Berita

Rusun Wonocolo/Net

Nusantara

Polisi: Korban Rusunawa Wonocolo Pelaku Teror

SENIN, 14 MEI 2018 | 02:59 WIB | LAPORAN:

Ledakan rusunawa Wonocolo, lantai 5 blok B3, Sidoarjo, Jawa Timur merupakan aksi dari pelaku teror.

Kapolda Jatim, Irjen Pol Machfud Arifin menyatakan tiga korban ledakan merupakan pelaku teror.

Diduga pelaku ingin melakukan aksi teror sama seperti yang terjadi di Surabaya, namun bom yang sudah dirakit meledak di kediaman palaku.


"Mereka itu pelaku, bukan korban. Mereka akan melakukan aksi seperti di Surabaya," ujarnya di lokasi kejadian, Senin dini hari (14/5).

Machfud memastikan tidak ada korban dari ledakan Rusunawa Wonocolo selain keluarga Anton.

Adapun tiga pelaku teror yang tewas di lokasi yakni Anton selaku kepala keluarga, Puspita Sari (47) selaku istri dan anak perempuan Anton berinisial LAR (17). Sementara tiga anak Anton AR (15) dan dua anak perempuan Anton FP(11) dan G (11) lolos dari kejadian dilarikan ke RS Siti Khodijah, Sidoarjo. AR membawa kedua adiknya yang mengalami luka ke Rumah Sakit.

Saat melakukan penyisiran lokasi ledakan polisi menemukan Anton yang masih memegang pemicu bom. Tanpa ragu, polisi melakukan tindakan tegas dengan menembak Anton agar tidak menambah korban.

"Terpaksa dilumpuhkan karena dinilai membahayakan," kata Kabid Humas Polda Jawa Timur, Kombes Fran Barung Mangera kepada wartawan yang juga berada di lokasi.

Ledakan bom terjadi di Rusunawa Wonocolo, Minggu malam, 13 Mei. Sumber ledakan berasal dari satu unit di Blok B lantai lima yang belakangan diketahui milik warga bernama Anton. Pengelola Rusunawa Wonocolo, Lidya Susanti menyebut keluarga Anton menempati rusunawa Wonocolo sejak 2015. [nes]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

Pelaku Penembakan Rombongan Tito Karnavian Diringkus

Jumat, 03 April 2026 | 19:59

UPDATE

Kasus Viral Foto AI di Kalisari Cermin Lemahnya Pengawasan Aparatur

Rabu, 08 April 2026 | 00:14

MSP Raih Penghargaan Proper Emas dan Green Leadership Proper dari KLH

Rabu, 08 April 2026 | 00:04

Polri Ungkap Penyalahgunaan BBM dan LPG Subsidi, Kerugian Capai Rp1,26 Triliun

Selasa, 07 April 2026 | 23:27

Pengawasan Hutan Diperketat Antisipasi El Nino Ekstrem

Selasa, 07 April 2026 | 23:10

Demokrasi seharusnya Mengoreksi, bukan Meruntuhkan Legitimasi Negara

Selasa, 07 April 2026 | 23:00

HKTI Beri Pendampingan Peternak Lokal yang Dirugikan Perusahaan Besar

Selasa, 07 April 2026 | 22:58

Pulihkan Situasi Halmahera Tengah, Masyarakat Diminta Dukung TNI-Polri

Selasa, 07 April 2026 | 22:33

Dony Oskaria: 15 BUMN Logistik Digabung Bulan Depan

Selasa, 07 April 2026 | 22:19

GREAT Institute Dorong Prabowo Reshuffle 50 Persen Menteri di Kabinet

Selasa, 07 April 2026 | 21:59

Menko Yusril soal Kasasi Delpedro Dkk: Bisa Saja MA Putus NO

Selasa, 07 April 2026 | 21:42

Selengkapnya