Berita

Foto: Blue House

Dunia

Blue House Sesalkan Keputusan Trump Batal Bertemu Kim Jong Un

JUMAT, 25 MEI 2018 | 06:34 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Blue House, kantor Presiden Korea Selatan, sangat menyesalkan dan menyayangkan keputusan Presiden AS Donald Trump membatalkan agenda pertemuan dengan pemimpin tertinggi Republik Rakyat Demokratik Korea Kim Jong Un.

Pembatalan itu disampaikan Trump dalam sepucuk surat yang ditujukannya kepada Kim Jong Un.

Menurut Blue House, keputusan Trump itu merusak irama permainan atau disconcerting.


Pernyataan dari Cheong Wa Dae, kantor Presiden Moon Jaein, diikuti dengan pertemuan mendadak yang diikuti oleh pejabat-pejabat terkait termasuk Dewan Keamanan Nasional.

"Sangat disayangkan dan merusak irama pertemuan AS dan Korea Utara tidak akan terjadi seperti yang direncanakan," ujar Blue House seperti dikutip dari CNBC.

"Denuklirisasi dan perdamaian abadi di Semenanjung Korea tidak dapt diabaikan atau ditunda karena sudah menjadi tugas sejarah," sambung pernyataan itu.

Juga disebutkan dalam pernyataan itu bahwa ketulusan pihak-pihak yang terkait dalam upaya menyelesaikan sengketa tidak mengalami perubahan.

"Tidak mudah untuk memecahkan isu sensitif dan isu diplomatik yang sulit dengan cara komunikasi saat ini. Kami berharap para pemimpin memecahkan masalah melalui komunikasi langsung dan tertutup," demikian Blue House.

Pertemuan Kim Jong Un dan Donald Trump dijadwalkan pada tanggal 12 Juni 2018 di Singapura. Persiapan terus dilakukan.

Moon Jaein sendiri telah bertemu Trump di White House awal pekan ini.

Kepada rombongan wartawan yang mendampingi Moon, Trump mengatakan ragu pada pertemuan dirinya dengan Kim Jong Un itu

Baru-baru ini, Korea Utara membatalkan pertemuan tingkat tinggi dengan pihak Korea Selatan sebagai protes atas latihan militer AS dan Korea Selatan yang tetap dilakukan.

Hari Kamis kemarin (24/5), Kantor Berita Yonhap mengutip pernyataan jurubicara presiden yang mengatakan bahwa pihaknya tengah mencoba untuk memahami lebih lanjut apa yang sebetulnya diinginkan Trump. [dem]

Populer

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

Harga Emas Dunia Terkoreksi Saat Ultimatum Trump Dekati Tenggat

Senin, 06 April 2026 | 08:19

Krisis Global Memanas, Industri Air Minum Tercekik Lonjakan Harga Kemasan

Senin, 06 April 2026 | 08:06

Sektor Bisnis Arab Saudi Terpukul, Pertama Kalinya dalam 6 Tahun

Senin, 06 April 2026 | 08:00

Trump Ancam Ciptakan Neraka untuk Iran jika Selat Hormuz Tak Dibuka

Senin, 06 April 2026 | 07:48

AS Berhasil Selamatkan Pilot Jet Tempur F-15 di Pegunungan Iran

Senin, 06 April 2026 | 07:36

Strategi WFH di Berbagai Negara Demi Efisiensi Energi

Senin, 06 April 2026 | 07:21

Cadangan Pangan Pemerintah Capai Level Tertinggi, Aman hingga Tahun Depan

Senin, 06 April 2026 | 07:06

Daya Kritis PBNU ke Pemerintah Makin Melempem

Senin, 06 April 2026 | 06:32

Amerika Negara dengan Ideologi Kapitalisme Menindas

Senin, 06 April 2026 | 06:12

Isu Pemakzulan Prabowo Belum Padam Total

Senin, 06 April 2026 | 06:07

Selengkapnya