Berita

Foto: Net

Nusantara

Program Mandek, Anies-Sandi Diminta Tiru Gaya Ahok-Djarot

Rombak Pejabat Jajaran Eselon
KAMIS, 10 MEI 2018 | 19:19 WIB | LAPORAN:

Gubernur DKI, Anies Baswedan dan wakilnya, Sandiaga Uno diminta merobak para pejabat di jajaran eselon.

Pengamat kebijakan publik, Amir Hamzah menegaskan, hal itu penting dilakukan agar program kerja yang masih mandek selama 7 bulan pemerintahan ini bisa berjalan.

"Lazim diberikan oleh pemerintah, mereka yang sedang berkuasa biasanya buat peraturan dengan maksud untuk melestarikan masa jabatannya dia. Kita lihat era Jokowi, Ahok dan Djarot. Ini alasan sampe bulan ke 7 Anies-Sandi belum merubah eselon 2 dan eselon 3 banyak yang memasuki pensiun. Penggantian dapat membantu program kerja berjalan cepat," ujarnya dalam diskusi KAHMI JAYA, Jalan Cipinang Baru, Rawamangun, Jakarta Timur, Kamis (10/5).


Menurut Amir, hal ini tidak bisa dibiarkan karena banyak dari pejabat yang saat ini menjabat adalah orang-orangnya pemerintahan Ahok dan Djarot.

Sehingga, kedepannya akan sulit mengompakkan mereka semua untuk satu visi dan misi.

Harapannya, dengan pergantian pejabat eselon di pemerintahan DKI Jakarta mampu mempercepat jalannya program kerja Anies-Sandi untuk membangun kota Jakarta.

"Jika pemerintahan Anies-Sandi Perlu diganti karena posisi pejabat pemerintah yang dilakukan oleh Ahok ada kesengajaan. Jadi sudah saatnya diganti, udah saya katakan kepada Taufik dan Syarif," demikian Amir.

Dalam diskusi tersebut, turut hadir Syarief sekretaris komisi A DPRD DKI Jakarta dari fraksi Gerindra. [sam]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

Pelaku Penembakan Rombongan Tito Karnavian Diringkus

Jumat, 03 April 2026 | 19:59

UPDATE

Kasus Viral Foto AI di Kalisari Cermin Lemahnya Pengawasan Aparatur

Rabu, 08 April 2026 | 00:14

MSP Raih Penghargaan Proper Emas dan Green Leadership Proper dari KLH

Rabu, 08 April 2026 | 00:04

Polri Ungkap Penyalahgunaan BBM dan LPG Subsidi, Kerugian Capai Rp1,26 Triliun

Selasa, 07 April 2026 | 23:27

Pengawasan Hutan Diperketat Antisipasi El Nino Ekstrem

Selasa, 07 April 2026 | 23:10

Demokrasi seharusnya Mengoreksi, bukan Meruntuhkan Legitimasi Negara

Selasa, 07 April 2026 | 23:00

HKTI Beri Pendampingan Peternak Lokal yang Dirugikan Perusahaan Besar

Selasa, 07 April 2026 | 22:58

Pulihkan Situasi Halmahera Tengah, Masyarakat Diminta Dukung TNI-Polri

Selasa, 07 April 2026 | 22:33

Dony Oskaria: 15 BUMN Logistik Digabung Bulan Depan

Selasa, 07 April 2026 | 22:19

GREAT Institute Dorong Prabowo Reshuffle 50 Persen Menteri di Kabinet

Selasa, 07 April 2026 | 21:59

Menko Yusril soal Kasasi Delpedro Dkk: Bisa Saja MA Putus NO

Selasa, 07 April 2026 | 21:42

Selengkapnya