Berita

Foto: Net

Nusantara

Terduga Teroris Di Cirebon Ini Dikenal Supel Tapi Tertutup

MINGGU, 20 MEI 2018 | 10:47 WIB | LAPORAN:

Setelah penangkapan terduga teroris inisial S di desa Jemaras Kidul kecamatan Klangenan kabupaten Cirebon, menyusul terduga teroris lainnya berinisial H.

Penangkapan H ini dibenarkan Kapolres Cirebon Kota AKBP Roland Ronaldy, saat dikonfirmasi, belum lama ini.

Namun demikian, Kapolres Ciko menyatakan penangkapan H tidak diikuti penggeledahan rumah.


Sehari setelah penangkapan, dari hasil penelusuran RMOLJabar ke lokasi rumah kontrakan H, tepatnya di RT 005 RW 007 Pelandakan kota Cirebon diperoleh informasi bahwa warga disitu belum tahu persis kebenaran terduga teroris itu ditangkap.

Sarinah, istri dari Ketua RT 005 saat ditanya, malah mengaku tidak kenal dengan H.

"Coba langsung ke Bu Juju nya saja mas, pemilik kontrakannya. Sebab, sekalipun tinggal di RT yang sama, saya tidak kenal sama sekali," tuturnya.

Sarinah mengatakan, rata-rata penghuni kontrakan tersebut memiliki kesamaan cara berpakaian, bergaul dan kultur.

Biasanya, lanjut Sarinah, kalau pihak RT ataupun RW meminta identitas berupa kartu tanda penduduk (KTP) mereka selalu tidak diindahkan.

"Saya juga punya kontrakan. Dulu pernah diisi dengan orang yang seperti itu. Pas dimintai KTP untuk berjaga-jaga, sulitnya minta ampun. Nanti ia malah pindah kontrakan," ujarnya.

Sementara, Runi, warga RT 004 pedagang yang tidak jauh dari lokasi kontrakan, mengakui belakangan ini jarang melihat H.

"Sehari-hari jualan Takoyaki, biasanya jualan di daerah Perumnas. Saya juga aneh kok sudah hampir tiga hari belakangan, jarang lihat," ujar Runi.

"Kemarin saja, anaknya beli jajan, saya tanya ke anaknya. Abi kemana ? Anaknya malah jawab, sedang ke luar kota," ucapnya lagi.

Menurut Runi, H sekeluarga sudah lama mengontrak di lokasi tersebut, hampir tiga tahunan. Dan sebelumnya juga H pernah menempati kontrakan lainnya,  berlokasi tidak jauh dari yang sekarang.

"Tapi karena mungkin kurang nyaman, jadi pindah ke situ," kata Runi.

Senada dengan Sarinah, Runi pun mengatakan, rata-rata penghuni kontrakan itu memiliki ciri yang sama.

Sebelumnya, kata Runi, pernah juga ada perempuan yang mengontrak disitu tapi tidak pernah diketahui tentang suaminya.

Giliran suaminya datang, kemudian langsung pindah ke Solo.

"Mau kemana nak? Ia jawab: mau ke Solo," tanya Runi kepada perempuan dimaksud.

Runi menyebutkan, H memiliki dua orang anak, lelaki dan perempuan. Anak pertama lelaki berusia sekitar tujuh tahun, sedangkan yang perempuan berkisar dua tahun. Selain kedua anak itu juga ada istrinya.

"Dia sebenarnya supel, kadang suka ngobrol-ngobrol dengan teman-temannya di depan warung ibu. Habis gimana lagi, kasihan, suka ngobrol-ngobrol dengan teman-temannya di pinggir jalan," tuturnya.

Meski sudah ngontrak lama di situ, Runi mengaku tidak mengetahui persis identitas H karena orangnya tertutup.

Runi memperkirakan usia H antara 40-45 tahunan. [wid]

Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

KPK Panggil Bos Rokok HS di Kasus Suap Cukai

Kamis, 02 April 2026 | 10:39

UPDATE

SBY Desak PBB Investigasi Gugurnya Prajurit TNI di Lebanon

Minggu, 05 April 2026 | 12:15

Bansos Kunci Redam Gejolak Jika BBM Naik

Minggu, 05 April 2026 | 11:34

Episode Ijazah Jokowi Tak Kunjung Usai

Minggu, 05 April 2026 | 11:20

Indonesia Jangan Diam Atas Kebijakan Kejam Israel

Minggu, 05 April 2026 | 11:08

KPK Buka Peluang Panggil Forkopimda di Skandal THR Cilacap

Minggu, 05 April 2026 | 10:31

Drone Iran Hantam Kompleks Pemerintahan dan Energi Kuwait

Minggu, 05 April 2026 | 10:20

Krisis Global Momentum Perkuat Kemandirian Pangan Nasional

Minggu, 05 April 2026 | 10:14

UU Hukuman Mati Israel untuk Tahanan Palestina Mengarah ke Genosida

Minggu, 05 April 2026 | 09:43

Trump Ancam Iran Buka Selat Hormuz dalam 48 Jam atau Hadapi Konsekuensi

Minggu, 05 April 2026 | 09:33

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Selengkapnya