Berita

CIA/Net

Dunia

Mantan Petugas CIA Diseret Ke Meja Hijau Karena Tuduhan Spionase Untuk China

RABU, 09 MEI 2018 | 14:39 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Seorang mantan petugas CIA didakwa dengan kepemilikan materi yang tidak sah dan berkonspirasi untuk melakukan spionase.

Departemen Kehakiman Amerika Serikat pekan ini menuduh bahwa perwira bernama Jerry Chun Shing Lee, yang merupakan mantan petugas kasus CIA yang berusia 53 tahun dan warga negara Amerika Serikat telah diminta untuk memperdagangkan informasi dengan imbalan uang oleh dua petugas intelijen China pada tahun 2010 dan 2011 ketika dia tinggal di Hong Kong.

Mantan pejabat CIA itu diyakini telah membantu China membongkar jaringan mata-mata Amerika Serikat di negara itu dan mengidentifikasi informan yang kemudian dibunuh atau dipenjarakan.


The New York Timesmelaporkan pada Januari lalu bahwa pemenjaraan atau eksekusi belasan warga negara China yang bekerja untuk Amerika Serikat adalah salah satu kemunduran intelijen yang paling dahsyat bagi lembaga itu dalam beberapa dekade terakhir.

Surat dakwaan itu diumumkan pekan ini setelah penangkapan Lee pada Januari, ketika dia dituduh dengan retensi hukum dari informasi pertahanan nasional tetapi belum menghadapi tuduhan spionase.

Di persidangan dijelaskan bahwa Lee meninggalkan Hong Kong bersama keluarganya pada 2012 dan tinggal di hotel-hotel di Hawaii dan Virginia ketika dia kembali ke Amerika Serikat.

Selama menginap di hotel ini, seperti dimuat CNN, agen federal menggeledah kamarnya dan menemukan dia memiliki materi yang tidak sah yang terkait dengan pertahanan nasional, termasuk catatan tulisan tangan dari karyawan dan aset rahasia CIA serta sebuah penggerak jempol dengan informasi yang diklasifikasikan sebagai rahasia.

Departemen Kehakiman mengatakan Lee telah mengakui telah memiliki dokumen yang berisi informasi rahasia tersebut untuk intelijen China. [mel]

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

UPDATE

Persib Naik Peringkat Usai Tahan Imbang Dewa United

Senin, 12 Oktober 2026 | 02:20

Menata Kembali Pendidikan Kita

Senin, 12 Oktober 2026 | 01:58

Koperasi di Bima Sukses Produksi Garam Merah Putih

Senin, 12 Oktober 2026 | 01:35

Golkar Perkenalkan Sistem Dapil Nasional, Begini Penjelasannya

Senin, 12 Oktober 2026 | 01:15

Dua Tahun Prabowo-Gibran: Paradoks Kebijakan Pertahanan Negara

Senin, 12 Oktober 2026 | 00:48

Baintelkam Polri Alami Perombakan di Era Suyudi

Senin, 12 Oktober 2026 | 00:20

Taruna Merah Putih Gelar Taman Talks Kupas Masa Depan Kerja di Era AI

Minggu, 11 Oktober 2026 | 23:45

Polemik Revitalisasi Taman Coatesville, Warga Protes Bangunan 480 Meter Persegi

Minggu, 11 Oktober 2026 | 23:33

Pangandaran Run 2026 Rajut Kebersamaan TNI dan Rakyat

Minggu, 11 Oktober 2026 | 23:18

Manggala Agni Turun Tangan Padamkan Karhutla yang Mendekati Permukiman

Minggu, 11 Oktober 2026 | 23:07

Selengkapnya