Berita

Foto: Ist

Nusantara

Kang Uu: Money Politic Timbulkan Trauma Di Masyarakat

MINGGU, 20 MEI 2018 | 15:12 WIB | LAPORAN:

. Kasus politik uang alias money politic pada kampanye calon Bupati Kuningan, yang kini sedang diproses secara hukum seharusnya tak boleh terjadi.

Calon Wakil Gubernur Jawa Barat nomor urut 1, Uu Ruzhanul Ulum mengatakan, money politic bisa membuat masyarakat takut untuk hadir dalam  kampanye Pilkada.

"Saya  datang ke sini kok tidak banyak yang hadir. Ternyata warga khawatir, soalnya sebelumnya ada kasus money politic yang diproses secara hukum,” kata Kang Uu saat berkampanye di Desa Darma, Kecamatan Darma, Kabupaten Kuningan (Minggu, 20/5).


Belum lama ini, ada pelaku politik uang divonis tiga tahun oleh majelis hakim di Pengadilan Negeri Kuningan. Dia terbukti memberikan uang kepada warga saat kampanye salah satu calon bupati, di Desa Darma, Kecamatan Darma, Kabupaten Kuningan.

KH. Amung, tokoh masyarakat Desa Darma mengakui bahwa warga di desanya trauma atas peritiswa tersebut. 

"Masyarakat  takut peristiwa bagi-bagi duit itu terulang di desanya, sehingga kampanye Kang Uu di Desa kami tak banyak dihadiri oleh masyarakat. Padahal, maksud kedatangan Kang Uu ke sini untuk menyampaikan visi, misi dan programnya," jelasnya.

Kang Uu sangat prihatin dengan demokratisasi Pilkada yang tercoreng oleh money politic. Pasangan Ridwan Kamil ini menjelaskan, setiap paslon harus memiliki kedewasaan dalam berpolitik.

"Money politic yang terjadi di desa Darma telah mencederai demokratisasi dan menimbulkan trauma di masyarakat," jelasnya.

Kang Uu menegaskan,  paslon dan tim suksesnya seharusnya mengedukasi masyarakat,  mendekati calon pemilih dengan silahturahmi, dialog, sampaikan visi misi, dan program, agar terjalin hubungan emosional antara paslon dan calon pemilih.

"Mendekati calon pemilih tidak harus dengan uang. Saya berharap kasus ini tidak terulang lagi,” kata Kang Uu. 

"Jadikan Pilkada ini sebagai ajang adu gagasan dan ide kreatif dan inovatif. Mereka yang mampu memberikan gagasan yang solutif bagi masalah rakyat, maka dialah yang layak dipilih,” sambung cucu KH. Choer Affandi, pendiri Pesantren Miftahul Huda, Manonjaya, Tasikmalaya ini.  [wid]

Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

KPK Panggil Bos Rokok HS di Kasus Suap Cukai

Kamis, 02 April 2026 | 10:39

UPDATE

SBY Desak PBB Investigasi Gugurnya Prajurit TNI di Lebanon

Minggu, 05 April 2026 | 12:15

Bansos Kunci Redam Gejolak Jika BBM Naik

Minggu, 05 April 2026 | 11:34

Episode Ijazah Jokowi Tak Kunjung Usai

Minggu, 05 April 2026 | 11:20

Indonesia Jangan Diam Atas Kebijakan Kejam Israel

Minggu, 05 April 2026 | 11:08

KPK Buka Peluang Panggil Forkopimda di Skandal THR Cilacap

Minggu, 05 April 2026 | 10:31

Drone Iran Hantam Kompleks Pemerintahan dan Energi Kuwait

Minggu, 05 April 2026 | 10:20

Krisis Global Momentum Perkuat Kemandirian Pangan Nasional

Minggu, 05 April 2026 | 10:14

UU Hukuman Mati Israel untuk Tahanan Palestina Mengarah ke Genosida

Minggu, 05 April 2026 | 09:43

Trump Ancam Iran Buka Selat Hormuz dalam 48 Jam atau Hadapi Konsekuensi

Minggu, 05 April 2026 | 09:33

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Selengkapnya