. Pasangan Rusmadi Wongso-Safaruddin akan menerapkan konsep "smart city" di dalam menjalankan roda pemerintahan apabila terpilih menjadi gubernur dan wakil gubernur Kalimantan Timur periode 2018-2023.
Konsep smart city diterapkan sebagai wujub tanggungjawab atas berbagai keluhan yang dihadapi warga demi memberikan pelayanan publik terbaik.
"Melalui smart city masyarakat yang memiliki keluhan bisa langsung melaporkan sehingga pemerintah dapat mengetahui dan mengambil tindakan," terang Safaruddin.
Safaruddin mengatakan konsep smart city sudah dijalankan dibeberapa kota besar di Indonesia. Dia menbatakan konsep smart city sangat baik digunakan untuk perkembangan dan kemajuan suatu daerah. Misalkan saja melaporkan soal keluhan pendidikan, adanya jalan rusak, pelayanan kesehatan yang buruk dan sebagainya.
"Dengan konsep smart city akan menghasilkan SDM bernilai ekonomis dan tentunya kemudahan akan tercipta seperti aspek tenaga kerja, pengelolaan kemiskinan, dan pariwisata," tambahnya.
"Konsep smart city atau kota dan desa cerdas akan kita terapkan guna membantu berbagai keluhan dan kegiatan masyarakat, terutama dalam hal pelayanan publik,"tandas Safaruddin di hadapan ratusan warga desa Bukit Merdeka KM 45, Kecamatan Samboja, Kabupaten Kukar pada acara kampanye dialogis di rumah H.Amiruddin salah satu tokoh masyarakat, Jumat (11/5) sore.
Hadir pada acara tersebut, Samsun anggota DPRD Kaltim dari fraksi PDI-Perjuangan. H. Mansyur tokoh masyarakat dan sejumlah pengurus partai serta tim relawan pemenangan Rusmadi Safaruddin.
[dem]