Berita

Fahri Hamzah/Net

Politik

Tugas Pemerintah Ungkap Fakta, Bukan Ikutan Simpati

SABTU, 12 MEI 2018 | 02:38 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Jika dalam negara ada peristiwa yang merugikan dan mendatangkan korban, maka rakyat wajib memberi simpati.

Begitu kata Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah menanggapi insiden kerusuhan yang terjadi di Rumah Tahanan Cabang Salemba, Mako Brimob Kelapa Dua Depok yang menewaskan lima anggota polisi.

Menurutnya, simpati merupakan kesibukan yang harus dilakukan rakyat, bukan pemerintah


Fahri menjelaskan bahwa kesibukan pemerintah yang utama adalah mengungkap peristiwa dan terbuka kepada publik tentang apa yang terjadi.

“Kesibukan utama pemerintah bukan soal kesedihan korban, tapi soal membuat terang kejadian sehingga keadilan dan hukum ditegakkan secara tuntas,” jelasnya sebagaimana dikutip dari akun Twitter @fahrihamzah, Sabtu (12/5).

Kesibukan ini jangan di balik. Apalagi jika kemudian kesedihan disebut lebih utama ketimbang kebenaran.

Sebab, sambung Fahri, akan sia-sia nyawa korban apabila negara gagal membawa pada penegakan hukum dan kebenaran untuk mendapatkan keadilan.

"Waktu Novel Baswedan jadi korban, semua menyatakan prihatin dan berduka seolah tugas negara itu berduka. Padahal, fakta dan kebenaran tidak terungkap. Dan Presiden Jokowi bilang ‘tunggu Polri angkat tangan’. Hebat betul," sindirnya.

Fahri melanjutkan, ada banyak fungsi dalam negara termasuk memberikan santunan. Tapi negara hukum ditandai dengan tegaknya hukum yang akan menjadi dasar kebersamaan rakyat sepanjang masa.

"Maka, jangan bergeser untuk menemukan fakta yang benar," tukasnya. [ian]

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

Adik Kakak di Bekasi Ketiban Rezeki OTT KPK

Senin, 22 Desember 2025 | 17:57

UPDATE

Tak Pelihara Buzzer, Prabowo Layak Terus Didukung

Jumat, 02 Januari 2026 | 04:14

Stasiun Cirebon Dipadati Penumpang Arus Balik Nataru

Jumat, 02 Januari 2026 | 04:00

SBY Pertimbangkan Langkah Hukum, Mega Tak Suka Main Belakang

Jumat, 02 Januari 2026 | 03:34

Pilkada Lewat DPRD Cermin Ketakutan terhadap Suara Rakyat

Jumat, 02 Januari 2026 | 03:26

Jika Mau Kejaksaan Sangat Gampang Ciduk Silfester

Jumat, 02 Januari 2026 | 03:01

Pilkada Lewat DPRD Sudah Pasti Ditolak

Jumat, 02 Januari 2026 | 02:37

Resolusi 2026 Rismon Sianipar: Makzulkan Gibran Wapres Terburuk

Jumat, 02 Januari 2026 | 02:13

Kata Golkar Soal Pertemuan Bahlil, Dasco, Zuhas dan Cak Imin

Jumat, 02 Januari 2026 | 02:10

Penumpang TransJakarta Minta Pelaku Pelecehan Seksual Ditindak Tegas

Jumat, 02 Januari 2026 | 01:38

Bulgaria Resmi Gunakan Euro, Tinggalkan Lev

Jumat, 02 Januari 2026 | 01:21

Selengkapnya