Berita

Foto: RMOL Jabar

Nusantara

Kang Anton: 40 Persen Warga Jabar Terkontaminasi Radikalisme

SABTU, 12 MEI 2018 | 19:29 WIB | LAPORAN:

Calon Wakil Gubernur No Urut 2, Anton Charliyan janji menyediakan program paket umroh gratis bagi 200 orang setahun.

Janji itu diutarakan Kang Anton saat menyapa ibu-ibu jamaah Majelis Taklim Baitul Rahman Batununggal Indah kota Bandung pimpinan Hj. Yati, Sabtu (12/5).

Menurutnya, apabila terpilih dalam Pilkada Jabar nanti, dia dan pasangannya TB Hasanuddin, akan menyediakan paket umroh sebagai apresiasi terhadap jama'ah pengajian yang ada di wilayah Jawa Barat. Paket umroh tersebut menjadi program tahunan pemprov Jawa Barat dan gratis tanpa dipungut biaya.


"Insya Alllah ibu-ibu akan umroh gratis, dikocok karena ada anggaran 200 orang anggarannya satu tahun bagi Majlis Ta'lim Baitul Rahman Batu Nunggal Indah," kata mantan Kapolda Jawa Barat ini seperti diberitakan RMOL Jabar.

Kang Anton menyampaikan kondisi ironi yang tengah dialami umat Islam saat ini. Umat Islam, terangnya, mudah terbelah, persatuan atau Ukhuwah Islamiyah dengan mudahnya di cerai berai oleh kekuatan pihak lain yang sangat menginginkan umat Islam saling bertentangan.

"Ukhuwah Islamiyah sekarang banyak yang saling bertentangan, banyak yang saling tuduh-tuduhan, saling curiga, mengkotak-kotakkan, saling mengagungkan golongan. Besarnya Islam itu karena persatuan, kekuatan itu adanya di dalam kebersamaan," ungkapnya.

Apalagi, lanjutnya, Jawa Barat dikenal sebagai pusat radikalisme dan Intoleransi dari 34 Provinsi yang ada di Indonesia. Dan itu bertentangan dengan semangat diturunkannya Islam, dimana Islam sebagai agama yang mengajarkan Rahmatan Lil 'Alamin, cinta damai.

"40 persen (penduduk) Jabar terkontaminasi," bebernya.

Masih menurut Kang Anton, belakangan banyak pihak yang mudah mengatasnamakan Islam, gerakan-gerakan radikal sporadis dimunculkan dengan mengklaim bahwa itu sebagai ajaran Islam.

Bahkan, dengan mudah menghembuskan opini tentang aparat kepolisian. Kepolisian, kata Kang Anton, di mata mereka dianggap sebagai musuh.

"Katanya polisi, katanya tidak beragama, anti ulama, anti Islam, katanya togut. Itu tidak benar!" cetus Kang Anton.

Hasil analisa dan kajian, sebut Kang Anton yang pernah menjabat sebagai Kadiv Humas Mabes Polri, Jawa Barat merupakan wilayah nomor 1 dari gerakan radikalisme di Indonesia.

"80 persen dari Jabar bom bunuh diri. Itu bukan jihad. Kami akan berjuang untuk menumpas radikalisme. Saya tidak ingin Islam seperti (Negara-Negara) Timur Tengah yang kebanyakan penganutnya adalah gerakan politik dan merasa paling Islami," papar Kang Anton.

Pada bagian lain, Kang Anton juga memaparkan program-program unggulan Hasanah. Menurut Kang Anton, Ia bersama Kang Hasan telah berkomitmen untuk memperhatikan lembaga-lembaga pendidikan dan keagamaan.

"Ada program untuk Ustad, Madrasah, Majlis Ta'lim, Pesantren, Santri yaitu 1 triliun per pesantren dalam satu tahun. Bahkan ditambah dengan 3 kartu, diantaranya untuk program Sakola Gratis dan Jabar Cageur. Kartu sehat bisa berobat gratis. Semuanya bisa dibantu dari pusat maupun provinsi," sebutnya.

Selain itu, tambah Kang Anton, ada juga kartu untuk program Bogagawe. "Tenaga kerja akan disalurkan dan dilatih, disesuaikan dengan pabrik dan apa yang dibutuhkan, sekarang ini karena belum dibangun profesionalisme jadi harus ada sertifikat buat tenaga kerja," ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, Ibu Ima salah seorang jama'ah Majelis Taklim Baitul Rahman Batununggal Indah menilai Kang Anton sebagai sosok pemimpin yang selama ini dibutuhkan masyarakat Jawa Barat.

"Pak Anton bijak, terus merakyat. Apa yang diungkapkan beliau bisa terlaksana, terutama Umroh Gratis dan Kartu Bogagawe. Mudah-mudahan kalau terpilih bisa terealisasikan," tandasnya. [sam]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

Pelaku Penembakan Rombongan Tito Karnavian Diringkus

Jumat, 03 April 2026 | 19:59

UPDATE

Kasus Viral Foto AI di Kalisari Cermin Lemahnya Pengawasan Aparatur

Rabu, 08 April 2026 | 00:14

MSP Raih Penghargaan Proper Emas dan Green Leadership Proper dari KLH

Rabu, 08 April 2026 | 00:04

Polri Ungkap Penyalahgunaan BBM dan LPG Subsidi, Kerugian Capai Rp1,26 Triliun

Selasa, 07 April 2026 | 23:27

Pengawasan Hutan Diperketat Antisipasi El Nino Ekstrem

Selasa, 07 April 2026 | 23:10

Demokrasi seharusnya Mengoreksi, bukan Meruntuhkan Legitimasi Negara

Selasa, 07 April 2026 | 23:00

HKTI Beri Pendampingan Peternak Lokal yang Dirugikan Perusahaan Besar

Selasa, 07 April 2026 | 22:58

Pulihkan Situasi Halmahera Tengah, Masyarakat Diminta Dukung TNI-Polri

Selasa, 07 April 2026 | 22:33

Dony Oskaria: 15 BUMN Logistik Digabung Bulan Depan

Selasa, 07 April 2026 | 22:19

GREAT Institute Dorong Prabowo Reshuffle 50 Persen Menteri di Kabinet

Selasa, 07 April 2026 | 21:59

Menko Yusril soal Kasasi Delpedro Dkk: Bisa Saja MA Putus NO

Selasa, 07 April 2026 | 21:42

Selengkapnya