Berita

Foto: istimewa

Nusantara

Indonesia Kirim 19 Pelajar Di Kompetisi Ilmiah Internasional

KAMIS, 10 MEI 2018 | 03:37 WIB | LAPORAN:

Sebanyak 19 pelajar Indonesia akan unjuk kebolehan pada ajang kompetisi ilmiah Intel International Science and Enginering Fair (ISEF) di Pittsburgh, Amerika Serikat pada 13-18 Mei 2018.

Para pelajar yang merupakan finalis Lomba Karya Ilmiah Remaja (LKIR) dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia dan juga pemenang Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia (OPSI) dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan tersebut akan berkompetisi dengan 1800 pelajar dari 80 negara. Mereka didampingi Tim LIPI dan Kemendikbud akan menuju AS pada 11 Mei.

Plt. Kepala LIPI Prof. Dr. Bambang Subiyanto berpesan agar para peneliti remaja yang berangkat mengikuti Intel ISEF 2018 dapat berusaha semaksimal mungkin menjadi duta sains bangsa.


"Jangan minder, kalian harus percaya diri. Tapi jangan sombong dan keluarkan kemampuan terbaik kalian," kata Bambang di Jakarta, Rabu (9/5).

Selain itu, Bambang berharap agar para peneliti muda tersebut dapat membangun jejaring dengan  peneliti dunia. Jejaring penting untuk membangun masa depan para pelajar itu sendiri.

Plt. Sekretaris Utama LIPI Dr. Laksana Tri Handoko menekankan bahwa turut serta dalam kompetisi sains internasional adalah bukti apresiasi atas capaian prestasi para pelajar yang mengikuti kompetisi ilmiah dalam negeri.

"Apapun hasilnya nanti kalian semua adalah pemenang. Kita perlu terus membangun upaya memacu motivasi para remaja untuk mengukir karya di bidang riset ilmiah," ujar Handoko.

Sementara, Dirjen Pendidikan Dasar dan Menengah Kemendikbud mengimbau para pelajar tingkat SMA yang akan berlaga di AS tetap fokus dan percaya diri. Serta menjaga mental ketika bertemu dan melihat karya pelajar lain.

Adapun, pelajar yang akan berkompetisi di Intel ISEF 2018 antara lain sebanyak 12 finalis dan pemenang LKIR 2017 yang terbagi ke dalam tujuh tim science projects dan satu pelajar sebagai peserta Broadcom Master International Program. Kemudian enam pemenang OPSI 2017 yang terbagi dalam tiga tim science projects. [nes]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

Pelaku Penembakan Rombongan Tito Karnavian Diringkus

Jumat, 03 April 2026 | 19:59

UPDATE

Kasus Viral Foto AI di Kalisari Cermin Lemahnya Pengawasan Aparatur

Rabu, 08 April 2026 | 00:14

MSP Raih Penghargaan Proper Emas dan Green Leadership Proper dari KLH

Rabu, 08 April 2026 | 00:04

Polri Ungkap Penyalahgunaan BBM dan LPG Subsidi, Kerugian Capai Rp1,26 Triliun

Selasa, 07 April 2026 | 23:27

Pengawasan Hutan Diperketat Antisipasi El Nino Ekstrem

Selasa, 07 April 2026 | 23:10

Demokrasi seharusnya Mengoreksi, bukan Meruntuhkan Legitimasi Negara

Selasa, 07 April 2026 | 23:00

HKTI Beri Pendampingan Peternak Lokal yang Dirugikan Perusahaan Besar

Selasa, 07 April 2026 | 22:58

Pulihkan Situasi Halmahera Tengah, Masyarakat Diminta Dukung TNI-Polri

Selasa, 07 April 2026 | 22:33

Dony Oskaria: 15 BUMN Logistik Digabung Bulan Depan

Selasa, 07 April 2026 | 22:19

GREAT Institute Dorong Prabowo Reshuffle 50 Persen Menteri di Kabinet

Selasa, 07 April 2026 | 21:59

Menko Yusril soal Kasasi Delpedro Dkk: Bisa Saja MA Putus NO

Selasa, 07 April 2026 | 21:42

Selengkapnya