Berita

Foto/RMOLSumsel

Nusantara

Persempit Jaringan Teror, Pjs Walikota Palembang Minta RT/RW Pengawasan Ketat

KAMIS, 17 MEI 2018 | 00:19 WIB | LAPORAN:

Penjabat Sementara (Pjs) Walikota Palembang, Akhmad Najib, menghimbau agar ketua Rukun Tetangga (RT) dan Rukun Warga (RW) dalam mengawasi wilayahnya masing-masing.

Hal ini untuk mempersempit ruang gerak aksi teror yang terjadi di Kota Palembang.

"Kondisi genting negara akibat aksi teror saat ini, perlu mendapat dukungan dari masyarakat terkait pengawasannya. Jangan sampai terjadi lagi aksi teror," ujarnya di sela sosialisasi Peraturan Daerah (Perda) Kota Palembang tentang Pembentukan RT RW, se Kecamatan Bukit Kecil, Palembang, Rabu (16/5/18).


Najib berharap, ketua RT/RW aktif mengawasi kondisi keamanan lingkungannya. Bila ada orang yang tidak dikenal berkeliaran di lingkungan sekitar RT/RW, sudah sewajarnya untuk ditanya maksud dan tujuan, bila perlu tanyakan identitasnya.

"Segera lapor polisi jika ada hal yang mencurigakan, mengingat perkembangan situasi keamanan saat ini terjadi di beberapa daerah," ujarnya seperti diberitakan Kantor Berita RMOLSumsel.

Pada kesempatan itu, Najib juga mengingatkan RT/RW untuk menyukseskan pemilihan kepala daerah serentak (Pemilukada) pada 27 Juni 2018. Sebagai sosok panutan, ketua RT/RW diharapkan mampu mendorong peningkatan partisipasi warga dalam menggunakan hak pilihnya.

"RT/RW ini peranannya sangat strategis, dan merupakan mitra dari Pemerintah. Tugas mereka ini berat, 24 jam harus selalu siaga. Oleh karena itu Pemerintah Kota Palembang menaikan insentif mereka dari Rp300 ribu menjadi Rp600 ribu per bulan," tandasnya. [nes]


Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

Pelaku Penembakan Rombongan Tito Karnavian Diringkus

Jumat, 03 April 2026 | 19:59

UPDATE

Kasus Viral Foto AI di Kalisari Cermin Lemahnya Pengawasan Aparatur

Rabu, 08 April 2026 | 00:14

MSP Raih Penghargaan Proper Emas dan Green Leadership Proper dari KLH

Rabu, 08 April 2026 | 00:04

Polri Ungkap Penyalahgunaan BBM dan LPG Subsidi, Kerugian Capai Rp1,26 Triliun

Selasa, 07 April 2026 | 23:27

Pengawasan Hutan Diperketat Antisipasi El Nino Ekstrem

Selasa, 07 April 2026 | 23:10

Demokrasi seharusnya Mengoreksi, bukan Meruntuhkan Legitimasi Negara

Selasa, 07 April 2026 | 23:00

HKTI Beri Pendampingan Peternak Lokal yang Dirugikan Perusahaan Besar

Selasa, 07 April 2026 | 22:58

Pulihkan Situasi Halmahera Tengah, Masyarakat Diminta Dukung TNI-Polri

Selasa, 07 April 2026 | 22:33

Dony Oskaria: 15 BUMN Logistik Digabung Bulan Depan

Selasa, 07 April 2026 | 22:19

GREAT Institute Dorong Prabowo Reshuffle 50 Persen Menteri di Kabinet

Selasa, 07 April 2026 | 21:59

Menko Yusril soal Kasasi Delpedro Dkk: Bisa Saja MA Putus NO

Selasa, 07 April 2026 | 21:42

Selengkapnya