PT Kereta Api Indonesia/KAI (Persero) melalui PT KAI Daerah Operasional (Daop) 1 Jakarta meningkatkan kewaspadaan serta memperketat pengawasan di wilayah kerjanya. Hal ini dilakukan, guna mengantisipasi kejadian yang tak diinginkan, pasca terjadinya serangkaian peristiwa ledakan bom di Surabaya, Jawa Timur.
Executive Vice President (VP) KAI Daop 1 Jakarta R Dadan RuÂdiansyah mengatakan, pihaknya memfokuskan pengawasan utaÂma di dua stasiun yakni Stasiun Gambir dan Pasar Senen karena merupakan awal pemberangkatan dan kedatangan kereta api jarak menengah dan jarak jauh.
"Ini menjadi fokus kami karena hampir setiap harinya terdapat ribuan orang di dua lokasi terseÂbut," ujarnya, melalui siaran pers.
Ia menjelaskan, antisipasi yang dilakukan KAI Daop 1 Jakarta antara lain, memperketat pengawasan dengan menambah jumlah personel pengamanan yang sebelumnya hanya 25 personel per hari menjadi 30 personel di Stasiun Gambir dan Stasiun Pasar Senen.
Selain itu, disiapkan mirror untuk kendaraan roda empat yang akan masuk ke stasiun, proses pemeriksaan boarding pass juga menjadi lebih ketat dilengkapi alat scanner detektor logam portable.
"Semua orang yang ada di stasiun, baik itu pengguna jasa maupun seluruh pegawai kereta api tetap waspada dan melaporÂkan apabila ada orang atau benda yang mencurigakan," katanya.
Pihaknya juga mengimbau kepada seluruh petugas di StaÂsiun wilayah Daop 1 Jakarta untuk terus waspada terhadap hal-hal yang dapat mengancam keselamatan. "Perketat penjagaan dan pengawasan, jangan sampai kecolongan," katanya.
Mudik GratisMenjelang pelaksanaan hari Raya Idulfitri atau Lebaran, PT Kereta Api Indonesia (Persero) menggelar program mudik gratis yang akan dimulai pada 5 hingga 7 Juni 2018 untuk masyarakat umum.
Direktur Utama PT KAI, Edi Sukmoro menuturkan, program mudik gratis bertajuk "Mudik Bareng KAI" ini diselenggaraÂkan untuk keberangkatan dari Stasiun Pasar Senen, Jakarta, ke berbagai kota di Jawa Tengah dan Jawa Timur.
"Kami menyediakan sebanyak tujuh perjalanan KA selama tiga hari untuk mengakomodasi 1.520 penumpang yang mengiÂkuti program Mudik Bareng KAI," ujarnya, di Jakarta.
Adapun kereta api yang disiapÂkan dalam program ini, meliputi Kertajaya Lebaran relasi Stasiun Pasarsenen - Stasiun Surabaya Pasarturi, Brantas Lebaran relasi Stasiun Pasarsenen - Stasiun Blitar, dan Kutojaya Utara TamÂbahan relasi Stasiun Pasarsenen - Stasiun Kutoarjo.
Ia menyebutkan, jadwal keÂberangkatan dibagi dalam tiga tahap, yakni pada 5 Juni 2018, masyarakat akan dilayani dengan dua kereta, yakni Kertajaya Lebaran yang melayani rute Stasiun Pasarsenen-Stasiun Surabaya Pasarturi pukul 08.45 WIB.
Selain itu, kereta Brantas Lebaran, yang melayani Stasiun Pasarsenen-Stasiun Blitar pukul 18.00 WIB. Pada 6 Juni 2018, juga dilayani dengan dua kereta, yakni Kertajaya Lebaran dengan rute StaÂsiun Pasarsenen-Stasiun Surabaya Pasarturi pukul 08.45 WIB.
Lalu ada kereta Brantas LebaÂran rute Stasiun Pasarsenen-Stasiun Blitar pukul 18.00 WIB. Sedangkan pada 7 Juni 2018, dilayani tiga kereta api, yakni Kertajaya Lebaran dengan rute Stasiun Pasarsenen-Stasiun SuraÂbaya Pasarturi pukul 08.45 WIB.
Kemudian ada Brantas Lebaran dengan rute Stasiun Pasarsenen-Stasiun Blitar pukul 18.00 WIB, kemudian Kutojaya Utara Tambahan dengan rute Stasiun Pasarsenen-Stasiun Kutoarjo pukul 23.20 WIB.
"Program mudik gratis ini seÂbagai salah satu bentuk kepeduÂlian kepada masyarakat serta untuk mengurangi angka kecelaÂkaan dan kemacetan di jalan raya selama masa mudik Lebaran 2018," katanya.
Ia menambahkan, bagi masyarakat yang tertarik untuk mengikuti program yang diiÂnisiasi Kementerian BUMN(Badan Usaha Milik Negara) ini dapat melakukan pendaftaran mulai 14 Mei 2018 pukul 13.00 WIB. "Pendaftaran diÂlakukan secara online melalui website
mudikbarengbumn.kai.id atau
mudikbarengbumn.co.id," tandasnya. ***