Berita

Gereja Santa Maria Tak Bercela/Net

Nusantara

Pimpinan Ormas Katolik Mengecam Aksi Kejahatan Terorisme!

SENIN, 14 MEI 2018 | 04:50 WIB | LAPORAN:

Aksi bom bunuh diri yang meledak di Gereja Katolik Santa Maria Tak Tercela, Gereja Kristen Indonesia dan Gereja Pantekosta di Surabaya merupakan tindakan nyata kejahatan terorisme.

Pimpinan organisasi Massa Katolik menyatakan aksi teror ini, telah menyebabkan duka, air mata dan mengoyak kerukunan umat beragama yang sudah terjaga.

Ormas Katolik juga menekankan sebagai bangsa yang berdaulat, persatuan, kesatuan dan kebhinekaan adalah keniscayaan yang harus terus menerus dirawat, dijaga dan dipertahankan.


Untuk itu Ormas Katolik mengajak semua pihak, khususnya umat Katolik di NKRI untuk menciptakan suasana yang kondusif di masyarakat, mempererat persatuan dan kesatuan sebagai anak bangsa untuk melawan kejahatan terorisme, dan tetap merawat komitmen kebangsaan

Mereka juga mengutuk keras segala macam bentuk aksi terorisme di NKRI dan menyerukan agar masyarakat tidak takut terhadap pelaku teror.

"Mari kita bersatu melawan segala bentuk aksi teror. Semangat persatuan dan kebhinekaan adalah keniscayaan yang harus terus-menerus kita jaga, rawat dan dipertahankan sebagai sebuah bangsa yang merdeka dan berdaulat," ujar Ketua Presidium Pusat Ikatan Sarjana Katolik Indonesia Hargo Mandirahardjo dalam keterangan tertulis, Minggu (13/5).

Ormas Katolik juga mendukung aparat keamanan, khususnya Polri untuk mengusut tuntas pelaku teror dan menanggulangi jaringan terorisme di NKRI.

"Hukum harus ditegakkan dan pelaku teror harus diproses melalui hukum yang berlaku dan mendapatkan hukuman yang setimpal," sambung Hargo.

Selain Presidium Pusat Ikatan Sarjana Katolik Indonesia Ormas Katolik lain yang menyerukan hal yang sama yakni Presidium DPP Wanita Katolik Republik Indonesia, Pengurus Pusat Pemuda Katolik, Pengurus Pusat Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia, Sekretaris Nasional Forum Masyarakat Katolik Indonesia dan Forum Masyarakat Katolik Indonesia Keuskupan Agung Jakarta. [nes]


Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

Pelaku Penembakan Rombongan Tito Karnavian Diringkus

Jumat, 03 April 2026 | 19:59

UPDATE

Kasus Viral Foto AI di Kalisari Cermin Lemahnya Pengawasan Aparatur

Rabu, 08 April 2026 | 00:14

MSP Raih Penghargaan Proper Emas dan Green Leadership Proper dari KLH

Rabu, 08 April 2026 | 00:04

Polri Ungkap Penyalahgunaan BBM dan LPG Subsidi, Kerugian Capai Rp1,26 Triliun

Selasa, 07 April 2026 | 23:27

Pengawasan Hutan Diperketat Antisipasi El Nino Ekstrem

Selasa, 07 April 2026 | 23:10

Demokrasi seharusnya Mengoreksi, bukan Meruntuhkan Legitimasi Negara

Selasa, 07 April 2026 | 23:00

HKTI Beri Pendampingan Peternak Lokal yang Dirugikan Perusahaan Besar

Selasa, 07 April 2026 | 22:58

Pulihkan Situasi Halmahera Tengah, Masyarakat Diminta Dukung TNI-Polri

Selasa, 07 April 2026 | 22:33

Dony Oskaria: 15 BUMN Logistik Digabung Bulan Depan

Selasa, 07 April 2026 | 22:19

GREAT Institute Dorong Prabowo Reshuffle 50 Persen Menteri di Kabinet

Selasa, 07 April 2026 | 21:59

Menko Yusril soal Kasasi Delpedro Dkk: Bisa Saja MA Putus NO

Selasa, 07 April 2026 | 21:42

Selengkapnya