ketat

Jumat, 10 Juli 2026 | 19:04

KPK Benaran Sakit Jiwa, Gedung Merah Putih Mending untuk Merawat ODGJ

Kamis, 16 Juli 2026 | 19:00

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

UPDATE

Berkunjung ke USS Missouri

Sabtu, 18 Juli 2026 | 06:08

Legislator PDIP Minta Pemerintah Gercep Atasi Titik Panas di Sejumlah Wilayah

Sabtu, 18 Juli 2026 | 05:48

Menakar Arah Pemerataan Lewat Pelayaran Perintis

Sabtu, 18 Juli 2026 | 05:20

TNI Kirim Satgas Kompi Zeni dalam Misi Perdamaian PBB di Kongo

Sabtu, 18 Juli 2026 | 04:58

Pemerintah Didorong Segera Bentuk Badan Rempah dan Herbal Nasional

Sabtu, 18 Juli 2026 | 04:38

PBB Dukung Penuh Pemerintahan Prabowo dan Bidik Kemenangan 2029

Sabtu, 18 Juli 2026 | 04:18

Ancaman Industri Hasil Tembakau dan Agenda Global

Sabtu, 18 Juli 2026 | 03:59

BRI Gelar KKB Expo Hadirkan Kemudahan Layanan Pembiayaan Kendaraan

Sabtu, 18 Juli 2026 | 03:45

Data Pengungsi Papua Harus dapat Dipertanggungjawabkan

Sabtu, 18 Juli 2026 | 03:20

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Selengkapnya